Di Album Mana Lagu 'True Friends' Oleh Bring Me The Horizon Dirilis?
2025-12-01 20:48:46
318
팔로우16
공유
DwiAji
Pencari Bab
Agen
ABO 성격 퀴즈
빠른 퀴즈를 통해 당신이 Alpha, Beta, 아니면 Omega인지 알아보세요.
향기
성격
이상적인 사랑 패턴
비밀스러운 욕망
어두운 면
테스트 시작하기
3 답변
Cecelia
Penyimak
Perawat
'That’s the Spirit' adalah album tempat 'True Friends' berada, dan ini salah satu karya Bring Me The Horizon yang paling sukses secara komersial. Lagu ini sendiri punya energi yang perfect buat diteriakin pas konser. Aku selalu inget waktu nonton live-nya, crowd-nya pada nyanyi bareng di bagian 'So you can drag me through hell...'—merinding! Album ini juga ngebawa BMTH ke mainstream tanpa kehilangan identitas aslinya. Kalo lo penasaran sama evolusi musik mereka, 'True Friends' adalah contoh bagus dari transisi itu.
2025-12-03 02:46:34
10
Quincy
Kawan Baca
Penerjemah
Lagu 'True Friends' adalah salah satu track yang cukup memorable dari Bring Me The Horizon, dan ini muncul di album 'That’s the Spirit' yang dirilis tahun 2015. Album ini sendiri menjadi titik balik bagi band asal Inggris itu karena pergeseran sound-nya yang lebih accessible tapi tetap gelap. Aku ingat waktu pertama dengar lagu ini, riff gitarnya langsung nyangkut di kepala dan liriknya yang tajam bikin pengen ngulang terus. 'That’s the Spirit' juga punya beberapa hits lain seperti 'Throne' dan 'Drown' yang bikin album ini jadi salah satu favorit banyak orang, termasuk aku.
Yang menarik, album ini juga menandai perubahan besar dalam gaya musik mereka—dari metalcore ke arah yang lebih rock alternatif. Buat yang belum pernah dengerin BMTH, 'True Friends' bisa jadi gerbang yang pas buat kenalan sama karya mereka. Kalo ditanya rekomendasi album buat didengerin dari awal sampai akhir, jawabannya tetep 'That’s the Spirit'.
2025-12-03 06:49:52
29
Maxwell
Pencerah
Bankir
Aku suka banget ngobrolin soal BMTH karena mereka selalu bisa bikin musik yang emosional tapi nggak norak. 'True Friends' itu bagian dari 'That’s the Spirit', album kelima mereka. Pas pertama kali denger, langsung kerasa energi marah dan frustrasinya, tapi di-balut dengan melodinya yang catchy. Album ini juga punya nuansa yang lebih 'arena rock' dibanding sebelumnya, kayak 'Doomed' yang epic banget. Kalo lo suka lagu-lagu dengan lirik tentang persahabatan toxic atau hubungan yang rumit, 'True Friends' pasti bakal relate.
Yang bikin album ini istimewa buatku adalah cara mereka menggabungkan elemen elektronik dengan guitar-driven sound. Nggak heran banyak fans baru BMTH yang mulai kenal mereka lewat album ini. Kalo lo pengen eksplor lebih jauh, coba bandingin sama album-album sebelumnya kayak 'Sempiternal'—beda banget atmosfernya!
2025-12-06 20:16:02
10
모든 답변 보기
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
관련 작품
Hanyut dalam Dekapan Sahabatku
Salwa Maulidya
10
3.3K
Rhea dan Justin terpisah cukup lama setelah Rhea memutuskan untuk membungkam hatinya yang telah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.
Setelah sepuluh tahun lamanya terpisah, takdir kembali mempertemukan mereka di sebuah reuni masa SMA.
Justin tampil lebih menawan, tampan, dan berkharisma. Namun, Rhea enggan menyapa apalagi mengingat kenangan mereka dulu.
Siapa sangka, takdir kembali mengabaikan keinginan Rhea untuk menjauh dari Justin. Di kantor yang baru saja menerimanya sebagai karyawan, Justin ternyata atasannya!
Patah hati membuat Allan memilih hidup seolah menjadi pertapa. Hanya tinggal di dalam kamar dan rumahnya, enggan bergaul dengan siapapun. Hatinya begitu terluka dikhianati wanita yang dia yakin akan menjadi pendamping hidupnya.
Kehadiran Mimi, gadis lulusan SMA, anak sahabat mamanya, yang tinggal di rumahnya karena harus kuliah di kota tempatnya tinggal, memberi warna yang berbeda. Perlahan cinta kembali hadir di hati Allan. Sayang, Mimi justru jatuh hati pada kakak tingkatnya di kampus, Nehan.
Bisakah Allan meraih hati Mimi? Mungkinkah Mimi akan meninggalkan Nehan demi Allan, agar pria itu bisa mendapatkan kehidupannya kembali?
