Kisah Kita
aku mengangguk mengiyakan perkataan nya.
"aku suka sama kamu" ucap Arkan padaku, aku menatapnya dengan ekspresi terkejut, dia masih berdiri di depan ku dengan wajah yang serius dia mengulangi perkataan nya "aku suka sama kamu sa." aku menatapnya dalam, sangat dalam, badan ku kaku, lidahku juga ikut kaku, wajahku memerah hangat, aku tidak bisa menjawab nya, "kalau kamu ga mukul berarti jawaban nya mau?" ucap arkan padaku dengan nada bahagia dan dia tersenyum manis tepat di hadapan ku, aku memukulnya dengan buku itu spontan ketika dia mengucapkan itu, dia langsung melihat ku seolah tak percaya "kamu ga mau? Kenapa? Tanya nya padaku dengan nada yang rendah," gapapa" jawab ku singkat, sembari mengatur nafasku yang sedari tadi tidak beraturan. "yaudah, sini bukunya" dia meminta bu
kunya kembali karena dia mengira aku tidak menerima nya. Aku lalu menyodorkan buku itu padanya dengan wajah sedikit menyesal. Arkan hendak pergi meninggalkan ku, namun aku menghentikannya lalu berjalan ke arah nya, aku langsung mengambil buku yang ada di tangan nya. "mungkin sekarang aku belum ada rasa, tapi kita bisa mencoba nya bukan, kita ga tau apa yang akan terjadi dimasa mendatang, kita harus mencoba, karena menurutku cinta datang karena nyaman dan terbiasa." aku menatap Arkan dengan tatapan serius, dan dia juga balas menatap ku dengan senyuman indah nya.