Peribahasa Minangkabau

Pulang Ka Bako
Pulang Ka Bako
Dinda tak menyangka, kunjungannya ke rumah kakak perempuan mendiang ayahnya akan berakhir perjodohan. Fahri—yang merupakan sepupu laki-laki Dinda— baru patah hati, dipaksa menikahi Dinda oleh ibunya. "Masa harus menikahi sepupu?" protes Fahri. "Dalam adat Minangkabau, pernikahan kalian ini adalah pernikahan yang ideal. Bagi Dinda pulang ka bako, kau pulang ka mamak," terang Emi ibunya Fahri.
10
122 Bab
Cinta Sepesukuan
Cinta Sepesukuan
Pertunangan dibatalkan karena Ridwan dan Kintani ternyata sepesukuan atau sesuku. Di dalam adat-istiadat Minangkabau, itu adalah pantangan tak boleh dilanggar. Berkaitan dengan itu, orang tua mereka ingin memisahkan Kintani dan Ridwan yang telah merajut jalinan kasih selama 2 tahun. Akankah cinta sejati Ridwan dan Kintani tetap bertahan? Atau sebaliknya putus ditengah jalan?
10
148 Bab
Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku
Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku
Bagaimana rasanya jika kita memiliki suami, mertua, adik ipar yang toxic? Seperti kisahnya Embun Hartawan. Don't Judge Book by it's Cover, Lempar Batu Sembunyi Tangan, Air Tenang Menghanyutkan, adalah peribahasa yang membenarkan dalam kisah rumah tangganya Embun. Belum lagi Embun harus dihadapkan dengan keluarga pasangan yang terlalu cinta harta, membuat mereka pelit. Tidak hanya itu, sifat pelit itu ternyata menurun kepada anaknya yang menjadi suami Embun, yaitu Toro Kusnadi. Peribahasa "Buah Tidak Jatuh Jauh dari Pohonnya" membenarkan dalam kisah Embun. Wajah polos dari suami Embun, mertua, dan iparnya menjadi senjata andalan mereka untuk berlindung dibalik topeng palsu itu. Ditambah lagi keluarga dari suami memiliki saudara angkat yang menjadi sendok dalam rumah tangga Embun. Kerikil dalam rumah tangga Embun yang seolah melemparinya, semakin lama semakin berubah hingga kerikil-kerikil kecil menjadi Batu yang semakin besar, yang terus menghantam rumah tangganya. Bagaimana akhir kisah cinta Embun? Apa sajakah bentuk dari batu yang menghantam rumah tangga Embun? Apakah dirinya akan sanggup mempertahankan rumah tangganya? atau merelakan rumah tangganya hancur?
Belum ada penilaian
7 Bab
Menjadi Istri Kedua Setelah Lari Dari Pertunangan
Menjadi Istri Kedua Setelah Lari Dari Pertunangan
Hidup Nur bagaikan peribahasa 'keluar dari mulur harimau, masuk ke mulut buaya'. Dalam pelariannya setelah bertunangan dengan juragan desa bernama Surya, Nur malah terlibat kejadian yang menyebabkan dirinya harus menjadi istri kedua dari pengusaha arogan bernama Bryan. Kelak, Nur harus melahirkan seorang anak untuk Bryan dan istrinya yang cantik jelita bernama Diana. Akahkah nasib berpihak pada Nur dalam menjalani perannya sebagai seorang pengganti? Atau dirinya justru kembali pada Surya yang sejak dulu selalu menyimpan rasa padanya?
Belum ada penilaian
13 Bab
Kubeli Harga Dirimu, Mas!
Kubeli Harga Dirimu, Mas!
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, peribahasa yang menggambarkan Gendis Padmawati. Ia diselingkuhi sang suami dan jika menuntut bercerai harus membagi harta gono gini. Memang laki-laki bernama Reyhan Atmajaya tidak tahu diri. Reyhan menutut sepertiga dari harta yang dimiliki Gendis selama lima tahun pernikahan mereka. Lantas, apakah Gendis akan memberikan uang dan harta lainnya atau sebaliknya? Namun, kenyataannya, Reyhan kesulitan saat berpisah dari Gendis. Lalu, apa yang sebenarnya dilakukan oleh Gendis?
Belum ada penilaian
41 Bab
BAYI MILIARDER (A Baby Billionaire)
BAYI MILIARDER (A Baby Billionaire)
Ghea tak menyangka kenakalannya akan mendatangkan bencana, di suatu malam saat berpesta bersama teman-temannya, dia dicekoki obat perangsang sampai tak sadar menghabiskan malam bersama seorang pria. Meskipun dekat dengan dunia malam, Ghea belum pernah sama sekali melakukan hubungan suami istri dengan pria manapun, sampai pada malam itu dimana Daniel merenggut kesuciannya. Sebagai seorang artis peran sekaligus penyanyi, Ghea sangat pandai menjaga citra baiknya di depan kamera. Nahas baginya, one night stand itu membuahkan nyawa baru dalam dirinya. Dalam kebimbangannya, Ghea memutuskan mundur dari dunia yang membesarkan namanya. Hingga, Daniel datang dan berkata bahwa ingin bertanggung jawab menikahinya.“Apa kamu sudah gila? Kamu pasti hanya ingin popularitas karena aku seorang artis ternama,” tuduh Ghea.“Hei Nona, apa kamu bercanda? nol koma satu persen dari hartaku saja bisa membeli stasiun TV dan agensimu,” ucap Daniel dengan sombongnya.
10
87 Bab

