Mag-log inTak sengaja aku mengenalnya, bersahabat dan akrab, anak anakku juga akrab dengannya. Kuanggap ia adikku dan kuberikan ia apa yang dia butuhkan. Tapi tak kusangka perjalanan takdir menunjukkan siapa dia yang sesungguhnya. Sungguh mengejutkan, aku nyaris terpental dalam syok dan tak menyangka aku memelihara duri dalam dagingku.
view morePrologue
"Good afternoon," we all said in unison. I didn't look at him right away because my pen fell, and I had to pick it up from the floor. "Are you spacing out? You miss him, don't you?" Jacky teased me. I looked at her from staring at the onion I've been holding for a while now, but it's still whole. I'm cooking spaghetti for this friend of mine. "What are you talking about?" "Oh, come on! Pretending again! I know your Jace loves spaghetti!" She poked my side while moving her eyebrows. "Stop it!" I said, laughing and pretending to throw the onion at her. She ran to the other side of the kitchen to avoid it. I just shook my head when I saw her still teasing eyes. I just rolled my eyes and looked away. She rested her chin on her hand and put her arms on the back of the chair and became serious. "But seriously, Arrienne, don't you miss him?" She stared at me and waited for my answer. "No," I answered without looking at her. I don't miss him. I don't miss him. I won't miss him. Never! Who am I kidding?! Chapter One Jeez! It's Monday, and I'm sweating from running! I'm late. I'm sure she's going to scold me again. It's so annoying. "Good morning." I greeted the receptionist while walking fast. I didn't wait for her to answer my greeting and went inside. I've been working here at Good Financing Company for two months now. I'm in the Accounting Department. Specifically, in the Bank Recon Team. There are three of us in that team, plus our grumpy biser. "Arrienne! You're late today," Carl said. He's courting me even though I told him it's not possible. We're in the same department. He's also in accounting but in a different team. He's in AR Posting. "Ahh, traffic," I answered. He walked beside me as I walked fast. "Ahh, is that so? Let's go out later, Arrienne," he said. I stopped walking and looked at him. He asks me out almost every day. "I can't. I need to go home early later." I answered and just shook my head and continued walking. "Come on, just for today. I've been asking you out for a long time," he insisted. I just rolled my eyes and ignored him. He'll just ruin my day with his nagging. Well, he's good-looking. Kind, patient, smart... but I just don't like him. I don't feel anything for him. I don't want to give him false hope. I immediately fixed my things when I got to my working station. Thankfully, it seems like the witch Biser isn't here yet. "Hey Arrienne! I have gossip for you!" I looked at Karen. We're on the same team, and Lucy, who I saw putting on makeup at her station. I laughed a little. She's always excited about gossip! "What is it?" I asked. "The new boss is super handsome! Our new boss. I heard he's a hunk. Girls will drop their panties!" she said with matching kilig. As if she's seen him. "It's gossip, right? So it's probably not true," I said, shaking my head. "What do you mean not true? He's upstairs now. The others have seen him, so it's not gossip anymore. It's a fact." "Fine, I'll believe you," I said while logging in to my PC. "But I think he's married. Even if he's handsome, I'm sure he has someone." I said the last sentence in a whisper. "What are you talking about? I heard he's only 29 and..." she raised her index finger and moved it. "Single! No wife, no boyfriend, no one. Where else can you find that?" "Maybe he's gay." "You're so bitter! You'll drool when you see him later." "Crazy! I'm not into handsome guys. Those guys are usually cheaters." I sat down on my chair and started opening the files I needed. "Cheater right away? You're so judgmental." "It's so early, and you're already gossiping." We looked at the door when Ms. Bisor entered. Karen immediately went back to her seat. "You, Arrienne, you're late again," she pointed at me. "That's your second time this month." As if she's not late. I even got here before her. "Sorry, ma'am, it won't happen again," I said. She's so dramatic. As if she's not late. I even got here before her. "Make sure of it!" She walked towards her station. "Anyway girls, our new boss will be passing by later. We have to impress him. Fix your stations." "Yes, Ma'am." It was afternoon when we heard that the new "boss" was starting to tour the building. He first went to the other departments on the second floor of the building. "Girls, Sir is in the other department. Fix yourselves," said our boss. "Yes, ma'am," I said lifelessly. I'm not interested. I don't care who he is. Just pay me well. "What kind of answer is that, Arrienne? What if he talks to you and you answer like that?" Bisor reprimanded me. She really has it out for me, doesn't she? She's probably insecure about my beauty. She's always scolding me. It's so annoying. "I'm sorry, Ma'am." I said, smiling at her. She's so dramatic. What, she's going to fire us all if he doesn't like our greeting? Hello? "Good afternoon." A moment later, someone spoke from the door. When I looked up, I saw the three of them looking like they were about to faint. Even Ms. Sungit was the same. I couldn't see the person at the door because my station was facing away from it. I slowly