Dokter Sakti Penguasa Dunia
"Semua yang hadir di sini 'kan orang berpendidikan. Aku ingin kalian menilai, kira-kira puisiku ini bagus atau nggak. Oh ya, kali ini puisiku bergaya modern."
Nazar berdeham sebentar, lalu membacakan dengan penuh ekspresi, "Langit, kau berwarna abu-abu. Kuda, kau berkaki empat. Gadis, kau semuanya air. Bodoh, siapa sih kau?"
Saat membaca kalimat terakhir, tatapan Nazar sengaja diarahkan ke pria tua itu. Jelas sekali, dia sedang mempermalukannya.