Awal-awal ketemu mertua itu memang awkward banget, tapi lama kelamaan aku nemuin pola yang pas. Kuncinya adalah jangan terlalu memaksakan diri untuk terlihat sempurna. Justru dengan menunjukkan sedikit kerentanan, misalnya minta saran masakan atau cerita blunder kecil, bikin hubungan lebih manusiawi.
Aku juga sering ajak mereka terlibat dalam aktivitas sederhana seperti merapikan kebun atau memilih bingkai foto. Kegiatan bersama yang low-pressure ini bisa menjadi bonding time alami tanpa perlu banyak bicara. Setelah beberapa kali bertemu, biasanya mereka sendiri yang akan lebih terbuka.
Mertua datang ke rumah selalu bikin deg-degan, tapi aku punya trik sederhana biar suasana tetap cair. Aku biasanya siapin camilan favorit mereka sejak awal, jadi obrolan bisa dimulai dari situ. Nggak perlu yang mewah, cukup kue-kue tradisional atau buah segar.
Hal lain yang kubiasakan adalah menyiapkan topik obrolan ringan tentang keluarga atau nostalgia masa kecil pasangan. Ini bikin mertua merasa dihargai dan lebih nyaman. Kalau udah mulai akrab, baru pelan-pelan ngobrolin hobi atau acara TV yang lagi hits.
Pengalamanku menghadapi mertua itu seperti bermain game strategi - butuh persiapan matang tapi tetap harus terlihat natural. Aku selalu pastikan rumah rapi tapi tidak berlebihan, biar mereka nggak merasa jadi tamu khusus. Musik background dengan volume rendah juga membantu ciptakan suasana santai.
Yang paling penting, aku belajar untuk jadi pendengar yang baik. Mertua biasanya suka bercerita tentang masa lalu atau nasihat kehidupan. Meski kadang repetitif, usahakan untuk tetap antusias merespon. Perlahan mereka akan merasa lebih dekat dan nyaman.
Setiap keluarga punya dinamika berbeda, tapi ada beberapa prinsip universal yang selalu berhasil. Pertama, tunjukkan respect tanpa harus menjilat. Kedua, jangan bandingkan mereka dengan orang tua sendiri. Ketiga, tetap jadi diri sendiri tapi dengan versi yang lebih sabar.
Aku sering memulai dengan menanyakan kabar keluarga besar atau cerita masa kecil pasangan. Ini icebreaker alami yang jarang fail. Kalau suasana sudah hangat, baru bisa mengobrol lebih dalam tentang berbagai topik. Yang penting jangan terlihat terlalu nervous atau overprepared.
2026-07-15 15:20:47
5
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua
mrd_bb
9.5
2.3M
Aku tak pernah menyangka, menampung ipar dan mertua tiri yang baru kembali dari luar negeri justru membuka ‘neraka’ baru dalam rumah tanggaku. Awalnya kupikir mereka hanya akan menambah beban biaya, tapi kenyataannya mereka menuntut bagian lebih dari yang mereka terima—jatah yang seharusnya hanya milik istriku. Dan saat pikiranku sudah kalut, sebuah foto tiba-tiba masuk ke ponsel: sosok yang mirip istriku, terbaring polos tanpa busana, jelas tengah dinikmati orang lain.
"Quinn, aku bilang aku akan menjaganya seumur hidup, nggak akan pernah meninggalkannya sendirian. Bisakah kamu jangan bersikap nggak masuk akal!" Akta nikah di tangannya menyengat mata Quinn James, "Apa aku nggak masuk akal?" Setelah perceraian, dia tetap bersikeras, "Begitu kamu memasuki rumahku, kamu akan menjadi milikku seumur hidup." Dia mengeluarkan akta cerai, "Yovan, tapi kita sudah bercerai." "Kamu bisa pergi ke Biro Urusan Sipil untuk memeriksa nama siapayang tercantum sebagai pasangan sahmu!" Dia membawanya pulang dengan paksa, "Dulu, suamimu adalah aku, sekarang juga aku dan kelak juga aku!" Menindas istri terasa menyenangkan, mengejar istri dengan berapi-api.
Mahardika didesak kakeknya untuk menikah dengan Eka Maheswari. Keluarga Wijaya dan Saputra, sudah sejak lama menjalin hubungan dekat. Namun, Mahardika dan Eka terpaut usia yang cukup jauh, kira-kira sembilan tahun. Pada akhirnya membuat Mahardika harus sabar menghadapi sikap Eka yang kekanak-kanakan.
Momen apa saja yang terjadi di dalam rumah tangga Mahardika dan Eka?
Ketika Mayra dihadapkan dengan masalah di mana ia harus serumah dengan 2 keluarga suaminya yang semua kebutuhannya minta dilayani, belum lagi suka keluar masuk kamar pribadi seenaknya. Ditambah sikap Romi selaku suamimya yang terlalu cuek, membuat Mayra menyerah. Hingga akhirnya ia membuat pilihan yang sulit di mana Romi harus memilihnya atau keluarganya, jika memang ia masih ingin mempertahankan rumah tangga.
Menceritakan tentang seorang kakak ipar yang seharusnya mengemong adik iparnya, tapi justru sebaliknya.
