Nightmare
Lelaki itu memang selalu tahu apapun yang kurasakan.
“Kita ga akan pernah bisa lawan musuh kita sendiri,” aku mencondongkan badanku, mempersempit jarak di antara kita, sambil berbisik, “Gue dapet info dari Fadil kalau si pelakunya termasuk orang yang berkuasa di sekolah.”
Satria membulatkan matanya, menegakkan bahu, lalu ikut mencondongkan badannya.
“Sampai detik ini, gue belum bisa percaya siapapun, kecuali lo. Makaya gue ga bisa cerita ini ke Sarah.”
Hot Chapters