Kalau mau yang lebih kontemporer, coba cek 'Perahu Kertas' karya Dee Lestari. Salah satu karakter utamanya, Kugy, punya pacar yang super controlling dan arogan. Walaupun bukan tentang perceraian langsung, dinamika hubungan mereka bikin gregetan dan akhirnya Kugy memilih untuk pergi. Aku appreciate bagaimana novel ini menunjukkan bahwa toxic relationship bisa terjadi di berbagai tahap hubungan, bukan cuma dalam pernikahan.
'Rectoverso' karya Dee Lestari juga worth mentioning. Ada bagian cerita tentang pasangan menikah dimana sang suami punya sifat dictator banget dalam rumah tangga. Endingnya si istri memilih untuk keluar dari pernikahan yang membuatnya tertekan. Yang keren, novel ini dikemas dalam format unik antara prosa dan puisi, jadi bacaannya nggak monoton.
Ada satu novel lokal yang cukup mengena buatku, judulnya 'Antara Aku dan Dia' karya Riawani Elyta. Ceritanya menggambarkan perjuangan seorang istri menghadapi suami yang egois dan manipulatif, sampai akhirnya memutuskan untuk bercerai. Yang bikin menarik, penulis nggak cuma fokus di drama perpisahannya, tapi juga bagaimana si tokoh utama belajar mencintai diri sendiri lagi.
Aku personally suka banget sama perkembangan karakter perempuan di sini. Dari yang awalnya selalu nunduk-nundukin keinginan suaminya, perlahan dia menemukan suaranya sendiri. Novel ini juga nggak terlalu berat, cocok buat yang pengen baca kisah relatable tapi tetap ada depth-nya.
Pernah baca 'Pulang' karya Leila S. Chudori? Meskipun bukan fokus utama, ada subplot tentang pernikahan toxic yang berakhir cerai. Tokoh suaminya digambarkan sebagai sosok yang arogan banget, merasa selalu benar, dan suka merendahkan pasangannya. Aku suka cara penulis menyelipkan kritik sosial tentang relasi gender dalam masyarakat kita tanpa terkesan menggurui.
2026-07-12 05:22:36
1
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Perceraian Suami yang Angkuh
Gesha
10
10.8K
Novel ini membawa kita kisah tentang pasangan yang menikah untuk jangka waktu tertentu. Pria tidak memiliki keterikatan emosional terhadap pasangan wanita. Baginya, dia hanyalah tubuh yang bisa dia gunakan kapan saja dia mau.
Gadis di sisi lain menandatangani kontrak pernikahan dan awalnya berpikir bahwa dia akan dapat menarik pria itu pada akhirnya. Tiga tahun telah berlalu dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dia berhasil dalam rencananya.
Dengan hanya satu tahun tersisa dalam kontrak pernikahan yang akan berakhir. Titik perceraian mendekat lebih cepat dari yang dia kira. Karena konsepsi anak-anak dilarang keras menurut kontrak, pilihan untuk gadis itu terbatas.
Pria dengan penampilan tampan dan aurora yang kuat menunjukkan sikap dingin terhadapnya. Pasca tiga tahun, tidak ada kehangatan dalam kata-kata atau perilaku sama sekali. Setelah jangka waktu berakhir, mereka akan berpisah.
Saat ini, gadis itu tidak memiliki hak atas harta dan uang dari pria yang berkuasa dan kaya ini. Setelah hubungan putus, kondisinya akan semakin jauh. Suami yang menyendiri akan melupakannya untuk selamanya.
Dimulai dari sebuah ketukan dini hari. Seorang lelaki menyampaikan berita pada Hening. Bagaimana perasaanmu jika seseorang datang dan menyampaikan kabar, "Suamimu kena grebek di rumah wanita desa sebelah!"
Marah? Kecewa? Tak percaya? Sedih? Semua perasaan itu menjadi satu di hati Hening. Rumah tangganya yang telah dibina selama puluhan tahun hancur.
Bagaimana sikap Hening kemudian, bagaimana keputusannya? Memaafkan atau malah meninggalkan sang suami pilihannya?
Ikuti terus kisah ini, jangan lupa siapkan tisu.
Semua orang menyebut Nara bodoh karena bertahan dalam pernikahan tanpa cinta.
Menikah dengan seorang pria dingin yang hanya menganggapnya sebagai kewajiban, Nara hidup dalam hinaan, pengabaian, dan luka yang tak pernah terlihat.
Ia berusaha menjadi istri yang baik, berharap suatu hari cinta akan tumbuh. Namun yang ia dapatkan justru pengkhianatan dan kata-kata kejam.
Hingga suatu hari, Nara memilih pergi tanpa membawa apa pun selain harga diri yang tersisa.
Saat pria yang selalu meremehkannya sadar bahwa hidupnya hancur tanpa wanita yang ia sebut “istri bodoh”…
Penyesalan itu datang terlambat.
Semua berawal dari pengkhianatan suamiku, ia menghadirkan duri dalam rumah tangga kami. Pernikahan yang sudah berjalan selama 5 tahun tersebut di paksa berakhir, lantaran aku memutuskan untuk bercerai. Bukan tanpa alasan, selama masih bisa melawan, kenapa aku harus diam. Belum lagi, rahasia demi rahasia yang disembunyikan Iparku terbongkar. Sanggupkah diri ini bertahan? Menata serpihan hati yang berhamburan, atau justru sebaliknya?