Peribahasa 'Jauh Panggang Dari Api Artinya' Relevan Di Budaya Mana?

5 Jawaban2025-10-21 23:28:55

Baru saja aku mengingat percakapan di warung kopi tentang pepatah 'jauh panggang dari api'—dan selalu menarik melihat betapa nyamannya ungkapan ini di lidah banyak orang. Dalam pandanganku yang agak nostalgia, pepatah ini paling relevan di budaya Indonesia dan Melayu; banyak keluarga di kampung menggunakan istilah ini untuk menertawakan janji-janji besar yang ujung-ujungnya meleset. Aku sering mendengar orang tua menasihati anaknya ketika rencana yang diemban ternyata terlalu muluk untuk kemampuan yang ada.

Selain itu, di kota-kota besar pepatah ini dipakai dalam obrolan santai tentang politik, proyek kerjaan, atau kencan yang tidak sesuai harapan. Bahasa sederhana dan gambaran visualnya—panggang yang jauh dari api—membuat kritik terdengar ringan namun menyakitkan. Aku merasa ungkapan ini juga menghubungkan generasi karena anak muda pun sering mengekspresikan kekecewaan mereka dengan cara yang mirip, walau kadang diubah menjadi meme.

Secara personal, aku suka pakai pepatah ini waktu menertawakan ekspektasi berlebih terhadap film atau game yang terlalu diiklankan. Intinya, budaya yang menghargai perumpamaan visual dan humor sarkastik akan merasa dekat dengan pepatah ini, dan di Nusantara pepatah itu hidup sehari-hari.

Apa Perbedaan Antara Bagaikan Pungguk Merindukan Bulan Artinya Dan Peribahasa Lain?

3 Jawaban2025-09-19 15:56:46

Dalam budaya kita, peribahasa 'bagaikan pungguk merindukan bulan' sering dipahami sebagai ungkapan rasa kerinduan yang mendalam terhadap sesuatu yang sangat jauh atau tidak terjangkau. Ketika kita mendengar ungkapan ini, biasanya langsung teringat akan cinta tak berbalas atau harapan yang tampaknya mustahil. Bayangkan pungguk, burung malam yang hanya bisa mengagumi bulan dari kejauhan, tidak pernah bisa menjangkau sang bulan. Ini menciptakan gambaran yang kuat tentang rasa putus asa dan kerinduan. Dengan cara ini, peribahasa ini bangkit dengan imajinasi, memicu rasa empati kita kepada mereka yang merasa terhalang oleh cinta atau impian yang sulit dicapai.

Namun, jika kita bandingkan dengan peribahasa lain, seperti 'air yang tenang menghanyutkan', terdapat nuansa yang berbeda. 'Air yang tenang menghanyutkan' berbicara tentang kekuatan yang tersembunyi di balik kesan kalem. Ini memberi tahu kita bahwa ada situasi di mana segala sesuatunya tidak selalu terlihat seperti yang tampaknya. Sementara 'bagaikan pungguk merindukan bulan' lebih tentang kerinduan dan harapan yang tak terwujud, yang tak bisa diraih. Menarik bagaimana mereka bisa saling melengkapi dengan cara yang berbeda, bukan?

Bagaimana Contoh Penerapan Peribahasa Padi Dalam Kehidupan Sehari-Hari?

3 Jawaban2025-12-02 22:49:26

Ada satu momen di sekolah dulu yang bikin aku tersadar tentang makna 'semakin berisi semakin merunduk'. Waktu itu ada senior yang juara olimpiade sains nasional, tapi sikapnya justru makin rendah hati. Malah sering ngebantuin adik kelas yang kesulitan belajar. Aku bandingin dengan beberapa teman yang baru dapat nilai bagus langsung sombong. Lucu ya, hidup itu kayak cermin—semakin kita berusaha jadi 'berisi', alam bawah sadar justru mengajarkan untuk lebih menghargai orang lain.