Ikuti kisah manis Allan dan Mimi, penuh liku, haru, dan kejutan tak terduga.
Dikhianati oleh oleh pria yang dicintainya, Eva terjebak dalam hubungan yang rumit bersama sahabatnya sendiri. Satu malam yang dipenuhi emosi dan kehilangan kendali, perlahan mengaburkan batas antara persahabatan dan cinta.
Bryan, sahabat yang selalu ada di sisi Eva sejak kecil, mulai menunjukkan perhatian yang berbeda, namun menuntut kepastian. Di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh, Eva harus menghadapi kenyataan bahwa Bryan tak lagi hanya menjadi sahabatnya, tapi ingin menjadikannya istri.
Mampukah Eva membuka hatinya untuk cinta yang datang dari seseorang yang begitu dekat, namun terasa asing saat menawarkan ikatan suci?
Aku sudah berjanji menemani teman masa kecilku yang dirundung untuk pindah sekolah, tetapi dia berubah pikiran sehari sebelum berkasnya distempel.
Temannya mencibir, "Gila sih kamu. Pura-pura dirundung selama ini cuma buat menipu Aurelia supaya ikut kabur."
"Dia itu teman masa kecilmu, apa kamu benar-benar tega membiarkan dia pergi sendirian ke sekolah yang asing?"
Lorenzo berkata dengan datar, "Hanya sekolah lain di kota yang sama, memang bisa sejauh apa?"
"Setiap hari ditempeli dia saja aku sudah merasa bosan, jadi ini malah pas."
Hari itu aku berdiri lama di luar pintu, akhirnya memilih untuk berbalik pergi.
Hanya saja, pada formulir pindah sekolah, aku mengubah SMA I Kota Haidiaz menjadi SMA luar negeri yang diminta orang tuaku.
Semua orang lupa, aku dan dia sejak awal memang jauh berbeda, ibarat langit dan bumi.
Antara Aku, Dia, dan Penghianat
Alya, seorang mahasiswi yang setia dan penuh kasih, percaya bahwa hubungan yang dibangun dengan ketulusan akan bertahan selamanya. Namun, semua keyakinannya runtuh ketika orang yang paling ia percayai, Reza—pacarnya, dan Karin—sahabatnya sendiri, justru menusuknya dari belakang.
Awalnya, Alya mengira hubungannya dengan Reza berjalan baik-baik saja. Mereka telah bersama selama tiga tahun, melalui suka dan duka. Karin, sahabatnya sejak SMA, selalu menjadi tempat Alya berbagi cerita, termasuk tentang Reza. Tanpa Alya sadari, kedekatan mereka bertiga mulai berujung pada sebuah pengkhianatan yang menghancurkan hatinya.
Ketika kebenaran terungkap, Alya harus menghadapi pilihan sulit: meratapi kepergian mereka atau bangkit dan membuktikan bahwa ia jauh lebih kuat dari yang mereka kira. Di tengah luka yang masih menganga, hadir Dafa—sosok yang selama ini hanya menjadi teman biasa. Perlahan, ia membantu Alya menyusun kembali kepingan hatinya yang hancur.
Namun, apakah Alya benar-benar bisa melepaskan rasa sakitnya? Ataukah bayang-bayang pengkhianatan itu akan terus menghantuinya?
Antara Aku, Dia, dan Penghianat adalah kisah tentang cinta, kepercayaan, dan luka yang mengajarkan bahwa terkadang kehilangan adalah awal dari sesuatu yang lebih baik.
Menyelami dunia musik metalcore selalu bikin merinding, terutama ketika ngobrolin lagu sekuat 'True Friends' dari Bring Me The Horizon. Liriknya yang penuh amarah dan kekecewaan itu ternyata ditulis oleh Oliver Sykes, vokalis utama band, bersama dengan anggota lain seperti Lee Malia dan Jordan Fish. Mereka punya cara unik menuikan pengalaman pribadi tentang pengkhianatan teman ke dalam kata-kata yang menusuk. Aku ingat pertama kali denger lagu ini, langsung connect karena pernah ngerasain hal serupa. Komposisi liriknya nggak cuma sekadar marah, tapi juga punya lapisan makna tentang bagaimana persahabatan bisa runtuh karena ego.
Yang bikin lebih menarik, proses penulisan lirik mereka seringkali kolaboratif. Oliver biasanya mulai dengan konsep dasar, lalu Jordan membantu menyempurnakan alur cerita dan diksinya. Hasilnya? Lirik yang terasa raw dan authentic, kayak diary yang diteriakkan. Ini salah satu alasan kenapa BMTH punya fanbase yang loyal—karena fans ngerasa diwakili suaranya.