turned towards the door. Standing there, smiling at us, was the new boss. Behind him was Mae, his secretary. I was stunned. I felt my chest tighten at what I saw. Oh my God. This can't be happening!"Anda yakin akan melakukan itu pada ayah keempat anak ibu?""Iya, kenapa aku harus ragu? saat ia mengelabuiku, aku sama sekali tidak mencurigainya. Aku percaya dan yakin bahwa dia akan menjaga kami semua, termasuk perusahaan dan karyawan yang bekerja. Dia sudah merugikan dan menipu. Kukira aku mengalami kemerosotan penjualan ternyata aku sedang ditipu oleh suamiku sendiri, aku terpaksa memangkas gaji karyawan dan melakukan hal-hal yang tidak terduga, jadi aku tidak akan mengampuni Alfian.""Tolong netralisir perasaan benci Anda karena kehilapan dia berselingkuh ini juga tentang perusahaan dan reputasi anda, orang-orang membicarakan anda sebagai wanita yang tidak bijaksana."Aku langsung berdiri begitu pengacara itu berkata dengan lancang."Beraninya kau mempertanyakan kebijaksanaanku, apapun keputusan yang kuambil sudah kupikirkan dengan detail, Aku tidak akan mengampuni lelaki itu dan kemanapun ia melangkah untuk coba lari dari tanggung jawab, maka aku akan mengejar dan tidak aka
Hasil tes laboratorium benar-benar mengejutkanku, di dalam keadaan yang sudah susah bertambah-tambah dan begitu besar usahaku untuk lepas dari Alfian, kini aku seakan disambar petir mendengar kenyataan bahwa sakit yang selama ini kutakuti telah menjangkiti diri ini.Ya, kanker vagina!Aku begitu shock begitu dokter mengatakan hal itu kepadaku, meski dia mengatakannya dengan lembut dan tetap berusaha untuk menguatkan hatiku bahwa semuanya masih bisa ditangani, tetap saja itu membuatku langsung putus asa dan drop."Kami akan segera lakukan biopsi dan radiotherapi, jangan takut, banyak kok orang-orang yang bisa survive dari kanker terlebih Anda baru berada stadium awal.""Tapi kenapa ini bisa terjadi dok, kenapa bisa secepat ini, kenapa penyakit itu bisa menjangkiti saya?""Maka hanya hal ini yang bisa saya sampaikan Mbak, bahwa tidaklah Tuhan menurunkan penyakit kecuali dengan obatnya, juga setiap kali kita diberi ujian, Tuhan tahu bahwa kita bisa melewatinya.""Saya takut dok, Saya
Aku tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhku selama memutuskan berpisah dengan mas Alfian. Apakah ini respon hati secara alamiah tiba-tiba mengalami kesepian? Ataukah siklus menstruasi yang terganggu dan frekuensi hubungan seks yang sudah jarang membuat diri ini sering pusing dan merasa tidak nyaman sendiri. Entahlah, tapi belakangan berat badanku turun dan rambut ini mulai rontok setiap kali mandi. Aku terkejut setiap kali menyisir rambutku dan tidak menyangka bahwa perubahan ini sangat signifikan.Kupikir setelah usai operasi dan luka kering semuanya akan selesai, tapi entah kenapa aku sering mengalami flek dan pendarahan juga nyeri yang tak tertahankan pada bagian kewanitaan padahal tidak seharusnya itu terjadi. Aku juga sering pusing, mual dan merasa lemah otot, tubuhku juga sakit semua, kadang pandangan mata ini berkunang-kunang dan tiba-tiba saja aku merasa drop.Menyadari semua ini, maka aku memutuskan untuk segera mengunjungi dokter untuk berkonsultasi.*Setelah pulang dari
"Dengar Sayang, papa itu membuat kesalahan dan kesalahannya sudah sampai ke tahap kejahatan, Papa merugikan aset perusahaan di mana itu bukan uang mama secara pribadi. Itu uang milik orang lain dan titipan korporasi, tidak kita tidak boleh korupsi, mencuri atau menggelapkan.""Jadi papa mencuri?""Secara tersirat... begitulah.""Masak sih papa mencuri, bukankah selama ini Papa selalu mengajarkan kita yang baik-baik? Kenapa Papa mencuri?""Ada beberapa hal yang sulit untuk dimengerti dan hanya orang-orang dewasa saja yang tahu apa maksud kehendak dan keputusan mereka.""Jadi Mama tidak mengerti Kalau Papa seperti itu?""Tidak.""Tapi mama kan istrinya?""Memang betul mama istrinya, tapi, tidak semua hal yang Papa lakukan diceritakan pada mama.""Ya ampun, kasihan sekali Papa," ujar Malik mendesah sambil menepuk keningnya."Papa pasti akan membereskan semua masalah ini dan kembali menemui kalian.""Emangnya kalau Papa sudah membersihkan semua kesalahannya dan bertaubat Mama mau kembali
"Kemarilah ...." aku langsung mendekap wanita itu ke dalam pelukanku, sementara ia semakin tergugu di bahu ini dengan pilu.Aku mengerti sekali bagaimana dilema perasaan yang sedang dialami wanita itu. Ia pasti sangat jatuh cinta dengan kekasih kebanggaannya di mana ia selalu menceritakan hal baik
Aku sama sekali tidak curiga padanya, aku percaya bahwa Miranda adalah gadis yang baik, dia sopan dan tahu diri. Sejak bergaul dengannya aku jadi merasa punya teman yang benar-benar mengerti perasaanku, aku sering mengajaknya curhat dan dia merupakan pendengar yang baik, ia selalu memberiku solusi
POV gaida.Kenapa Mas Adrian pergi terburu-buru begitu saja saat kami baru saja hendak memadu asmara. Aku rindu sentuhan dan pelukannya yang hangat sampai pagi, di mana itu sudah jarang sekali terjadi.Aku merindukannya, sangat, aku merasa suamiku adalah milikku dalam status, tapi, kadang aku meras
POV Miranda."Jangan menangis, ayo tersenyum," ujarnya saat aku tenggelam dalam kesedihan dan semua penolakan kekasihku secara halus. Kalau dia memang tahu kami tidak bisa bersama mengapa dia terus mempertahankan hubungan ini.Dulu aku adalah konsultan desainer untuk kantornya, aku bekerja di sebu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore