As a non-native English speaker enjoying webnovels and manhwa, I sometimes struggle with tricky phrases like 'kata obvious'. The Cambridge Dictionary entry helped a bit, but I'm not entirely sure how characters or authors use it to hint at secrets or plot twists in stories.
It means something that's easily seen, recognized, or understood, like a glaring error or an undeniable fact. The Cambridge Dictionary entry will give you the precise definitions and usage examples, which is really handy for nailing down those subtle nuances in English. Speaking of clear examples, I recently started reading 'Making an Example Of' where the protagonist's entire life becomes a very public, deliberate lesson after a single mistake, making the consequences painfully obvious to everyone around them in a really tense corporate thriller setting. It's an interesting exploration of how perceptions are shaped.
Kalau diminta menjelaskan secara simpel, aku biasanya buka dengan definisi yang jelas: menurut kamus Cambridge, kata 'obvious' artinya sesuatu yang mudah dilihat, dimengerti, atau dikenali — intinya 'jelas' atau 'nyata'. Aku suka melihat kata ini sebagai lampu sorot pada sebuah fakta: kalau sesuatu obvious, hampir tidak perlu penjelasan panjang karena bukti atau tanda-tandanya terpampang nyata. Dalam bahasa Inggris, kamus itu juga menekankan penggunaan yang sangat umum: contoh kalimatnya seperti "It was obvious that she was tired" — bikin gambaran mental tanpa perlu banyak kata.
Dari pengalaman saya membaca dan mengoreksi teks, 'obvious' punya nuansa: bisa netral, sekadar menyatakan fakta yang jelas, tapi juga kadang terasa sedikit menghakimi kalau dipakai ke orang lain, seperti bilang "itu sudah jelas" ketika lawan bicara belum melihatnya. Aku sering menyarankan sinonim tergantung konteks — 'clear', 'evident', atau 'apparent' — karena masing-masing membawa warna berbeda. Pronunsiasi juga patut dicatat: Cambridge biasanya memberi varian British /ˈɒbviəs/ dan American /ˈɑːbviəs/.
Secara praktis, kalau aku mengajar atau memberi umpan balik, aku minta orang berhati-hati saat menulis 'obvious' agar tidak terdengar merendahkan. Tapi sebagai kata, dia sangat berguna untuk menandai hal-hal yang memang tidak perlu dipertanyakan lagi. Aku suka bagaimana satu kata sederhana ini bisa mempercepat komunikasi — dan kadang bikin perdebatan kecil juga, tergantung nada yang dipakai.
Aku kerap menyederhanakan: kata 'obvious' menurut kamus Cambridge berarti sesuatu yang sangat mudah dilihat atau dimengerti, jadi intinya ‘jelas’. Dalam praktik, aku suka melihat dua sisi penggunaan kata ini — satu sisi netral, dipakai untuk menyatakan fakta yang nyata; sisi lain bisa terasa menggurui jika diarahkan pada orang yang belum tahu.
Selain terjemahan langsung ke 'jelas' atau 'nyata', aku juga sering mengajarkan contoh sederhana seperti "It was obvious he had been crying" untuk menunjukkan konteks emosional, atau frasa seperti 'obvious choice' untuk pilihan yang tampak unggul. Saran praktisku: perhatikan nada bicara dan konteks formalitas. Di tulisan formal, kalau ingin lebih halus, pilih 'evident' atau 'clear' tergantung nuansa yang diinginkan. Aku suka bagaimana satu kata ini bisa cepat memberi arah dalam diskusi — dan itu selalu membuatku sedikit lega saat komunikasi jadi lancar.
Waktu aku sedang ngobrol santai dengan teman yang belajar bahasa Inggris, aku sering pakai contoh langsung: menurut kamus Cambridge, 'obvious' artinya 'mudah dilihat atau dimengerti' — pokoknya sesuatu yang nggak rumit untuk dikenali. Aku suka menambahkan terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia seperti 'jelas' atau 'nyata' supaya teman cepat tangkap. Kadang aku juga nunjukin contoh kalimat supaya terasa hidup: "The reason was obvious" — itu memberi gambaran langsung tentang penggunaan kata.
