Kalau cari CEO paling arogan versi 2024, Lee Minhyuk di 'Shark Tank Korea' remake series jadi juaranya. Karakter ini tuh walking red flag with a Gucci belt—selalu ngomong sambil merendahkan, gestur kayak lagi ngasih ampun, dan punya kebiasaan nge-interrupt orang pake 'Let me stop you there...'. Tapi entah kenapa, charisma-nya bikin susah berpaling dari layar. Adegan dia walk out dari meeting penting cuma karena ruangannya 'terlalu biru' udah jadi bahan obrolan di TikTok sampe 10 juta views. Kerennya, drama ini nggak cuma manfaatin stereotip 'CEO jahat' tapi kasih layer dengan showing his obsessive perfectionism—even the way he arranges pens on his desk is borderline ritualistic.
Baru selesai maraton 'Golden Empire' dan langsung jatuh cinta-benci sama CEO Shin Yool. Karakter ini tuh epitome of 'rich kid arrogance' dengan sentuhan psikopat ringan. Bayangkan: dia bisa memecat orang sambil senyum manis, lalu ngopi santai di rooftop sambil liat kota dari ketinggian. Tapi penulis nggak cuma kasih dia sifat jahat doang—ada flashback masa kecil yang traumatik bikin kita rada ngerti (tapi nggak membenarkan) sikapnya sekarang.
Yang kocak, aktor Choi Daniel bikin gerakan-gerakan kecil kayak usap jam tangan Rolex atau ekspresi 'nauseated' setiap lihat sesuatu yang kurang perfect jadi meme material. Adegan paling legendary? Pas dia nge-hack komputer competitor sambil dengerin Mozart, terus ketawa dikit. Fans di forum-forum pada debat: ini karakter sebenernya brilliant atau justru mentally unstable?
Ada satu karakter yang bikin gemas sekaligus betah ditonton di drama Korea akhir-akhir ini: CEO Kang Joonho dari 'The Cruelty of Office'. Bayangkan kombinasi suits tailored perfect, tatapan dingin kayak laser, dan kebiasaan nge-gaslight bawahannya dengan senyum sinis. Tapi justru di balik sifat arogansinya yang over-the-top, terselip vulnerability yang bikin penonton curious. Misalnya, adegan dia marahin staff karena kopinya kurang panas, tapi di sisi lain terlihat foto keluarga yang sengaja disembunyikan di laci meja. Drama ini pinter banget bikin kita benci-tapi-kepo sama complexity karakternya.
Yang bikin menarik, aktornya (Park Hyungsik) berhasil bikin CEO ini jadi tiga dimensi—bukan sekadar villain flat. Gestur kecil kayak jentikan jari atau cara dia adjust cufflink jadi signature move yang iconic. Lucunya, banyak netizen malah bikin meme dari adegan-arogan dia sambil ngetag temen kantor, 'Jangan kayak bosku dong!'
2026-07-10 23:15:20
4
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
CEO yang Kubayar Setelah Semalam
Atika
0
401
Setelah mabuk di pesta kantor, Kilaara tanpa sengaja melakukan one night stand dengan pria asing yang ternyata adalah CEO perusahaan tempatnya bekerja—Adrian Sachdev.
Merasa itu hanya kesalahan semalam, Kilaara kabur begitu saja sambil meninggalkan uang “ongkos pulang”, tanpa tahu bahwa pria yang ia tiduri adalah bos besar paling perfeksionis dan arogan di perusahaan.
Sementara Adrian, duda dingin yang sudah bertahun-tahun menutup hati sejak kematian istrinya, justru terobsesi mencari wanita yang berani memperlakukannya seperti gigolo murahan.
Dan ketika mereka akhirnya bertemu kembali di kantor… Adrian sadar satu hal bahwa wanita yang membuatnya gila semalaman itu adalah bawahannya sendiri.
