Dokter Sakti Penguasa Dunia
"Dengarkan baik-baik, judul puisi ini adalah 'Petir'."
Nazar menggeleng-gelengkan kepala sambil mulai melantunkan puisinya, "Sekilas kulihat rantai api membelah angkasa, kusangka Kaisar Langit sedang menyalakan bara. Kalau memang bukan asap dari kayangan, mengapa petir menyala berulang di awan?"
Ewan sampai ingin langsung melompat dari sini. Karena saat Nazar membacakan puisi itu, suaranya sangat keras sehingga banyak wisatawan di sekitar ikut mendengarnya.