Kontrak Pernikahan dengan Bosku
“Bunda tahu seperti apa rasanya menikah karena sebuah perjodohan. Bedanya kalau dulu, ayah dan Bunda sama-sama masih lajang, sementara status suamimu adalah seorang duda beranak satu pula. Kalau boleh jujur Bunda sebenarnya keberatan, tapi Bunda nggak bisa apa-apa. Semua kami lakukan demi kebaikanmu, Day. Bunda—”
“Aku bahagia kok, Bund,” timpal Daya tiba-tiba menyela perkataan bunda. “Lagian, aku dan mas Bagas nggak sepenuhnya menikah karena perjodohan. Sejak awal aku dan mas Bagas memang sudah ada rencana menikah, sebetulnya kami yang agak nggak menyangka kalau akan secepat ini.”