Mag-log inAnjasmara, seorang putri patih kerajaan Majapahit, jatuh cinta pada seorang pemuda biasa. Damarwulan namanya, seorang lenjaga kuda di kediaman Lohgender. pepatah mengatakan bahwa cinta itu buta, atas nama cinta dia Anjasmara memutuskan untuk menikah dengan pemuda itu. Namun keberuntungan tidak berpihak padanya. Damarwulan yang amat dicintainya bukanlah pria setia. Pernikahan yang awalnya sangat ia dambakan, berubah menjadi mimpi buruk. Ia memohon pada dewa agar memberinya kesempatan sekali lagi. Dewa yang maha tinggi itu bersedia mengabulkan permohonannya. Namun dia tidak mendapatkan kehidupn keduanya begitu saja, kehidupam keduanya, dijalani oleh Asmara, reinkarnasi dari Anjasmara di dunia modern. Mampukah Asmara memperbaiki keadaan dan mendapat akhir yang bahagia? bisakah dia kembali ke kehidupannya yang dahulu?
view moreSeseorang meyiram wajahku dengan air. Aku mengerjap beberapa kali agar segera tersadar dari tidurku. Kurasakan kepalaku berputar hebat. Aku tahu arak ini telah tercampur dengan obat, tapi tidak pernah kusangka akan sekuat ini. Apa yang sebenarnya anak itu masukkan ke dalamnya."Dasar tidak berguna! Anjasmara pergi dan kau malah enak-enakan tidur!" seru sebuah suara menarikku ke dunia nyata."Tuan muda!" ujarku saat kesadaranku telah kembali."Katakan apa yang terjadi!" teriak Kumitir tepat di telingaku. Dia benar-benar berisik! Haruskah aku memukul wajahnya?"Kemarin sore, pengawal Ndoro ayu menawari saya arak ini. Setelah saya meminumnya, kesadaran saya menghilang. Apa maksud anda Ndoro ayu pergi?" ujarku berakting tidak tahu menahu atas pelarian Anjasmara."Gadis sialan! Aku menyuruhnya mengantar teh dan menghibur Anjasmara, tapi dia malah membawa adikku pergi!" ujar Seto murka."Ini salahku! Anjasmara pasti sangat ketakutan sampai memutuskan untuk pergi dari rumah. Seharusnya kita
Kami terus berkuda menembus malam tiga jam lamanya. Beberapa kali aku hampir kehilangan kesadaran karena kantuk yang mulai mengambil alih tubuhku."Ndoro! Sepertinya matahari akan segera terbit, sebaiknya kita istirahat sebentar di sini!" saran Tiwi karena khawatir dengan keadaanku."Apa Singasari sudah dekat?" tanyaku padanya dengan lemas.Awalnya kupikir perjalanan ini mudah, tapi begitu menjalaninya, aku tersadar bahwa perjalanan ini tidaklah mudah sama sekali. Berbeda dengan perjalanan menggunakan motor, menunggang kuda sangat menguras tenaga. Terlebih kekhawatiran akan keberadaan bandit. Karena wilayah ini, didominasi oleh pepohonan yang rindang. Tidak ada satupun rumah warga yang tampak di mataku.Jika di dunia moderen, seharusnya aku sudah sampai satu jam yang lalu, karena waktu yang dibutuhkan untuk berangkat dari Trowulan atau Mojokerto ke Singasari atau biasa disebut malang seharusnya hanya membutuhkan dua jam perjalanan."Kita sudah dekat Ndoro ayu, jika perkiraan saya bena
"Astaganaga!" teriakku tanpa sadar.Panik, takut dan khawatir menguasai diriku saat melihat Tiwi berdiri di depan pintu."Kenapa Ndoro ayu melompat keluar dari jendela? Kenapa barang-barang yang telah kita siapkan juga ada di luar?" tanya Tiwi dengan wajah curiga."Tiwi, ini tidak seperti yang kau pikirkan" ujarku asal. Kepalaku sibuk menyusun kata-kata yang tepat untuk menjelaskan keadaan ini."Sudah saya duga!" ujarnya lirih."Tapi Ndoro Ayu, anda tidak bisa pergi dari kediaman ini!" ujarnya lagi.Seketika kepalaku terasa kosong saat ia menodongku seperti itu. Aku segera memikirkan siasat untuk membujuknya. Bagaimana caranya? Haruskah aku menyogoknya dengan uang? Apa itu akan berhasil?"Anda tidak bisa pergi tanpa bantuan saya! Sebagai imbalannya, saya ingin anda membawa serta saya turut serta dalam pelarian!" ucapnya lagi membuatku bingung."Ke Kenapa kau ingin ikut aku? Kau punya kehidupan yang nyaman di sini" tanyaku dengan terbata-bata."Kehidupan nyaman yang saya rasakan sekara
"Kanjeng Ratu!" teriakku terkejut. "Tenang saja Anjasmara, ini tidak akan sakit" ujarnya sambil menyeringai. Dia terus melangkah ke arahku dengan bongkahan besi panas di tangannya. "Tolong bijaklah Kanjeng Ratu! Saya adalah putri dari Patih anda!" aku berusaha menyadarkannya. "Patih Lohgender tidak menyayangimu, jelas sekali aku melihat perbedaan perlakuannya terhadap kau dan dua saudara laki-lakimu! Dia pasti tidak keberatan dengan ini. Terlebih ini adalah keinginanku. kau tau? Patih selalu memberikan apa pun yang kumau!" ujarnya tenang. tidak diragukan lagi, ucapannya memang benar adanya. Patih Lohgender selalu melihat Kanjeng Ratu sebagai putrinya, jadi ia selalu menjunjungnya dan memanjakannya. Astaga aku memang sempat berpikir ini akan buruk, tapi tak pernah kusangka jika akan seburuk ini. "Dayang! Ambilkan besi panas dari dapur!" titahnya yakin. Para Dayang memang tampak ragu, tapi mereka tetap menuruti permintaan gila dari Ratu mereka. Habislah riwayatku, di dunia tanpa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.