Kalau ngobrolin CEO paling nyebelin tahun ini, gue harus angkat topi buat Han Joonhyuk dari 'Reborn Rich'. Bayangin deh, orang ini punya segalanya—tampan, tajir, IQ setara Einstein—tapi attitude-nya bikin darah tinggi. Adegan dia melempar kontrak ke muka lawan bisnis sambil bilang, 'Nilai kamu cuma segini,' itu legendary banget! Tapi yang bikin karakter ini nempel di memori penonton justru karena arogansinya bukan tanpa alasan.
Di balik semua kesombongannya, Joonhyuk sebenarnya korban perang bisnis keluarga yang kejam. Ada momen di episode 8 di mana dia ketauan tidur di kantor sambil masih pegang laporan keuangan—itu bikin kita ngeh: oh, ternyata dia workaholic bukan karena cinta uang, tapi karena trauma ditinggal mati ayahnya. Jadi walaupun mulutnya berbisa, kita masih bisa lihat sisi manusiawinya. Plus, fashion style-nya itu lho, mix and match Armani sama sneakers limited edition—bikin betah liatin dia meskipun lagi jahat.
Ada satu karakter yang langsung terngiang di kepala ketika mendengar 'CEO arogan' di drakor 2023—Kang Daegu dari 'The Glory'. Bayangkan saja: jas Hugo Boss selalu rapi, tatapan dingin seperti bisa membekukan air, dan cara bicara yang sarkastik sampai bikin pengen masuk layar buat tampar dia. Tapi justru di situlah charm-nya! Karakter ini dibangun dengan kompleksitas unik; di balik sikapnya yang menyebalkan, ada trauma masa kecil dan hasrat balas dendam yang bikin penonton somehow... kasihan juga.
Yang bikin Kang Daegu beda dari CEO-CEO toxic lain adalah nuance acting Song Joongki. Ada scene di mana dia ngomong, 'Kamu cuma debu bagi perusahaan ini,' tapi matanya kedip-kedip kayak lagi nahan sedih. Itu lho, tipikal penjahat yang bikin kita gregetan tapi nggak bisa sepenuhnya benci. Mungkin karena setting dunia bisnis kotor di 'The Glory' yang bikin arogansinya terasa 'real'—bukan sekadar gaya-gayaan ala drakor romansa biasa.
Drakor 2023 emang jagonya bikin CEO-CEO yang bikin gemes. Salah satu yang paling memorable pasti Jang Sejun dari 'Love to Hate You'. Cowok ini literal walking red flag—from toxic positivity sampai kebiasaan merendahkan karyawan dengan senyum fake. Tapi lucunya, justru karena terlalu over-the-top, malah jadi komedi gold. Adegan dia ngeyel ngotot mau parkir di spot khusus direktur padahal mobilnya nyempil di tempat disabled itu bikin ngakak sekaligus geram.
Yang keren, perkembangan karakternya nggak datar. Pas di episode 10, tiba-tiba ada flashback masa kecilnya di mana dia dipaksa jadi 'anak sempurna' sama orangtuanya. Jadi keliatan banget asal muasal sifat perfeksionisnya yang toxic itu. Bonus point buat chemistry-nya dengan FL yang suka julid-in dia di depan umum—dynamic mereka itu kayak fire and ice, bikin penasaran terus.
2026-07-13 17:05:57
23
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Magang Di Pelukan CEO
Erna Azura
10
39.3K
Gaji? Dapet. Cinta? Kejebak.
Aurélie Alana Heindrichs cuma ingin lulus kuliah tepat waktu. Magang di kantor milik keluarga Tante Zara terdengar seperti ide aman… sampai CEO-nya muncul.
Shaquelle Prince Folke. Anak konglomerat. Jenius IT. Playboy sarkastik. Aura bossy-nya bisa bikin AC kalah dingin.
Dan sejak melihat Aurélie pertama kali, dia langsung menetapkan satu misi: memiliki gadis kalem itu, apapun caranya.
Masalahnya, Aurélie bukan tipe cewek yang bisa ditaklukkan dengan senyuman maut dan mobil sport. Tapi Shaquelle? Dia bukan tipe cowok yang bisa ditolak begitu saja.
Apalagi saat takdir—dan trik licik khas CEO playboy—membuat Aurélie masuk perangkap yang bahkan dia sendiri tak tahu cara keluar…
Alina Kana hanyalah seorang gadis biasa. Ia terlahir di keluarga biasa yang bercita-cita membuat toko roti dengan namanya sendiri. Demi mencapai harapannya, ia bekerja banting tulang untuk mengumpulkan uang menjadi seorang cleaning service di salah satu perusahaan besar. Namun sepertinya, ia harus siap mengubur mimpi itu ketika tidak sengaja mengotori kemeja CEO tempat perusahaannya bekerja. Tidak bisa! Alina harus mencegah CEO itu memecatnya, meskipun itu berarti harus menjadi asisten pribadi di rumah pria arogan itu.
Sekarang, mainan Jeff adalah Liv. Bukan lagi game yang diluncurkan perusahaannya.
***
Hidup Livia Carissa Ayudia jadi jungkir balik saat ia tertangkap basah bercumbu dengan sugar daddy-nya, Darma Rajendra, seorang politikus muda berpengaruh yang akan dicalonkan menjadi presiden tahun depan. Semuanya semakin runyam saat yang memergoki dirinya adalah manusia yang ia nobatkan paling rese di dunia, CEO PT Main Bersama yang meluncurkan aplikasi Main Yuk, perusahaan gaming tempatnya magang—Jeffares Jumantara. Liv tahu, setelah terlibat dengan Jeff, mimpinya menjadi istri sah Darma terancam pupus.