Dalam percakapan sehari-hari aku juga bilang bahwa nuansa kata ini penting. Kalau kamu bilang sesuatu 'obvious' ke seseorang yang belum ngeh, bisa kedengeran seperti 'kamu nggak sadar ya?'. Jadi aku anjurkan untuk peka: pakai 'obvious' kalau argumennya benar-benar terlihat atau kalau konteksnya netral. Sinonim yang sering kubahas juga 'clear' dan 'evident', yang kadang lebih lembut atau lebih formal. Dari sisi pembelajaran, Cambridge memberi definisi yang singkat dan padat, dan aku merasa itu cocok sebagai titik awal: pelajari contoh, dengarkan pronounsiasi, lalu perhatikan nada saat memakainya. Aku sendiri sering merasa puas ketika teman tiba-tiba 'mengerti' dan bilang, "Oh, jadi begitu!" — itu momen kecil yang bikin senang.
2025-11-11 16:08:22
8
すべての回答を見る
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
関連書籍
Akhiri Kisah Cinta Ku (Bahasa Malaysia)
UnguViolet
10
6.3K
Fayyadh Rizqi - Nur Qaseh Maisarah!!
Nur Qaseh Maisarah - Selamat tinggal Fayyadh!
Nur Qaseh Maisarah, nama seindah orangnya. Tetapi, nasib selalu tidak menyebelahinya. Dia selalu bernasib malang dalam bab percintaan.
Ammar Mukhriz - Qaseh, awak terlalu baik untuk saya.
Setiap lelaki yang datang dalam hidupnya bagaikan hanya sebuah persinggahan. Dia tidak jauh berbeza dengan hentian rehat di R&R.
Hafiz Amsyar - Saya akan jadi orang pertama yang akan datang meminang awak.
Setiap yang datang akan memberi harapan dan janji-janji yang belum pasti. Dia juga bodoh kerana terlalu cepat percaya. Padahal sudah banyak kali terkena.
Fidaiy - Qaseh, are you okay?
Iman - Will you marry me?
Kehadiran Fidaiy mencuit lagi hatinya. Sikap mengambil berat yang dipamerkan oleh lelaki itu membuatkan dia sentiasa rasa selamat.
Pada masa yang sama, teman lamanya kembali menghubungi dia dan menyatakan hasratnya yang sudah lama berputik.
Siapakah yang akan memiliki hatinya?
Pada siapakah yang harus dia percaya?
Adakah dia bakal menjadi tempat persinggahan untuk ke sekian kalinya?
Segalanya bakal terungkai di dalam “Akhiri Kisah Cinta Ku”.
Life was good until she saw his naked, chiseled, sculpted body, and that marked the beginning of her endless wet dreams about her boss. Like that wasn’t bad enough, he walks in on her moaning his name. To help his very horny and single and beloved secretary, Isaiah went down on his knees and worshiped her and oh my my did she taste like heaven.
With one taste of her and one taste of him, they found themselves wanting more and decided to be each other’s fuck buddy with no strings attached.
How long will they fuck each other without catching feelings?
Or are they already in love and too horny to see it?
The mysterious heir of the Ace Corporation Inc, Devian Ace, indeed the richest man in Asia, rather cold-blooded, found a young and beautiful girl, Arien, unconscious...
.
.
"Who are you ?.. Why are you here ?"
.
.
"I saved your life, you owe me, isn't it ?"
.
.
Little did they knew they had a long way to go...
.
.
Together!!!
°I welcome you to read my novel 'Unexpected Something'. You can enjoy a great love story of Devian and Arien and witness their never-ending love which is boundless of all superficial problems.
They've proved us that there is nothing above love in this world.
Starting from clashes to romance, let's witness their happy ending together...
So let the game of fire and ice begin...°
Ola, a psychotic girl hiding under a innocent's girl dress meets and falls in love with Romeo, a nerdy university lecturer with round glasses and an office bag that are always slanty on his broad shoulders.At first glance, Ola falls in love with Romeo but it seems a spark couldn't form between the two because Romeo likes the usual simple girls without secrets and Ola's personality did not count as simple.
Vada left her father's multi billion dollar mansion in Bridgeton to live alone in a developing City, Balor. She needed to take a break and try new things after the death of her mother which struck suddenly taking away her once beautiful life, she made new friends in Balor amidst her father's plea and that of her therapist amongst which is Karen Quagmire who trapped the innocent Vada in her promiscuous deadly loop. How would Vada respond to the truth that stared her right in the face but she was so absorbed in her new love life to notice?
Read this short severe story and find out what happened to the duo.