Mencari terjemahan lirik lagu 'True Friends' dari Bring Me The Horizon itu seperti berburu harta karun di tengah lautan fandom musik. Aku pernah menghabiskan waktu seminggu mengumpulkan berbagai versi terjemahan dari forum-forum underground sampai blog translator amatir. Hasilnya? Beberapa cukup akurat, tapi kebanyakan terlalu literal dan kehilangan nuansa emosionalnya. Lirik seperti 'A fair-weather friend is all you’ve ever been' diterjemahkan secara mentah tanpa menangkap makna persahabatan yang palsu. Padahal, lagu ini sarat dengan metafora tentang pengkhianatan yang butuh sentuhan sastra.
Akhirnya, aku memutuskan membuat versi sendiri dengan bantuan teman yang kuliah sastra Inggris. Kami berdebat panjang tentang bagaimana mempertahankan rhythm dan rasa frustrasi di balik kata-kata. Misalnya bagian 'You can drag me through hell' kami ubah menjadi 'Kau bisa seret aku ke neraka' agar terdengar lebih visceral. Proses ini membuatku lebih menghargai kompleksitas menerjemahkan karya seni.
Lagu 'Shadow Moses' adalah salah satu track paling iconic dari Bring Me The Horizon, dan itu muncul di album mereka yang berjudul 'Sempiternal'. Album ini dirilis tahun 2013 dan benar-benar menjadi titik balik bagi band dalam hal eksperimen suara. Mereka menggabungkan elemen metalcore dengan sentuhan elektronik dan melodi yang lebih accessible, yang membuat 'Sempiternal' begitu memorable. 'Shadow Moses' sendiri punya energi yang brutal tapi juga catchy, dengan chorus yang mudah melekat di kepala. Aku masih ingat pertama kali dengar lagu ini—riff gitarnya langsung bikin merinding!
Yang bikin 'Sempiternal' istimewa adalah bagaimana album ini berhasil menarik pendengar dari berbagai kalangan, bukan cuma fans metal. Lirik-liriknya juga lebih personal, banyak bicara tentang perjuangan emosional dan pencarian jati diri. Kalau kamu belum pernah dengar full albumnya, sangat direkomendasikan untuk mencoba dari awal sampai akhir. Ada banyak hidden gem selain 'Shadow Moses', seperti 'Sleepwalking' dan 'Can You Feel My Heart'.
Menggali memori tentang lagu-lagu IKON selalu bikin nostalgia. 'Best Friend' itu ternyata bagian dari album 'Return' yang dirilis tahun 2018. Album ini jadi titik balik bagi mereka setelah hiatus, dan lagu ini khususnya punya energi persahabatan yang kental dengan beat hip-hop medium tempo. Aku suka bagaimana mereka memasukkan unsur sentimental tanpa kehilangan ciri khas sound YG Entertainment.
Yang bikin menarik, 'Return' sendiri adalah album studio pertama mereka yang full-length setelah debut. Ada 12 track dengan berbagai warna musik, dari yang upbeat sampai ballad. 'Best Friend' berada di urutan ke-6, disusul oleh 'Long Time No See' - another hidden gem buat yang suka vibe chill.
Ada sesuatu yang sangat raw dan personal tentang lagu 'Doomed' dari Bring Me The Horizon yang bikin aku selalu kembali mendengarnya. Liriknya seperti jeritan hati tentang perasaan terisolasi dan kehilangan arah, tapi dibungkus dengan sound yang epic. Oli Sykes kayaknya lagi menggali depresi dan kecemasan yang dalam banget—aku sering ngerasain hal yang sama pas lagi down.
Yang bikin menarik, ada kontradiksi antara nada yang heavy dengan lirik yang vulnerable. Misalnya bagian 'What doesn't kill you makes you wish you were dead' itu gambarin betapa sakitnya mental health struggle. Aku interpretasiin lagu ini sebagai bentuk catharsis, semacam teriakannya orang yang udah lelah dengan pertarungan batin tapi masih mencoba bertahan.
Menggali lirik 'Shadow Moses' dari Bring Me The Horizon itu seperti membongkar harta karun emosional. Band ini dikenal karena menulis materi mereka secara kolaboratif, dan lagu ini khususnya diyakini merupakan hasil kerja sama antara vokalis Oliver Sykes dan anggota band lainnya. Liriknya yang gelap dan penuh metafora mencerminkan perjuangan internal dengan depresi dan isolasi, tema yang sering muncul di album 'Sempiternal'. Sykes pernah menyebut bahwa proses penulisan untuk album ini sangat personal, hampir seperti terapi.
Yang menarik, judul 'Shadow Moses' sendiri adalah referensi ke lokasi dalam game 'Metal Gear Solid', menunjukkan bagaimana budaya pop memengaruhi kreativitas mereka. Gaya penulisan Sykes cenderung abstrak tetapi menusuk, menggabungkan imagery video game dengan lirik yang menyayat hati. Jika kamu mendengarkan versi demo awal lagu ini, bisa terasa bagaimana liriknya berevolusi menjadi lebih padat dan simbolis.