“Kalau kamu nggak mau dimadu, ceraikan suamimu!”
Hati Sandra terkoyak tatkala dipaksa berpisah dengan suaminya. Padahal dia sudah mengorbankan segalanya untuk keluarga sang suami. Harta, tenaga, karier, dan waktu. Namun semuanya sia-sia. Dia bahkan dilarang membawa apa-apa ketika diusir.
Dibantu adiknya, Sandra berhasil bangkit. Dia kembali memulai kariernya dengan melamar sebagai asisten seketaris. Namun, takdir membawanya bertemu dengan Barra, seorang CEO arogan yang memiliki mood tak menentu. Meski memiliki pribadi yang tak bisa diprediksi, Sandra merasa nyaman di dekat Barra hingga timbulah perasaan cinta dan ingin memiliki.
Namun, ia takut terhadap stigma masyarakat jika nekat mengungkapkan perasaannya. Apalagi Sandra menyembunyikan status jandanya kepada Barra maupun orang-orang di kantor. Namun, saat pesona Barra tak lagi mampu diredam, masa lalu Sandra kembali hadir, mengancam memporak-porandakan hidupnya sekali lagi
Kimberley memilih pergi dari rumah untuk membuktikan dirinya bisa sukses dengan usahanya sendiri dan dia berhasil! Dia mampu menjadi sekretaris Jack William, CEO yang paling diinginkan dan kaya di ibukota. Namun siapa sangka, Jack tidak sesederhana yang dipikirkan. Pria itu terobsesi, menculik, hingga memaksa Kimberly untuk menuruti semua keinginannya, termasuk hasratnya.
Lantas, bagaimana nasib Kimberly selanjutnya? Mampukah dia kabur dari tawanan sang CEO Arogan?
Kisah seorang duda dan satu anaknya, bertemu dengan bos cantik yang memiliki puluhan perusahaan. Awalnya Bos ini sangat membenci sikap Ardi yang mudah mengalah. Namun, dengan kesabaranya rasa benci itu berubah jadi cinta.
Ada sesuatu yang memikat tentang CEO dalam cerita romantis yang digambarkan sebagai sosok dingin di luar tapi hangat dalam diam. Karakter seperti Kang Ji Wook di 'What's Wrong With Secretary Kim' atau Gu Jun Pyo di 'Boys Over Flowers' selalu berhasil membuat jantung berdebar. Mereka biasanya memiliki masa lalu yang rumit, membuat mereka tertutup, tetapi justru itu yang membuat proses membuka hati mereka terasa begitu memuaskan. Ketegangan antara sikap mereka yang angkuh dan kelembutan yang tersembunyi menciptakan chemistry tak terbantahkan dengan protagonis.
Yang menarik, karakter CEO ini seringkali bukan sekadar kaya dan tampan, tetapi juga memiliki kecerdasan strategis dan keteguhan prinsip. Mereka mungkin keras dalam bisnis, tetapi sangat protektif terhadap orang yang mereka cintai. Ketika mereka akhirnya menyerah pada perasaan, perubahan sikapnya yang drastis dari 'frost king' menjadi 'simping king' itulah yang bikin pembaca klepek-klepek.
Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana Lee Min-ho bisa menghidupkan karakter seperti Gu Jun-pyo di 'Boys Over Flowers' atau Kim Tan di 'The Heirs'. Aktor ini bukan sekadar tampan, tapi punya kemampuan untuk membuat penonton terhanyut dalam emosi yang dia bawa. Ketika dia marah, kamu ikut kesal; ketika dia sedih, kamu ingin memberinya pelukan.
Di sisi lain, ada juga Ji Chang-wook yang memukau lewat aksi laga di 'Healer' atau drama romansa seperti 'Lovestruck in the City'. Dia bukan hanya mahir dalam adegan fisik, tapi juga bisa mengekspresikan kerentanan karakter dengan sangat alami. Drakor memang punya banyak bintang dengan talenta luar biasa, tapi dua nama ini selalu berhasil membuatku terus menanti karya mereka berikutnya.
Ada satu karakter yang bikin gemas sekaligus betah ditonton di drama Korea akhir-akhir ini: CEO Kang Joonho dari 'The Cruelty of Office'. Bayangkan kombinasi suits tailored perfect, tatapan dingin kayak laser, dan kebiasaan nge-gaslight bawahannya dengan senyum sinis. Tapi justru di balik sifat arogansinya yang over-the-top, terselip vulnerability yang bikin penonton curious. Misalnya, adegan dia marahin staff karena kopinya kurang panas, tapi di sisi lain terlihat foto keluarga yang sengaja disembunyikan di laci meja. Drama ini pinter banget bikin kita benci-tapi-kepo sama complexity karakternya.
Yang bikin menarik, aktornya (Park Hyungsik) berhasil bikin CEO ini jadi tiga dimensi—bukan sekadar villain flat. Gestur kecil kayak jentikan jari atau cara dia adjust cufflink jadi signature move yang iconic. Lucunya, banyak netizen malah bikin meme dari adegan-arogan dia sambil ngetag temen kantor, 'Jangan kayak bosku dong!'