Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kamu Berulah, Waspadalah!

Kamu Berulah, Waspadalah!

Setiap hari pertengkaran dan perdebatan. Itulah yang terjadi dalam rumah tanggaku. Sedikit saja masalah, seketika menjadi pertikaian yang hebat. Ya Allah aku lelah! Berdosakah jika aku memilih mundur? Tak ada bayangan masa depan yang cerah jika aku bertahan dengan lelaki yang selalu membuat goresan luka. Belum lagi, biaya sekolah anak. Aku tak mau anakku tak menempuh pendidikan yang tinggi. Anakku harus lebih dariku. Harus! Aku segera masuk ke dalam kamar. Meraih sepucuk surat dari Abah. Lelaki cinta pertamaku. Surat yang baru saja sampai tadi pagi. Dalam surat ini berisi, Abah memintaku segera pulang, karena warisan akan segera di bagi dengan kakak dan adikku. Aku tak mau, Mas Bima tahu hal ini. Karena jika ia tahu, bisa jadi akan dia kuasai dan aku hanya gigit jari. Bismillah ... aku harus segera pulang, hanya bersama Azkia, bagaimanapun caranya. Ya Allah ... aku lelah!
1073.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

Untuk apa anakku sukses semua jika aku memeluk sepi seorang diri? Aku adalah wanita tua yang telah berjuang sekeras itu demi manusia yang aku lahirkan. Namun mereka tumbuh dewasa tanpa punya rasa belas kasih. Namaku Mak Asih. Dan inilah kisahku....
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
BUNDA, PULANGLAH KAMI TAKUT SAMA AYAH

BUNDA, PULANGLAH KAMI TAKUT SAMA AYAH

Aku sedih meninggalkan anak-anakku pada Mas Emran. Apakah perjuanganku menjadi pahlawan devisa hanya sia-sia. Aku yang salah karena terlalu percaya pada Mas Emran. Aku yakin Allah tidak tidur dan berharap anakku baik-baik saja menunggu kepulangan ku. Reyhan dan Rindu betapa Bunda kangen sama kalian.
631.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 987 kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

Hanya karena tak memiliki anak lelaki, teganya kau jadikan alasan itu untuk menikah lagi. Bahkan, kedua anakku yang masih SD harus berjualan keripik untuk membantu membeli beras demi bertahan hidup. Aku berjanji akan membuat mereka sukses hingga jadi sarjana nanti. Semoga kau tak akan menyesal setelah ini.
1093.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
Raja Pengusaha Rafandra

Raja Pengusaha Rafandra

Rafandra adalah menantu miskin dan selalu direndahkan, tetapi sebenarnya dia memiliki identitas dan kecerdasan yang tidak biasa. Setelah semuanya terbuka, istri dan mertuanya memohon-mohon kepadanya. "Tolong jangan tinggalkan aku, Suamiku." "Kami bersalah. Maafkan kami. Apa yang harus kami lakukan agar kau tetap bersama Anakku? Berlutut pun aku rela."
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
Tak Sengaja Bersahabat Dengan Kekasih Suamiku

Tak Sengaja Bersahabat Dengan Kekasih Suamiku

Tak sengaja aku mengenalnya, bersahabat dan akrab, anak anakku juga akrab dengannya. Kuanggap ia adikku dan kuberikan ia apa yang dia butuhkan. Tapi tak kusangka perjalanan takdir menunjukkan siapa dia yang sesungguhnya. Sungguh mengejutkan, aku nyaris terpental dalam syok dan tak menyangka aku memelihara duri dalam dagingku.
1017.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 597 kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
Ambil Saja  Uangmu, Mas

Ambil Saja Uangmu, Mas

hanya karena minta uang untuk membeli sepatu anakku yang telah sobek dan tak tega melihatnya di ejek aku dilempar uang seratus ribu dah dianggap pengemis oleh suamiku. Lihatlah Mas, aku akan buktikan kalau aku bisa tanpa kamu, akan aku buat kamu menyesal dan bersujud di kakiku!
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 588 kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya

Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya

Tepat pada peringatan sepuluh tahun pernikahan kami, juga bertepatan dengan ulang tahun kesepuluh anakku, aku sudah menyiapkan rencana sejak sebulan sebelumnya. Aku merencanakan perjalanan wisata keluarga bersama suami dan anakku. Namun, menjelang hari keberangkatan, ayah dan anak itu justru menghilang begitu saja. Tinggal aku seorang diri berdiri di jalanan yang diguyur hujan deras, menelepon mereka berulang kali. Di seberang sana, terdengar suara anakku yang masih kekanak-kanakan, dingin dan tak sabar. "Papa lagi temani Tante Brittany makan, kami nggak mau pergi lagi." Telepon itu ditutup dan aku langsung diblokir. Ayah dan anak itu sengaja mengunciku di luar rumah, membuatku kedinginan semalaman penuh. Ditambah dengan hujan deras semalam, malam itu juga aku demam tinggi hingga menderita pneumonia. Sementara ayah dan anak itu justru sibuk berlibur bersama Brittany, bahkan mengambil foto liburan keluarga. Kali ini, aku tahu bahwa pernikahan ini benar-benar telah sampai di ujung jalan.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
Mengemis Maaf Istriku

Mengemis Maaf Istriku

Pernikahanku diuji lewat suami dan keluarganya. Aku dan anakku diabaikan, suamiku lebih memilih memberi perhatian pada dua keponakan kembarnya. Alasannya karena mereka sudah kehilangan sosok ayah. Gila bukan? Dia menjadi pahlawan untuk kedua keponakannya, tapi malah menjadi penjahat untuk anak kandungnya sendiri. Menurut kalian, apa aku harus tetap bertahan atau pergi meninggalkannya?
1035.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Melahirkan Dibayar Dengan Perselingkuhan

Pengorbanan Melahirkan Dibayar Dengan Perselingkuhan

Di hari pemulihanku dari depresi pascamelahirkan, Yanto yang sedang mengemudi mobil tiba-tiba berkata, "Aku sebenarnya punya keluarga lain di luar." Kalimat yang datang tanpa peringatan itu membuat kepalaku berdengung. Yanto menatap lurus ke depan, lalu melanjutkan dengan nada penuh keluhan, "Saat depresi pascamelahirkanmu kambuh selama bertahun-tahun ini, kamu selalu mau mati. Saat itu, aku juga hidup sengsara. Sekarang kamu sudah sembuh, aku juga harus meluangkan waktu untuk menebus istri dan anakku yang sebenarnya." Butuh waktu yang cukup lama, aku baru susah payah mengeluarkan suara gemetar dari tenggorokanku. "Kalau begitu ... aku dan anakku ini termasuk apa? Palsu?" Yanto tidak langsung menyangkal. Setelah terdiam lama, dia baru berkata dengan tegas, "Terserah kamu mau anggap ini bagaimana. Demi anak, kamu juga nggak akan tega pergi, 'kan?" Tubuhku langsung terasa seperti kehilangan semua kehangatan. Aku yang tadinya berpura-pura telah sembuh dari depresiku pun langsung kembali ke keadaan semula.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai anakku menghamiliku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
1415161718
...
31
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status