Misteri di Rumah Mertua
Bukannya diam, aku malah kembali tersedu seraya menutup wajah dengan kedua tangan.
Kurasakan pergerakan Kak Anna yang menjauh, namun tak berapa lama tubuh lain mendekatiku, memelukku dengan begitu erat dan hangat.
"Bukan hanya kamu yang kehilangan, Tsa. Tapi, Abang juga. Kita semua kehilangan Mama. Abang minta kerjasamanya, ya, minta agar kamu ikhlas. Untuk kebaikan Mama, juga kebaikan kamu. Ingat, sekarang kamu lagi hamil. Kamu tidak mau kan, kalau nanti malah kehilangan calon bayimu juga?"
Hot Chapters