Eka, sering sekali diremehkan oleh Kakak iparnya yang bernama Niken. Niken yang terus berusaha semaksimal mungkin agar hidupnya selalu terlihat kaya dan mewah. Terlihat seolah dirinya tidak pernah kehabisan uang. Itu dia lakukan semata- mata hanya untuk meremehkan Eka. Karena baginya, itu sebuah kepuasan tersendiri jika selalu mampu di atas Eka.
Bagaimana cara Eka menanggapi dan melawan Kakak iparnya yang sombong, angkuh dan hoby meremehkan itu?
Gavin dengan kasar menekan bahu Prisha ke dinding.
"Kamu penghalang hubungan saya dan ibumu! Kamulah yang membuatnya menderita! Apa kamu belum sadar?"
Sepasang mata indah Prisha berair. Rasa bersalah yang besar terkumpul di hatinya. Terbayang air mata ibunya saat memaksa dirinya patuh. Prisha ingin menjerit atas ketidakadilan yang menimpanya.
"Jangan berani-berani melakukan kekerasan terhadap saya! Om marah, saya lebih marah! Pernikahan ini menghancurkan hidup saya!"
"Diam!" bentak Gavin. "Aku membencimu sebesar aku mencintai ibumu!"
"Bukan mauku menggantikannya."
"Kamu hanya bonekaku!"
****
Prisha mendadak dipaksa menggantikan ibunya-Nalini--untuk menikah dengan Dokter Gavin Devandra, CEO Devandra Hospital. Padahal, tadinya Gavin bakal jadi ayah tirinya.
Prisha pun menjadi sasaran kebencian Gavin, sebab dianggap sebagai penyebab terhalangnya cinta Gavin dan Nalini seumur hidup.
Prisha pun berontak dengan caranya sendiri. Ia merayu sang dokter agar jatuh cinta padanya, untuk kemudian dicampakkan. Sayang sekali, ancaman lain menghadang saat ia hampir mencapai tujuan.
Berhasilkah Prisha lepas dari jeratan intrik yang membelit dirinya dan Gavin?
Mengelola hubungan dengan keluarga pasangan itu seperti bermain catur—butuh strategi dan kesabaran. Awalnya, aku selalu merasa canggung saat berkumpul dengan mertua dan kakak ipar, sampai akhirnya menyadari bahwa mereka juga manusia biasa yang punya kekurangan. Kuncinya adalah membangun komunikasi dari hati ke hati, tanpa memaksakan diri untuk langsung akrab.
Aku mulai dengan mengamati dulu pola komunikasi mereka, lalu menyelipkan topik yang mereka minati. Misalnya, ibuku suka masakan tradisional, jadi aku sering meminta resep atau bercerita tentang kuliner. Untuk kakak ipar yang hobi gaming, aku sesekali main 'Mobile Legends' bareng. Perlahan, hubungan jadi lebih cair karena mereka merasa dihargai minatnya.
Kakak ipar itu posisinya unik—bukan saudara kandung tapi udah kayak keluarga sendiri. Aku pernah ngerasain awkward banget pas awal-awal nikah, sampai nemu trik sederhana: ngobrol dari hal-hal yang dia suka. Misalnya kalo doi hobi masak, ajak ngobrol resep atau tanya tips bumbu. Pelan-pelan jadi nyambung, bahkan sekarang sering colongan request makanan favorit. Yang penting jangan maksa chemistry langsung klik, hubungan baik itu dibangun perlahan kayak ngisi galon air.
Satu lagi, perhatiin gesture kecil kayak inget hari ulang tahunnya atau bawa oleh-oleh pas jalan-jalan. Hal receh kayak gitu bikin doi ngerasa dianggap. Tapi jangan lebay juga, soalnya bisa keliatan niat. Natural aja, kayak ngopi bareng temen lama.
Ada sesuatu yang sangat istimewa tentang merawat seseorang yang sedang membawa kehidupan baru ke dunia. Pertama-tama, dengarkan dengan saksama apa yang dia butuhkan—setiap kehamilan unik, dan dia mungkin mengalami hal berbeda dari orang lain. Aku selalu memastikan untuk membuat jadwal check-up dokter bersama, karena dukungan moral itu penting. Membacakan buku tentang parenting atau menonton dokumenter bersama juga bisa jadi kegiatan bonding yang manis.
Di sisi praktis, aku belajar memasak makanan bergizi tinggi untuk memastikan asupan gizinya terpenuhi. Jangan lupa, kelelahan adalah hal biasa, jadi bantu dia beristirahat cukup dengan mengambil alih tugas rumah tangga. Kadang, pijatan lembut di kaki yang bengkak atau mengambilkan camilan tengah malam bisa berarti lebih dari kata-kata.
Bebag dengan 'i' dalam hubungan mertua sering merujuk pada istilah 'bebagi' yang berarti berbagi atau saling memahami. Ini bukan sekadar tradisi, tapi lebih ke bagaimana keluarga besar bisa menciptakan chemistry antara satu sama lain. Misalnya, saat ada acara keluarga, saling membantu tanpa diminta atau memberi ruang untuk pendapat berbeda.
Pengalaman pribadi, dulu sempat kaget lihat mertua yang super aktif ngatur acara keluarga sampai detail terkecil. Tapi lama-lama aku sadar, itu cara mereka 'bebagi'—memastikan semua orang nyaman. Kadang emang butuh kompromi, tapi justru di situlah hubungan jadi lebih hangat. Kalau dipikir, ini mirip plot drama keluarga di 'Reply 1988' yang seru banget!