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan
Reva Chazep
0
18.3K
Raisa adalah istri yang sempurna di mata tetangga: cantik, anggun, dan selalu tersenyum saat menyiram bunga di pagi hari. Tapi di balik senyumnya, tersembunyi tubuh yang meronta-ronta dalam sunyi.
Suaminya, Dimas, pria mapan yang setia pada pekerjaannya... lebih setia pada layar laptop daripada menyentuh istrinya sendiri.
Saat Aldo, tetangga muda di sebelah rumah, mulai mengobrol ringan dan menawarkan bantuan kecil, Raisa tak menyangka dirinya akan terjun begitu dalam pada lembah yang panas dan membakar.
Satu sentuhan berubah menjadi ciuman.
Satu ciuman berubah menjadi malam tanpa batas.
Dan dari sanalah segalanya berantakan.
Di antara kebohongan, hasrat, dan rahasia yang mengancam terbongkar, Raisa harus memilih: bertahan dalam rumah tangga dingin yang memenjarakan… atau terbakar oleh keinginan yang tak bisa lagi ia kendalikan.
Tapi, ketika kebohongan mulai berlapis, dan cinta mulai menipu diri sendiri… siapa yang sebenarnya mengkhianati siapa?
Dalam "Gelombang Dendam Sang Istri" seorang wanita kuat menemukan pengkhianatan suaminya yang merajalela. Terpuruk oleh kehancuran yang disebabkan suaminya dan selingkuhannya, wanita ini tak menyerah. Dengan kebangkitan yang menakjubkan, dia memeluk dendamnya. Hingga dia mencoba bangkit dan berusaha merebut kembali takhta yang dirampas oleh mereka.
Ada satu novel lokal yang bikin aku terkesan banget soal kehidupan setelah perceraian, judulnya 'Laut Bercerita' karya Leila S. Chudori. Meski bukan fokus utama, subplot tentang perceraian dan bagaimana karakter utamanya membangun kembali hidupnya itu digarap dengan sangat manusiawi. Aku suka cara penulisnya nggak menggurui, tapi menyajikan proses healing yang realistis—mulai dari fase marah sampai akhirnya menerima.
Yang bikin lebih dalam lagi, ceritanya dikemas dengan latar belakang sosial politik Indonesia, jadi nggak cuma sekadar drama rumah tangga. Bagian dimana si tokoh utama belajar mencintai diri sendiri lewis traveling solo ke pulau terpencil itu somehow relate banget buat yang pernah mengalami heartbreak besar.
Pernah menemukan cerita tentang pengkhianatan yang bikin hati miris tapi sulit berhenti membacanya? Ada satu novel lokal yang mengangkat tema ini dengan cukup dalam, judulnya 'Sembilu di Ujung Senja'. Berkisah tentang perempuan bernama Laras yang dikhianati suaminya sendiri, lalu dipaksa menikahi pamannya demi 'menjaga nama baik keluarga'. Yang bikin greget, konfliknya bukan cuma soal romansa tapi juga tekanan sosial dan budaya.
Penulisnya berhasil menggambarkan sakitnya pengkhianatan lewat detail-detail kecil seperti cincin nikah yang sengaja dibiarkan tergantung di pegangan pintu oleh sang suami. Adegan ketika Laras harus menghadapi paman yang ternyata menyimpan perasaan sejak lama benar-benar bikin merinding. Novel ini unik karena tak cuma hitam putih - karakter suami dan paman punya latar belakang kompleks yang membuat pembaca kadang kebingungan antara marah atau kasihan.
Ada beberapa novel yang mengangkat tema perceraian dengan sentuhan keindahan dalam kesedihannya. Salah satu yang paling menyentuh menurutku adalah 'Pachinko' karya Min Jin Lee. Meski bukan fokus utama, perceraian salah satu karakter digambarkan sebagai pintu menuju pertumbuhan diri yang pahit namun necessary. Yang menarik, novel ini menunjukkan bagaimana perpecahan keluarga justru memberi ruang untuk redefinisi identitas.
Kalau mau yang lebih spesifik, 'The Divorce' karya César Aira dari Argentina itu unik banget. Alurnya absurd tapi justru karena itu ia berhasil menangkap sisi 'indah' dalam kekacauan emosi pasca-perceraian. Endingnya yang ambigu malah terasa seperti metafora bahwa perpisahan itu nggak selalu hitam-putih.
Ada nuansa yang sangat berbeda ketika membaca tentang kisah gay dalam novel Indonesia, terutama yang mengeksplorasi hubungan suami. Salah satu yang menarik perhatianku adalah bagaimana konflik batin dan tekanan sosial digambarkan dengan begitu detail. Karakter-karakter ini seringkali terjebak antara tuntutan keluarga dan keinginan untuk hidup jujur pada diri sendiri.
Beberapa novel menggambarkan pernikahan gay sebagai sesuatu yang tersembunyi, penuh dengan rahasia dan rasa bersalah. Namun, ada juga yang menampilkannya dengan lebih terbuka, menunjukkan perjuangan untuk mendapatkan penerimaan. Aku selalu terkesan dengan kedalaman emosi yang dihadirkan, membuat pembaca bisa merasakan betapa kompleksnya situasi mereka.