Talak Aku, Mas!
Aaron tersenyum, "Bahasa Indonesia saja, Mbak."
Mataku sontak melotot, "Anda bisa bahasa Indonesia?"
"Ya. Lumayan," jawabnya santai.
Sedikit terkejut, sontak berbagai pertanyaan langsung menari di otakku.
"Mari ikut saya!" ajakku padanya kemudian.
Dia mengikutiku dan berjalan di belakangku sampai akhirnya kami sampai di tempat parkir mobil.
"Sir Aaron, ini sopir kami yang akan mengantar Anda selama lim hari ke depan," ucapku memperkenalkan Arga.