Ranjang Pengantin
Dia yang lemah, dia yang penakut, dan dia yang tak seperti manusia pada umumnya.
Jam dua pagi, Jim masih bertahan menahan matanya sambil menghitung kertas-kertas yang dibuat sedemikian rupa, menjadi sebuah pajangan dinding kamar, sangat antik dan unik. Hanya orang sabar dan terlatih yang bisa menghasilkan karya serumit itu.
Namun, di menit ke dua puluh setelah jam dua dini hari, Jim tak bisa bertahan. Dengan kondisi yang masih bersandar ke dinding matanya mulai meredup tak bisa melawan kantuk.
Hot Chapters