Membicarakan ending kisah asmara Dewy selalu bikin aku merenung tentang bagaimana lika-liku hubungan manusia bisa begitu kompleks. Dari yang sempat viral di media sosial, hubungan mereka awalnya terlihat seperti fairy tale—penuh romansa, perhatian, dan chemistry yang menggebu. Tapi ternyata, di balik layar, ada banyak dinamika yang enggak terekspos. Konon, mereka akhirnya memutuskan untuk berpisah karena perbedaan visi hidup yang enggak bisa dipertemukan. Dewy lebih memilih fokus pada karier dan pertumbuhan pribadi, sementara pasangannya ingin segera menetap. Sedih sih, tapi menurutku ini justru menunjukkan kedewasaan Dewy dalam mengambil keputusan. Kadang, mencintai seseorang berarti melepaskan mereka ketika jalan sudah enggak searah lagi.
Yang bikin kisah ini memorable buatku adalah bagaimana Dewy tetap elegan dalam menghadapi sorotan publik setelah breakup. Dia enggak saling menyalahkan atau cari sensasi, tapi justru membuka diri tentang pentingnya self-love. Aku respect banget sama cara dia memilih untuk belajar dari pengalaman ini dan menjadikannya bahan refleksi. Ending yang mungkin enggak sesuai ekspektasi fans, tapi sangat manusiawi dan relatable.