Luna sudah cukup dewasa untuk memulai sebuah hubungan serius dengan seorang pria, tetapi Luna terlalu sibuk menghidupi dirinya sendiri. Hingga suatu hari, Luna yang bekerja sebagai pelayan hotel, bertemu dengan seorang CEO misterius bernama Dominik. Bagi Luna, Dominik adalah pria dengan sejuta pesona yang sanggup membuat tubuhnya bergetar hebat. Sementara bagi Dominik, Luna adalah perempuan yang berhasil membuat sesuatu dalam diri Dominik bangkit dan meminta untuk dipuaskan. Meskipun sudah memiliki frekuensi yang sama, keduanya ternyata tidak bisa bersatu dengan mudahnya. Karena suatu hari, Luna mendapati sebuah fakta yang menyakitkan. Selama ini ada sosok lain yang Dominik lihat dari dirinya, semua cinta yang ia terima dari Dominik hanyalah perasaan semu semata.“Sebenarnya, selama ini kamu melihatku sebagai siapa?”—Luna Hedva“Apakah itu masih penting? Toh, kita sudah berbagi ranjang, berbagi gairah, hingga berbagi klimaks.”—Dominik Yakov
Arina seorang dokter bedah umum yang sedang patah hati karena Nanda--pacarnya--selingkuh dengan sahabatnya memilih pergi ke kampung halaman neneknya untuk mengobati perasaannya yang terluka dengan menjadi dokter di sebuah rumah sakit di sana.
Suatu hari warga di sana membawa seorang pria yang terluka ke rumah Arina untuk diberikan pengobatan. Arina pun merawat luka pria itu dan memberikan tempat tinggal untuknya. Namun, warga tidak setuju melihat Arina dan pria bernama Yudhi itu memaksa mereka untuk menikah. Mereka pun menikah secara siri. Satu bulan kemudian Yudhi yang ternyata seorang CEO harus kembali ke Jakarta untuk menyelidiki siapa yang telah berusaha untuk membunuhnya. Arina dan Yudhi pun berpisah tanpa tahu jika dia telah meninggalkan janin di rahim Arina.
Satu bulan kemudian Arina kembali ke Jakarta atas permintaan sang Ayah. Dia pun bertemu kembali bersama Yudhi. Apakah pertemuan itu akan menyatukan Arina dan Yudhi kembali? Sementara itu Arina harus bertemu lagi dengan Nanda sang Mantan pacar Arina yang berselingkuh merupakan siangan bisnis Yudhi.
“Jadi istri keduaku, lahirkan anak untukku. Maka hidupmu akan kucukupi.”
**
Bayu Ganesha Atmaja, seorang pria berusia 32 tahun, baru saja menerima kenyataan pahit tentang istrinya, Nadya. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter memastikan bahwa Nadya tidak dapat memiliki anak.
Kabar tersebut menghancurkan harapan Bayu untuk memiliki keturunan, membuatnya merasa putus asa dan pasrah.
Namun, takdir mempertemukannya dengan Jihan Larasati, seorang wanita berusia 25 tahun yang tengah dilanda kesulitan besar. Adiknya, Bastian, membutuhkan dana besar untuk operasi ginjal yang rusak.
Bayu akan memenuhi kebutuhan Jihan asalkan wanita itu mau menikah dengannya dan melahirkan anak untuknya.
Akankah Jihan menerima tawaran menggiurkan itu?
Alina Kana hanyalah seorang gadis biasa. Ia terlahir di keluarga biasa yang bercita-cita membuat toko roti dengan namanya sendiri. Demi mencapai harapannya, ia bekerja banting tulang untuk mengumpulkan uang menjadi seorang cleaning service di salah satu perusahaan besar. Namun sepertinya, ia harus siap mengubur mimpi itu ketika tidak sengaja mengotori kemeja CEO tempat perusahaannya bekerja. Tidak bisa! Alina harus mencegah CEO itu memecatnya, meskipun itu berarti harus menjadi asisten pribadi di rumah pria arogan itu.
Setelah kembarannya mendadak hilang karena menolak dijodohkan, Aluna terpaksa menuruti sang ayah untuk menjadi pengantin CEO kaya raya bernama Angga Wijaya Kusuma. Hanya saja, Aluna sendiri pun ternyata tak sanggup! Di hari pernikahan, Aluna memutuskan untuk kabur.
Namun siapa sangka, Aluna justru berada dalam satu mobil dengan Angga, calon pengantin laki-lakinya?! Lantas, bagaimana nasibnya sekarang?
Drama Korea terbaru yang sedang ramai dibicarakan memang seringkali menampilkan dinamika hubungan yang kompleks, terutama dari sudut pandang tokoh CEO. Salah satu contoh menarik adalah 'Queen of Tears', di mana Hong Hae-in (diperankan oleh Kim Ji-won) menjadi istri dari Baek Hyun-woo (Kim Soo-hyun), seorang CEO dengan lika-liku kehidupan pernikahan yang dramatis. Kim Ji-won berhasil memerankan karakter kuat dengan emosi yang dalam, membuat penonton terkesima dengan chemistry-nya bersama sang suami.
