Dari pengamatanku, konsep meritokrasi absolut lebih sering muncul di manhwa/webtoon ketimbang anime mainstream. Tapi kalau dilihat dari anime seperti 'One Punch Hero' yang parody, justru kritik terhadap sistem triliun ini lebih kentara. Lucu bagaimana medium hiburan bisa mengangkat isu serius dengan gaya yang menghibur tanpa kehilangan esensinya.
Pernah ngeh nggak sih bagaimana anime sport seperti 'Haikyuu!!' sebenarnya menerapkan prinsip serupa? Sistem seleksi tim nasional atau turnamen berbasis prestasi individual itu analog dengan meritokrasi triliun dalam versi lebih manusiawi. Justru di sinilah kelebihan anime - bisa menyajikan konsep rigid dengan emotional depth lewat karakter-karakter yang berjuang dalam sistem tersebut. Beberapa scene latihan berat di anime olahraga bahkan lebih menggambarkan 'sistem triliun' daripada dialog explisit.
Kalau bicara struktur sosial dalam anime, konsep meritokrasi ekstrem seringkali diwakili oleh sistem akademi seperti di 'Assassination Classroom' atau 'Classroom of the Elite'. Meski tidak disebut 'triliun', pola penilaian berbasis angka dan peringkat ini menjadi alat dramatisasi yang efektif. Aku perhatikan tren ini semakin populer di anime genre isekai terbaru yang kerap memasukkan elemen game-like progression systems.
Sistem meritokrasi yang ketat seperti 'triliun' memang kerap muncul dalam beberapa anime populer, terutama yang bertema kompetisi atau dunia fantasi dengan hierarki sosial kompleks. Contoh paling mencolok adalah 'My Hero Academia' di mana sistem ranking pahlawan berbasis prestasi mirip konsep ini.
Yang menarik, anime seperti 'The Rising of the Shield Hero' juga menggambarkan sistem reward berdasarkan kontribusi individu, meski tidak persis sama dengan triliun. Biasanya, konsep ini dipakai untuk menciptakan konflik karakter atau memicu perkembangan plot. Aku selalu tertarik bagaimana anime mengadaptasi sistem dunia nyata menjadi metafora visual yang impactful.
2026-07-11 16:32:13
5
すべての回答を見る
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
関連書籍
Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!
Runayanti
10
36.2K
Warning (Area 21+) Mohon untuk tidak membaca di tempat umum.
“Pe—pelan sedikit…”
“Kamu sadar ‘kan… kita sepupuan?”
“Kalau iya, memangnya kenapa?”
"Kamu Nakal..."
Kunjungan pertamaku ke keluarga besar ibu tiri seharusnya menjadi momen hangat dan penuh silaturahmi. Tapi siapa sangka, di balik keramahan mereka, tersimpan godaan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.
Tiga sepupu perempuanku–yang satu dingin dan menantang, yang satu lembut dan penuh perhatian, dan yang satunya lagi diam namun berbahaya–mulai membuatku kehilangan kendali.
Ketiganya sama cantik, tubuh mereka yang sintal dan padat dengan sisi kedewasaan penuh, selalu bisa membuat pria tulen seperti diriku mengalami kesulitan untuk bertahan dari godaan.
"Aku tahu kami sepupuan, tapi saat mereka mendekat dan bertindak seakan aku milik mereka, aku mulai bertanya, sampai kapan aku bisa menahan diri?"
Tatapan, sentuhan kecil, hingga bisikan samar di malam hari, perlahan mengaburkan batas antara keluarga dan hasrat.
Kupikir aku bisa menahan diri, sampai malam terakhir sebelum kepulanganku… saat semuanya berhenti menjadi sekadar godaan.
Di dunia kultivator, sejak kelahirannya. Fang Zhe dinyatakan tidak akan pernah bisa berkultivasi layaknya seorang Kultivator pada umumnya. Dia dibuang oleh ayahnya, ke dunia tanpa adanya kultivasi.
Namun sebuah sistem menjadi Dewa muncul mengubah takdir gelapnya selama menjadi manusia fana.
DIIING!
‘Host menerima System menjadi Dewa! Menyelesaikan semua misi Host akan memiliki banyak kemampuan!"
Sitem yang gila, memberikan begitu banyak misi aneh dan nyeleneh. Tapi Fang Zhe akhirnya memanfaatkan system untuk bangkit, dan terbang layaknya naga diseluruh benua.
Diabaikan dan dihina oleh keluarga besarnya, ayahnya meninggal dunia saat usianya masih 10 tahun, ibunya terbaring di rumah sakit dan membutuhkan biaya operasi, Lein benar-benar hidup dalam kesengsaraan yang ekstrim.
Dia rela melakukan apa saja demi kesembuhan ibunya. Berlutut dan bersujud? Mencium kakimu? Menjilat sepatumu? Dia akan melakukan apa pun!
Namun, tidak ada yang mau membantunya, sampai sebuah notifikasi dari sistem muncul di penglihatannya.
