Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
I Quit My Family Who Favors My Sister

I Quit My Family Who Favors My Sister

Everyone loved my older sister. When the novel I wrote shot to popularity, she got jealous and suddenly proclaimed that she wanted to be a popular author too. My older brother, who was the editor-in-chief, immediately announced that I plagiarized my sister's story at my book signing and she ended up becoming the genius author while I got cyberbullied so much that I was too scared to leave the house. After I got married to a young heir from high society and lived a happy life, my sister told me that she had a crush on him for years and wanted to be his bride at least once in her lifetime. He did not even think twice about divorcing me and holding the wedding of the century with my sister. My family was afraid that I would sabotage their relationship, so they made me leave the country. However, my sister did not think that I was miserable enough. She came for me outside the country and pushed me down the stairs. I was lying in a pool of blood when my mother rebuked me, "Did you say something that made your sister unhappy again?" That was how I died in despair. When I opened my eyes again, I had returned to the day my brother accused me of plagiarism.
Baca
Tambahkan
ISTRI KEDUA CEO

ISTRI KEDUA CEO

"Aku sudah membayarmu, jadi kamu adalah milikku. Mau aku menciummu ataupun berbuat lebih dari itu, kamu tak berhak menolaknya," tekanku pada Yumna yang wajahnya tampak merah padam. Alina hanya diam, berdiri di pojok lift dengan menatap ke arah lain. Ya, dia selalu tahu diri bagaimana harus bersikap. "Ya aku tahu! Apa perlu Anda mengul9angnya lagi dan lagi?!" Dia masih terus bicara. Merasa muak, aku mendekat dan kembali mengulang perbuatan yang sangat dibencinya, untuk menutup mulut Yumna. Sementara Alina jadi salah tingkah dan membalik badan melihat kami.
Rumah Tangga
1013.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Mon dernier jour de fiancée

Mon dernier jour de fiancée

Mon fiancé Roch Martin m'a séquestrée dans son sous-sol pendant dix jours pour venger son amie d'enfance. Il m'a tranché les bras, condamnant mon corps, déjà fragile à cause de mon trouble de la coagulation, à une lente hémorragie. Le jour de notre mariage, il a maudit mon « retard », croyant aux calomnies de cette même amie qui m'accusait d'adultère. Ses mensonges ont tué ma mère, morte d'infarctus sous l'outrage. Pourtant, quand il a découvert mon cadavre desséché, c'était lui qui a sombré dans la folie...
Baca
Tambahkan
Sosok Teman Khayalan

Sosok Teman Khayalan

Belakangan ini, teman sebangkuku selalu menatapku dengan tatapan aneh. Setiap kali aku ke kantin atau ke lapangan, semuanya menghindariku. Aku akhirnya tidak tahan lagi dan bertanya kepada teman sebangkuku, "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kamu menjauhiku?" Dia ketakutan hingga mundur beberapa langkah, lalu menyahut tanpa berani menatapku, "Nggak ada kok. Ini bukan salahmu." Kemudian, dia memilih untuk pindah kelas, dari kelas plus menjadi kelas reguler. Aku lantas mencarinya untuk memperjelas semuanya. Aku datang ke kelasnya. Dia awalnya sedang mengobrol dengan teman barunya. Begitu melihatku, dia sontak berseru kaget, "Aku serius. Ini bukan salahmu. Tolong jangan mencariku lagi. Kumohon!"
Baca
Tambahkan
Di Ranjang Sepupu Suamiku

Di Ranjang Sepupu Suamiku

Clara Favietra hanya ingin memergoki suaminya yang berselingkuh. Namun ia justru berakhir di ranjang yang salah. Seorang pria pewaris dunia gelap yang menyembunyikan identitas di balik profesinya sebagai dokter. Saat Clara berusaha kabur dari dosa semalam, sebuah tragedi justru mengikatnya pada takdir pernikahan yang penuh sandiwara. "Kenapa? Apa aku membuatmu sedalam itu?" Clara menggumam pelan, namun kalimatnya terdengar jelas. "Karena itu kamu... Karena kalau kamu orangnya... Aku bisa memberikan apapun." Clara tidak menyadari, tapi rahang lelaki itu mengatup keras. Kemudian ia menurunkan suaranya, tajam dan menohok. "Kalau begitu, tunjukkan padaku apa yang akan kamu berikan pada suamimu." Yang Clara tidak tahu, pria itu ternyata sepupu suaminya sendiri!
Romansa
104.8K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Si tu n'avais plus que 72 heures à vivre