Di lingkungan kerja sekarang, prinsip ini juga sering aku temuin. Bos divisi yang paling berpengalaman justru paling sering bilang 'saya juga masih belajar'. Berbeda banget sama karyawan baru yang sok tahu padahal skillnya masih cetek. Peribahasa padi ini kayak alarm alami yang ngingetin: pencapaian bukan alasan untuk jumawa, tapi justru tangga untuk lebih memahami betapa luasnya dunia ini.

Bagaimana Kisah Siti Nurbaya Menggambarkan Tradisi Minangkabau?

3 Jawaban2025-10-31 09:40:21

Di halaman-halaman 'Siti Nurbaya' adat Minangkabau terasa hidup, seperti sedang diperdengarkan melalui percakapan di ruang tamu rumah gadang. Aku sekarang berumur tiga puluhan dan sering pulang kampung, jadi gambaran tentang rumah, aturan kekerabatan, dan tradisi turun-temurun itu mudah membangkitkan memori. Novel ini menampilkan sistem matrilineal — harta, garis keturunan, dan tempat tinggal cenderung mengikuti garis perempuan — tapi juga memperlihatkan ketegangan antara warisan budaya dan tuntutan laki-laki yang harus merantau mencari nafkah. Itu salah satu kontradiksi paling menarik: perempuan pegang harta, laki-laki jadi perantau dan pengambil keputusan publik.

Selain struktur keluarga, Marah Rusli menulis tentang peranan adat dan kepala adat yang punya pengaruh besar dalam hukum adat dan urusan pernikahan. Di sana terlihat bagaimana norma-norma kolektif sering menimpa pilihan pribadi; cinta dan kehendak individu bisa tertindas oleh kehendak keluarga besar atau tekanan sosial. Kekerasan simbolis adat—bukan selalu fisik, namun berupa tekanan moral dan kewajiban—membuat konflik cerita terasa tragis dan relevan.

Lebih dari sekadar penggambaran etnografis, aku merasa novel ini juga mengkritik kekakuan adat yang mengekang kebebasan anak muda. Tapi Marah Rusli tidak menggambarkan adat sebagai jahat sepenuhnya; ada sisi pelindung, kohesi sosial, dan estetika budaya yang kuat. Aku pulang dari bacaan itu dengan rasa campur aduk: kagum pada kekayaan tradisi, tapi juga sedih melihat bagaimana tradisi kadang jadi batu sandungan bagi cinta dan kehidupan pribadi.

Apa Arti Peribahasa Minangkabau 'Takuruang Nak Di Luar'?

3 Jawaban2025-12-12 22:16:05

Ada sesuatu yang lucu sekaligus dalam tentang peribahasa Minang ini. Bayangkan seekor ayam di dalam kandang yang justru mati-matian ingin keluar, padahal di luar sana mungkin ada elang atau hujan badai. Itulah gambaran 'Takuruang nak di luar'—keinginan untuk meraih sesuatu yang dianggap lebih baik di tempat lain, meski belum tentu lebih baik dari yang sudah dimiliki.

Dalam konteks kehidupan, seringkali kita mengidamkan pekerjaan, hubungan, atau status sosial yang 'tampak' lebih mentereng di luar, tanpa menyadari bahwa apa yang kita miliki saat ini mungkin adalah berkah terselubung. Aku sendiri pernah terjebak dalam fase seperti ini, terus membandingkan diri dengan pencapaian orang lain sampai akhirnya menyadari: rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tapi belum tentu lebih subur akarnya.

Peribahasa Minangkabau Apa Yang Cocok Untuk Menggambarkan Kerja Keras?

3 Jawaban2025-12-12 20:34:38

Ada satu peribahasa Minangkabau yang selalu membuatku merenung: 'Alah bakarih sakali bakilek, habih bakilek sakali bakarih.' Kalau diterjemahkan secara bebas, artinya 'Sudah berusaha sekali melihat, habis melihat sekali berusaha.' Ini menggambarkan betapa kerja keras itu seperti siklus—kita harus terus mengamati, belajar, lalu beraksi, dan proses itu berulang tanpa henti.

Aku ingat pertama kali mendengar peribahasa ini dari seorang teman yang berasal dari Sumatra Barat. Dia bercerita bagaimana neneknya selalu mengulang kalimat ini setiap kali melihatnya belajar sampai larut malam. Maknanya dalam menurutku bukan sekadar tentang fisik yang lelah, tapi juga tentang ketekunan mental. Kita harus 'melihat' (memahami) dulu sebelum 'berusaha' (bertindak), dan setelah bertindak, kita kembali 'melihat' hasilnya untuk memperbaiki langkah berikutnya. Sungguh filosofi yang dalam!

