Aku selalu terinspirasi oleh cara alam bercerita melalui hal-hal kecil. Puisi 8 bait ini lahir dari pengamatan sederhana di kebun belakang rumah:
'Ranting pohon tertawa gemerisik,
Menangkap cerita angin yang berlalu.
Bunga matahari mengangguk-angguk,
Menghitung detik demi detik menuju senja.
Belalang melompat di antara rumput,
Menyembunyikan rahasia musim panas.
Semut berbaris rapi membawa beban,
Bekerja sama tanpa sedikit pun keluhan.
Mata air kecil bersenandung,
Menemani akar yang haus akan tanah.
Jamur tumbuh
Setelah Hujan Reda,
Seperti payung kecil yang terlupa.
Laba-laba merajut mimpi,
Jaringnya berkilauan embun pagi.
Alam menulis puisi tanpa tinta,
Di setiap sudut ada bait indah yang tercipta.'