Nirwan Dewanto itu seperti chef yang memasak kata-kata menjadi hidangan sastra penuh kejutan. Aku paling suka esainya di 'Kota Tanpa Telur' yang membahas urbanisme dengan sudut pandang segar. Karyanya sering membuatku berpikir: ini sastra atau lukisan verbal? Salah satu puisinya yang pendek tentang lampu jalanan pernah bikin aku tersadar betapa sehari-hari pun bisa jadi puisi. Kelebihan Nirwan menurutku adalah kemampuannya mengangkat hal remeh-temeh jadi profound tanpa terkesan menggurui.
Dari semua penyair kontemporer Indonesia, Nirwan Dewanto termasuk yang paling berani bereksperimen. Aku menemukan 'Buli-Buli Lima Kaki' secara tak sengaja di perpustakaan—cover-nya sederhana tapi isinya meledak-ledak. puisinya tentang pasar tradisional di halaman 23 masih melekat di kepala: gambaran bau, suara, dan warna yang hidup sekali. Yang kudengar, dia juga aktif di dunia teater, dan pengaruhnya terasa dalam dramaturgi kata-kata puisinya.
Pernah dengar nama Nirwan Dewanto dalam diskusi sastra di kafe buku favoritku? Aku langsung penasaran dan menyelami karyanya. Dia salah satu penyair dan esais Indonesia modern yang karyanya sering memadukan kompleksitas bahasa dengan refleksi filosofis. Salah satu bukunya, 'Buli-Buli Lima Kaki', menggebrak dengan metafora yang tak biasa—seperti menggambarkan kota sebagai tubuh yang bernafas. Aku suka bagaimana dia bermain dengan ritme kata-kata, membuat setiap baris terasa seperti puzzle yang memuaskan saat terpecahkan.
Di 'Jaring-jaring Elelas', karyanya yang lain, Nirwan mengeksplorasi batas antara realitas dan imajinasi. Ada satu puisi tentang laut yang kubaca tiga kali karena tiap kali memberiku perspektif baru. Gaya tulisannya itu... seperti menari di tepi jurang makna, kadang bikin pusing tapi selalu memikat. Buat yang suka sastra eksperimental, karyanya wajib dicoba.
Aku ingat pertama kali menemukan puisi Nirwan Dewanto di antologi sastra kampus—langsung terpana. Penyair kelahiran 1961 ini unik karena latar belakang arsitekturnya sering muncul dalam karya-karyanya. 'Ornaments of Life' misalnya, penuh dengan imagery struktur bangunan yang dijadikan simbol kehidupan. Gaya bahasanya padat tapi puitis, seperti arsitektur kata-kata. Kumpulan puisinya 'Parakitri' juga layak dibaca, terutama untuk yang menyukai permainan linguistik dan intertekstualitas.
2025-11-30 11:23:45
23
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Kembalinya sang Dewa Perang
Imgnmln
9.6
743.7K
Nathan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena tuduhan pembunuhan seorang pewaris kaya raya, disaat itulah dia menyadari telah dijebak oleh sang kekasih yang ternyata mengkhianatinya dan pergi dengan pria lain.Lima tahun kemudian, dia keluar dari penjara dengan identitasnya yang baru. Tidak ada yang tahu siapa Nathan sebenarnya, dan dengan dendam membara yang dipikul olehnya selama lima tahun, dia akan membalas orang-orang yang telah menjebak dan mengkhianatinya!
Demi melindungi Mawar dari pelecehan, Dhana yang memiliki keterbelakangan mental dipukuli oleh Anton dan dilempar ke dalam Gua Iblis yang terkenal mengerikan. Menurut legenda, gua itu ditinggali oleh sesosok iblis. Namun, ternyata iblis itu tidak lain adalah Kaisar Dewa Teratai dari Alam Dewa!
Kaisar Dewa Teratai ingin meminta Dhana membantunya kembali ke Alam Dewa. Karena itu, dia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mewariskan semua ilmu dan kultivasinya kepada Dhana.
Setelah menerima warisan ini, Dhana memulai perjalanan untuk mengubah hidupnya.
Dia memiliki Jarum Neraka 18, yang mampu menghidupkan kembali orang mati dan membuat tulang belulang kembali berbalut darah dan daging.
Kemampuan bela dirinya kuat tak terbayangkan, mampu mengalahkan siapa pun.