[Selamat! Anda adalah manusia paling beruntung di antara miliaran manusia yang ada di dunia ini! Jadilah penguasa sebenarnya di dunia yang sangat kecil ini!]
[3...2...1...]
[Sistem disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan Tuan Rumah. Analisa dimulai!]
[4...3...2...1...Analisa selesai!]
[Sistem dimulai!]
Ikuti perjalanan Lein untuk mencapai puncak kehidupan!
"Lihat! Semua pada akhirnya berada di bawah kendali kakiku!"
Shen Yu seorang tentara pasukan khusus yang mati dalam ledakan bom terlahir kembali ke era Kerajaan sebagai Putra kepala Desa dengan nama yang sama dan berbekal Sistem Prajurit Terkuat.
Era Perang dan konflik Kerajaan membuatnya harus terus berkembang melindungi Keluarganya. Namanya akan menjadi sebuah legenda dan menggunakan kebijaksanaan pengetahuan dia menyelamatkan banyak orang dari bencana kelaparan.
Sistem Prajurit Terkuat membantunya naik level dengan membunuh musuhnya dan menyediakan Seni Beladiri hebat sekaligus sumber daya.
Ini adalah legenda dimana orang modern di zaman kuno menciptakan Sistem pemerintahan yang mengakhiri penderitaan dan memajukan bangsa dari segala ancaman.
Kehidupan Ellena begitu malang. Di malam dia memergoki perselingkuhan calon tunangan dan adik tirinya, di malam itu juga dia harus kehilangan keperawanan.
Dia juga harus menikahi pria asing demi menyelamatkan nyawa adik kandungnya yang sedang kritis.
Tetapi, sang suami yang dinikahinya ternyata adalah seorang Triliuner yang bisa membuatnya membayar semua penindasan mereka.
Ketika aku kembali ke Keluarga Virera sebagai anak perempuan mereka yang telah lama hilang, aku malah mengenakan pakaian bekas adik angkatku, dan sopir keluarga hanya datang untuk menjemputnya.
Namun, mereka justru merasa bersalah terhadap anak perempuan yang telah mereka besarkan selama ketidakhadiranku.
Jadi, ketika pemerintah meluncurkan Sistem Perlakuan Adil, mereka mendaftarkan seluruh keluarga sebelum aku sempat menyadarinya.
Ayahku menghela napas lega.
"Sistem ini akan menegakkan keadilan yang tidak bisa diganggu gugat, dan Bianca tidak akan pernah menderita lagi."
Ibu menggenggam tanganku, suaranya tidak memberi ruang untuk bantahan.
"Kau kembali ke rumah ini dan mencuri semua yang sudah menjadi miliknya. Itu tidak adil buat Bianca."
Kakakku bahkan tidak berusaha menyembunyikan rasa jijiknya.
"Aku hanya mengakui satu adik. Kau sudah mendapatkan lebih dari yang pantas kau terima. Jangan coba-coba berulah."
Aku menyantap makanan sisa, sementara dia memiliki koki pribadi. Aku berkeringat tinggal di dalam gudang, sementara dia tidur di kamar yang dirancang khusus.
Aku hampir tertawa.
Ketika Sistem tersebut mulai beroperasi, justru merekalah yang hancur berantakan.
Baru kemarin aku ngobrol sama temen soal film-film yang pake sistem triwulan buat ngasih hadiah ke penonton. Sistem kaya gini emang jarang banget dipake, tapi ada beberapa yang nyoba konsep unik ini. Contohnya 'Charlie and the Chocolate Factory' yang ngasih golden tickets ke beberapa penonton beruntung. Atau 'Ready Player One' yang nyuruh penonton cari easter eggs buat dapetin hadiah. Nggak cuma film, acara TV kayak 'Who Wants to Be a Millionaire?' juga pake sistem hadiah langsung ke penonton.
Yang menarik, sistem kaya gini bikin penonton lebih engaged sama kontennya. Tapi sayangnya nggak banyak film yang ngadopsi cara ini karena ribet ngatur hadiahnya. Aku sih berharap bakal ada lebih banyak film yang eksperimen pake konsep kaya gini biar nonton di bioskop makin seru.
Baru-baru ini aku memperhatikan tren penggunaan sistem merberi triudeliun dalam beberapa film Indonesia, terutama yang bergenre fantasi atau sci-fi. Sistem ini sering dipakai untuk menciptakan efek visual yang lebih memukau, seperti adegan pertarungan super cepat atau transformasi karakter. Contohnya di 'Gundala', ada momen di mana triudeliun digunakan untuk memperkuat kesan gerakan lightning speed.
Tapi menurutku, penerapannya masih terasa 'mentah' dibanding film Hollywood. Terkadang efeknya terlalu berlebihan atau justru kurang halus, sehingga malah mengganggu immersion. Tapi ini langkah awal yang menarik—aku penasaran bagaimana pengembangannya 5 tahun ke depan dengan semakin banyaknya talenta lokal yang belajar teknik CGI internasional.