Suspense filled!
Apa jadinya kalau sebuah rumah tangga yang terlihat baik-baik saja ternyata penuh adegan sandiwara? Ketika suami serta sikap misterius mertua dan adik sepupu penuh tipu daya. Apa yang sebenarnya terjadi? Kisah drama rumah tangga Tiara yang dibanjiri air mata, tetapi juga diwarnai romantisme.
Buatku, kata 'obvious' paling sering kuberikan terjemahan formal sebagai 'jelas' atau 'nyata'.
Dalam situasi resmi—misalnya laporan, surat resmi, atau dokumen akademik—kata 'obvious' biasanya diterjemahkan menjadi 'jelas', 'terlihat jelas', atau 'nyata'. Pilihan tepat bergantung pada konteks: kalau yang dimaksud hasil atau fakta yang bisa dibuktikan, saya cenderung pakai 'nyata' atau 'terbukti'; kalau cuma penilaian yang kuat tapi masih subjektif, 'jelas' atau 'nampak jelas' terasa lebih netral. Contoh kalimat formal: "Adalah jelas bahwa metodologi perlu diperbaiki" atau "Dapat dianggap nyata bahwa variabel X memengaruhi hasil".
Aku suka menyelipkan frase yang menghaluskan jika teksnya sangat formal—misalnya 'dapat dianggap jelas' atau 'terlihat dengan jelas'—karena 'obvious' di bahasa Inggris bisa terdengar lebih kasar atau tegas jika diterjemahkan langsung jadi 'jelas' tanpa nuansa. Di ruang hukum atau diplomasi, kehati-hatian itu penting: kata yang terlalu kuat bisa mengubah muatan pernyataan. Dari pengalamanku, memilih padanan yang tepat itu seperti memilih warna yang pas untuk mood dokumen; kecil tapi berpengaruh, dan itu bikin puas kalau pas.
Untuk menggantikan kata 'obviously' dalam bahasa sehari-hari, aku sering pakai kata-kata seperti 'jelas', 'jelas sekali', 'sudah jelas', atau 'tentu saja'. Dalam percakapan santai aku suka menggunakan 'udah jelas' atau 'udah pasti' karena terasa alami dan cepat, sedangkan kalau menulis formal aku pilih 'jelas' atau 'tentu saja' agar nada tetap sopan.
Kalau mau memberi nuansa sedikit lebih kuat, 'pasti' atau 'tanpa ragu' bekerja bagus — misalnya: "Dia pasti datang" atau "Itu jelas salah". Di sisi lain, kalau ingin terdengar agak melemahkan (lebih hati-hati), 'nampaknya' atau 'kelihatan' bisa dipakai: "Nampaknya dia terlambat". Intinya, pilih sinonim sesuai konteks: informal vs formal, tegas vs ragu. Aku biasanya menimbang siapa lawan bicara sebelum menentukan kata mana yang paling pas, dan itu bikin komunikasi terasa lebih natural dan efektif.
Kadang-kadang aku suka membongkar nuansa kata-kata kecil yang sering dianggap sama, dan 'obviously' dan 'clearly' itu salah satunya.
Secara dasar, kedua kata itu berarti sesuatu seperti 'jelas' atau 'dengan jelas', tapi nuansanya berbeda: 'obviously' sering dipakai ketika pembicara menganggap sesuatu itu sudah jelas bagi semua orang atau seharusnya sudah diketahui — jadi terasa agak asumtif atau kadang sedikit sinis. Contoh: "Obviously, kamu sudah selesai tugas itu" bisa terdengar seperti menegur. Sebaliknya, 'clearly' lebih menekankan bukti atau penjelasan yang membuat sesuatu jadi terang; itu lebih netral dan lebih cocok untuk menunjukkan hasil observasi atau alasan, misalnya: "Clearly, angkanya menunjukkan peningkatan".
Dalam percakapan sehari-hari aku sering pakai 'clearly' kalau mau terdengar rasional dan sopan, sedangkan 'obviously' sering muncul ketika aku bikin komentar singkat atau bercanda, dan kadang malah terasa lebih tegas. Di tulisan formal, 'clearly' biasanya lebih aman karena membawa kesan objektif. Aku jadi lebih hati-hati memilihnya kalau mau menyampaikan sesuatu tanpa bikin orang tersinggung, dan itu selalu terasa seperti seni kecil dalam berbahasa buatku.