Dia memiliki Mata Roh Teratai, yang memberinya kekuatan untuk melihat masa lalu dan masa depan seseorang.
Pemuda yang dulunya bodoh, kini berubah menjadi kaya dan tampan, naik langkah demi langkah menuju puncak kehidupan!
Satrio hanyalah anak kuli panggul dengan kemeja lusuh yang terbiasa dihina. Di kampus tempatnya berkuliah, ia adalah bayangan si miskin yang tak terlihat.
Namun, garis takdirnya berubah di lantai 9 gedung Shine Group. Sebuah liontin giok misterius pemberian sang Presdir, Aizar Surya Prambudi, jatuh ke tangannya.
Benda itu bukan sekadar perhiasan, ia adalah magnet yang menarik segalanya: kekuasaan, keberuntungan, dan wanita yang selama ini hanya bisa ia puja dari jauh.
Kini, Satrio bukan lagi pemuda yang dipandang sebelah mata. Tapi, sanggupkah ia mengendalikan kekuatan mistis yang mulai membakar gairah wanita-wanita di sekitarnya? Ataukah ia akan sepenuhnya tenggelam menjadi sang pemikat yang kehilangan hati nurani?
Ayahnya menghilang; Saudara lelaki satu-satunya mati bunuh diri. Thomas Mayo, Sang Dewa Perang, sudah kembali dan bersumpah akan membalaskan dendam keluarganya…
Setelah mendekam di balik jeruji besi selama lima tahun, Dirga Maharaja berlatih keras dan mempelajari berbagai ilmu perang dan ilmu medis dari seorang ahli yang juga berada di penjara. Dirga berhasil menjadi panglima perang tertinggi di Negara Naga, dengan keterampilan medis yang tak tertandingi. Namun, Di hari pertama dia dibebaskan dari penjara, Dirga dikhianati oleh istri tercintanya sendiri. Lebih tak disangka lagi, seorang wanita luar biasa dipertemukan takdir kepada Dirga dan menyatakan kesediaannya untuk menjadi pasangan hidupnya, serta membantunya menghadapi segala rintangan, sekalipun harus melawan seluruh dunia.Dirga bersumpah, dia akan menjadikan seluruh dunia ini menjadi tempat paling bahagia bagi wanita itu ....
Nada meminta bercerai karena Adi memberikan lebih banyak perhatian untuk istri kedua dan anak laki-lakinya. Adi yang masih cinta pada Nada berjanji untuk berubah dan akan berskap adil. Mampukan Adi melakukan hal itu dan membuat Nada mengurungkan niatnya untuk bercerai?
Ada sesuatu yang menyenangkan tentang menantikan karya baru dari seorang penulis favorit, bukan? Nirwan Dewanto selalu punya cara unik memainkan kata-kata, dan kabarnya dia sedang menyiapkan proyek baru. Dari obrolan di komunitas sastra online, sepertinya masih dalam proses penyempurnaan naskah. Biasanya butuh waktu 1-2 tahun sejak rumor pertama beredar sampai benar-benar terbit. Aku sendiri sering cek situs penerbit mayor seperti Gramedia atau media sosial pribadinya untuk update.
Terakhir kali ada wawancara di 'Kompas', dia menyebut sedang eksperimen dengan bentuk puisi-prosa hybrid. Mungkin buku berikutnya akan membawa terobosan gaya seperti itu. Yang jelas, karya-karya Nirwan selalu worth the wait—seperti 'Buli-Buli Lima Kaki' yang dulu juga lama ditunggu tapi akhirnya memukau.
Membaca karya-karya Nirwan Dewanto selalu membuatku terkesima dengan kedalaman bahasanya. Ya, dia memang pernah meraih beberapa penghargaan sastra penting. Salah satunya adalah Khatulistiwa Literary Award untuk kategori puisi pada tahun 2012 lewat karya 'Buli-Buli Lima Kaki'. Prestasi ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu suara sastra kontemporer Indonesia yang paling berbobot.
Selain itu, karyanya juga sering dibahas dalam diskusi sastra baik di dalam maupun luar negeri. Gaya penulisannya yang khas menggabungkan elemen lokal dengan universal, membuatnya memiliki tempat khusus di hati pecinta sastra. Pencapaiannya ini tentu menjadi inspirasi bagi banyak penulis muda yang ingin mengeksplorasi batas-batas kreativitas.