Si tu n'avais plus que 72 heures à vivre

Le jour où j'ai décidé de donner mon corps à la science, ma famille s'est rassemblée autour de ma sœur adoptive, Chloé, pour fêter son admission dans un programme expérimental de pointe. Celle qui était censée avoir un cancer du cerveau, c'était moi. Mais Chloé avait profité de la position de mon mari, Zane, à l'hôpital pour échanger ses dossiers médicaux sains contre mon diagnostic en phase terminale. Elle m'a volé ainsi la seule chance que j'avais de survivre. Et le pire ? Tout le monde l'a applaudie. La douleur est devenue insupportable. J'ai lutté pour rester présente, jusqu'au moment où j'ai surpris les infirmières chuchotant : « Heureusement que le docteur Zane a obtenu cette place pour Chloé. Ils disaient qu'il ne lui restait que trois jours à vivre. » Alors, pendant les soixante-douze dernières heures de ma vie, j'ai tout lâché, en silence. Quand j'ai remis à Chloé les manuscrits originaux de mes romans, dans lesquels j'avais mis toute mon âme, mon père et mon frère m'ont adressé un sourire satisfait. Quand Zane a décidé d'exaucer le vœu soi-disant ultime de Chloé en l'épousant, il m'a tendu les papiers du divorce. J'ai signé sans la moindre hésitation. Il a soupiré et m'a félicitée d'être enfin raisonnable. Et quand c'est moi qui ai poussé notre fille, Olivia, à appeler Chloé « maman », Olivia s'est exclamée que sa nouvelle maman était la meilleure. « Ne t'inquiète pas, » m'a rassurée Zane. « C'est juste pour la protéger pour l'instant. Une fois qu'elle sera partie, tout reviendra vers toi. » J'ai tout donné à Chloé, exactement comme ils le voulaient. Alors pourquoi, quand ils ont découvert que tout cela n'était qu'un mensonge abject inventé par Chloé, sont-ils venus pleurer pour ça, en disant que c'est moi qu'ils avaient toujours voulu ?
Baca
Tambahkan
Game Over, Evil Roommate

Game Over, Evil Roommate

My roommate bought an antique bronze censer online. She burned incense day and night, praying to be with a wealthy boyfriend. I thought it was silly, until her face began to look like mine. Soon, she became the admired heiress, while I was left drowning in debts she had deliberately racked up. I begged her for my identity back, and she pretended to agree. However, she tricked me into giving her my bank account password and pushed me off a rooftop. I learned at that moment that the censer was a cursed relic that grants wishes by draining the life and luck of another. She could take everything from me once my life was ruined, but death was not the end for me. I woke up on the day she first got the cursed censer. The truth was every wish comes with a price, and I was going to make sure she pays.
Baca
Tambahkan
Istri Rahasia Tuan Presdir

Istri Rahasia Tuan Presdir

Setelah bertahun-tahun meninggalkan Jakarta, Pradnya Suri kembali ke kota yang banyak menorehkan luka itu bersama Andaru, anak semata wayangnya yang berusia 5 tahun. Keputusannya untuk menikahi Adnan Danuarta membuat hidup wanita itu dilanda banyak masalah. Puncaknya adalah saat Pramudya Danuarta, mantan suami sirinya, mengetahui sebuah fakta bahwa Andaru adalah darah dagingnya. Yang selama ini diakui Adnan sebagai anak kandung. Perang saudara antara Adnan dan Pramudya pun tak terelakkan. Namun, masalah tak hanya selesai sampai di situ. Suri lupa bahwa ketakutannya terhadap mantan suaminya tidak ada apa-apanya ketika ia akhirnya berhadapan dengan Prabu Danuarta. Kakek bengis gila yang membuat hidup Suri semakin menderita sejak menjadi bagian dari keluarga Danuarta. “Aku tidak bisa menjanjikan kehidupan bahagia selamanya, tapi kamu bisa memegang kata-kataku, Suri. Sesulit apa pun keadaan kita nanti, aku tidak akan pernah melepaskanmu.” - Adnan Danuarta “Kembalilah padaku, Suri! Atau kamu mau kita bertemu di pengadilan saja? Dan kita akan bisa menentukan secara adil, kira-kira siapa yang paling pantas mendapatkan hak asuh atas Andaru?” - Pramudya Danuarta
Romansa
109.5K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Pemilik Rumah yang Cantik

Pemilik Rumah yang Cantik

Saat menyewa rumah, apa kalian pernah bertemu dengan pemilik rumah yang cantik? Aku dan pemilik rumah tinggal berseberangan. Awalnya, aku mengira dia adalah perempuan cantik yang sifatnya cukup dingin. Namun, suatu hari aku benar-benar melihatnya memutar pinggangnya saat menyapu tangga. Belakangan, kami menjadi akrab satu sama lain, bahkan dia dengan ramahnya mengundangku mengunjungi rumahnya. Hingga suatu hari, aku bersembunyi di lemari di rumahnya, menyaksikan dia dan suaminya saling bercengkerama dengan mata kepala sendiri.
Cerita Pendek · Gairah
6.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
The Child Who Wasn’t

The Child Who Wasn’t

My adopted daughter, Phoebe Marsh, possessed an evil ability. Whenever she got hurt, the pain would also be inflicted directly on my biological daughter, Maisie Shaw. She deliberately hurt herself, covering her body with wounds and bruises. Then, she would turn around with cold eyes, watching Maisie writhe on the floor in agony until she passed out from the pain. With no medical solution available, I broke down and held Maisie close, begging my husband, Brandon Shaw, to send Phoebe away. However, he would erupt in fury. "It's obviously Maisie who's been faking illness for attention, and you're making up this ridiculous story to get rid of Phoebe. She's just a fragile, helpless child. How can you be so vicious?" After that, Phoebe escalated her self-harm even more viciously. Meanwhile, Maisie spent every day curled up in the corner of her bed, refusing to let anyone touch her. On Maisie's birthday, Phoebe threw herself from the fifth floor. Just as Maisie was blowing out her candles and making a wish, she suddenly began bleeding from all her facial orifices, and she died instantly. Yet, Phoebe only suffered minor scrapes. I died from overwhelming grief shortly after. When I opened my eyes again, I had returned to Phoebe's first day in our home. Maisie was playing with her Legos when she suddenly clutched her ankle and started crying. This time, I grabbed the broom from behind the door and swung it toward Maisie, shouting, "I'll beat you up for faking illness and seeking attention!"
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status