Puisi Sunda yang mengangkat tema cinta alam selalu memiliki daya tarik magisnya sendiri. Salah satu contoh favoritku adalah 'Sawah' karya Godi Suwarna, yang melukiskan kedalaman hubungan manusia dengan tanah dan kehidupan pedesaan. Kata-katanya sederhana namun penuh makna, seperti 'Sawah ngabela dina harti, ngahijikeun manusa jeung alam' (Sawah menyimpan arti, menyatukan manusia dan alam).
Puisi Sunda klasik seperti 'Panglawungan' juga sering menggali tema ini dengan metafora alam yang indah. Misalnya, penggambaran gunung sebagai 'bapa' dan sungai sebagai 'ibu' memberi kesan sakral pada alam. Aku selalu terkesan bagaimana puisi Sunda bisa membuat kita merasa bagian dari sesuatu yang lebih besar, bukan sekadar penikmat pasif.