Yang bikin gregetan, konflik mereka justru muncul dari perbedaan kelas sosial dan tekanan keluarga. Tapi justru di situlah keindahan ceritanya—bagaimana mereka berusaha mempertahankan cinta di tengah badai. Kalau kamu suka rollercoaster emosi, drama ini worth to banget ditontin!
Baru-baru ini, drama Korea 'Queen of Tears' yang tayang di tvN benar-benar mencuri perhatian, terutama berkat penampilan memukau Kim Ji-won sebagai Hong Hae-in, CEO grup department store Queens. Karakternya yang dingin namun penuh kompleksitas ini diperankan dengan begitu sempurna oleh Ji-won, membuatnya jadi sorotan. Aku pribadi selalu terpukau dengan cara dia menghidupkan peran-peran kuat—dari 'Fight For My Way' sampai 'My Liberation Notes', tapi di sini dia benar-benar naik level dengan aura CEO-nya yang elegan sekaligus vulnerable.
Kim Ji-won berhasil membuat Hong Hae-in jauh dari sekadar 'CEO cantik' klise. Ada kedalaman emosi dalam setiap tatapan dan gesture-nya, terutama dalam adegan-adegan flashback masa kecil atau konflik pernikahannya dengan Kim Soo-hyun. Kostumnya yang selalu on point—blazer tailored, dress feminin dengan sentuhan androgini—memperkuat image karakter ini. Uniknya, meskipun Hae-in awalnya terkesan antagonistik, Ji-won memberi nuansa humanisasi yang bikin penonton akhirnya rooting untuknya.
Yang kusuka dari drama ini adalah bagaimana mereka tidak menjadikan Hong Hae-in sekadar 'token strong female character'. Latar belakang keluarga chaebol-nya, trauma masa kecil, sampai perjuangan melawan penyakit langka membuat karakternya multidimensional. Kim Ji-won bahkan belajar dialek regional untuk adegan flashback—detail kecil yang menunjukkan komitmennya. Buat yang belum nonton, worth banget ditontahin demi chemistry-nya dengan Soo-hyun dan character development-nya yang bikin meleleh di episode-episode akhir.
Ada satu adegan di 'The World of the Married' yang bikin aku nggak bisa move on: ketika CEO Park In-gyu, diperankan oleh Park Hae-joon, dengan ekspresi datar tapi mata penuh ancaman bilang, 'Aku nggak akan cerai.' Itu momen dimana kamu tahu konflik emosionalnya nggak cuma soal perselingkuhan, tapi pertarungan ego dan kontrol. Karakternya itu bener-bener representasi 'power cold'—dinginnya calculated, bukan karena lack of emotion, tapi karena terlalu banyak emotion yang dipendem.
Yang bikin menarik, drama ini nggak cuma hit-and-run soal konflik rumah tangga. Latar belakang Park In-gyu sebagai CEO yang obsesif dengan image dan kontrol bikin dinamika penolakan cerainya jadi lebih kompleks. Ada scene where dia dengan santai minum whisky sambil merancang strategi hukum untuk menjerat istrinya—itu yang bikin merinding. Nggak heran adegan ini jadi bahan diskusi panas di forum-forum penggemar K-drama.
Drama Korea terbaru yang sedang ramai dibicarakan memang seringkali menghadirkan karakter CEO posesif dengan dinamika hubungan yang kompleks. Salah satu contoh menarik adalah karakter Kang Ji-won di 'Marry My Husband', di mana istri CEO yang posesif digambarkan melalui sosok Park Min-young. Karakternya begitu kuat, menggambarkan perjuangan perempuan dalam menghadapi tekanan sosial dan ekspektasi dari pasangan yang dominan. Drama ini berhasil menyajikan konflik emosional yang dalam, dengan adegan-adegan penuh ketegangan yang bikin penonton ikut merasakan gejolak hati sang istri.
Di sisi lain, ada juga drama 'The World of the Married' yang menampilkan Kim Hee-ae sebagai Ji Sun-woo, istri dari CEO yang posesif dan manipulatif. Karakter ini begitu memukau karena kedalaman emosional dan kekuatan perempuan dalam menghadapi pengkhianatan. Drama-drama semacam ini selalu berhasil menarik perhatian karena menggali sisi humanis dari kehidupan para elit, sambil menyelipkan kritik sosial tentang kekuasaan dan hubungan yang tidak sehat.