Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Witness

The Witness

yourlin
"You saw what happened... but you don't know the true story behind that." Luna Montecillo was the lowest of their class ranking. For her, that was the most embarassing moment of her life and her downfall as student. Because of that, she decided to ran away and stay away from people who judged her without even knowing her story behind that grades. During her solitude, she didn't expect that she will be the witness of Marcus Ibasco's crime: and murder case that he commited to his girlfriend. For Luna Almira who was a minor during the crime, it wasn't easy for her to forget and move on from what she saw. She doesn't even know what to do because she was scared when Marcus threatened her. But Amorsolo Xavier, who saved Luna from Marcus, forced her to report it to the police and sit inside the court as witness. Could Luna face her trauma and say what she witnessed that night? Or let her fear eat her and let the criminal live his life like nothing happened?
Romance
9.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Why Not?

Why Not?

Rheyner Aditya Effendi dan Nadira Almira adalah sepasang sahabat yang tumbuh bersama sejak balita. Di akhir masa putih abu-abu Rheyner menyadari kalau ternyata dirinya memiliki rasa sayang sebagai seorang pria pada Nadira. Rheyner menahan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, ia sudah mulai merancang masa depan untuk dilalui bersama Nadira. Rheyner akan menjadikan Nadira ratu dalam kehidupannya kelak. Sayangnya, tidak semua hal berjalan sesuai jalan pikiran Rheyner. Apalagi sejak dirinya mendapatkan beasiswa ke Jepang. Kesalahpahaman kerap menghampiri. “Nggak usah peduli sama aku lagi. Jangan jadi sahabatku lagi. Jangan lagi urusin kehidupanku. Kamu urusin aja hidup kamu. Kita sampai di sini aja. Kalau perlu kita nggak usah saling kenal lagi. Kamu bebas sekarang." Air mata Nadira sudah membanjiri wajah. Ia hempaskan tangan Rheyner. Ego Rheyner tersentil. Amarah menguasai diri. “OKE, GUE NGGAK AKAN PEDULI SAMA LO LAGI! GUE NGGAK MAU JADI SAHABAT LO LAGI!” Nadira segera berlalu dari hadapan Rheyner. Napas Rheyner terengah. Matanya memerah. Kedua tangannya masih terkepal. Pelan tapi pasti cairan bening keluar dari sudut matanya. Apakah semua benar-benar akan berakhir sampai di sini? Apakah pernikahan yang dibayangkan oleh Rheyner tidak akan pernah menjadi nyata?
Romansa
106.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status