Siapa Pencipta Peribahasa Latin 'In Vino Veritas'?

4 Jawaban2025-12-18 04:05:43

Pernah dengar orang bilang 'in vino veritas' dan penasaran siapa yang pertama kali ngomong itu? Frasa ini sering dikaitkan sama Pliny the Elder, tapi sebenarnya udah muncul lebih awal dalam karya Alcaeus, penyair Yunani kuno. Lucu juga sih, frasa tentang 'kebenaran dalam anggur' ini umurnya lebih tua dari sebagian besar peradaban modern!

Yang bikin menarik, meski sering dianggap berasal dari Latin, konsepnya udah ada dalam budaya Yunani dulu. Erasmus juga mempopulerkan frasa ini di zaman Renaissance. Keren banget ya, bagaimana sebuah ungkapan bisa bertahan ribuan tahun dan tetap relevan sampai sekarang, apalagi buat kita yang suka ngobrol sambil minum wine.

Bagaimana Cara Menggunakan Peribahasa Mandarin Dalam Percakapan Sehari-Hari?

2 Jawaban2026-01-03 07:30:57

Ada sesuatu yang memukau tentang peribahasa Mandarin—bagaimana mereka bisa menyampaikan kebijaksanaan berabad-abad dalam beberapa kata saja. Dulu, aku sering bingung bagaimana memasukkan ungkapan seperti '千里之行,始于足下' (perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah) ke dalam obrolan biasa sampai aku menyadari konteks adalah kuncinya. Misalnya, ketika teman mengeluh tentang proyek besar yang menakutkan, mengutip peribahasa itu bisa memberi semangat tanpa terkesan menggurui.

Yang kusukai adalah fleksibilitasnya. '塞翁失马,焉知非福' (kuda tua kehilangan kuda, siapa tahu itu bukan keberuntungan) bisa dipakai untuk segala situasi yang tampaknya buruk—dari kehilangan pekerjaan sampai hubungan yang putus. Aku bahkan pernah menggunakannya untuk menghibur adik yang gagal ujian, dan itu membuatnya tersenyum karena menyadari setiap kemunduran bisa membawa hikmah. Kuncinya adalah memilih ungkapan yang resonan dengan emosi saat itu, bukan sekadar menjejalkan kutipan bijak secara acak.

Peribahasa Mandarin Apa Yang Cocok Untuk Motivasi Kerja?

2 Jawaban2026-01-03 06:43:31

Ada satu peribahasa Mandarin yang selalu menggema di kepalaku setiap kali rasanya semangat kerja mulai luntur: '千里之行,始于足下' (Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah). Bayangkan—setiap proyek besar, setiap target karier, bahkan mimpi paling gila sekalipun, harus dimulai dari tindakan kecil hari ini. Dulu aku sering terjebak overthinking, takut gagal sebelum mencoba, sampai akhirnya menyadari bahwa kemacetan terbesar justru ada di pikiran sendiri.

Peribahasa ini mengajarkanku untuk memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah konkret. Ketika sedang mengerjakan desain game indie, misalnya, alih-alih panik melihat daftar fitur panjang, aku fokus pada satu mekanik dasar dulu. Filosofi ini juga terasa mirip dengan konsep 'kaizen' dari Jepang—perbaikan terus-menerus melalui aksi kecil konsisten. Justru ketika berhenti menunggu 'waktu yang tepat' dan mulai melangkah, momentum itu muncul dengan sendirinya.

Peribahasa Mandarin Apa Yang Populer Di Film-Film Romantis?

2 Jawaban2026-01-03 06:09:46

Ada satu peribahasa Mandarin yang sering muncul di film romantis dan selalu bikin aku merinding: '有情人终成眷属' (yǒu qíng rén zhōng jiàn shǔ), yang artinya 'sepasang kekasih akhirnya bersatu'. Ini seperti mantra ajaib yang selalu jadi ending bahagia di film-film cengeng. Aku ingat pertama kali dengar ini di 'Crazy Rich Asians', waktu Rachel dan Nick akhirnya bisa bersama setelah segala drama. Peribahasa ini nggak cuma romantis, tapi juga punya filosofi dalam tentang kesabaran dan keyakinan dalam cinta.

Yang menarik, peribahasa ini sering dipakai sebagai simbol harapan. Di 'The Love Equation', si tokoh utama malah mentato kalimat ini di tangannya sebagai pengingat untuk nggak menyerah pada cinta sejati. Aku suka banget cara budaya Tionghoa merayakan ketekunan dalam hubungan, beda banget sama konsep 'love at first sight' ala Barat. Ini bikin aku mikir, mungkin hubungan yang tahan lama emang butuh perjuangan, bukan sekadar chemistry instan.

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status