Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hubungan Gelap Sekretaris dan Suami Pembawa Petaka

Hubungan Gelap Sekretaris dan Suami Pembawa Petaka

Setelah menjemput anak, suamiku pergi ke hotel bersama sekretarisnya untuk membahas bisnis. Kebetulan, ada yang memotretnya dan mengunggahnya ke internet hingga menjadi trending topic. Aku buru-buru menelepon, tetapi suamiku malah mengakhiri panggilan dengan tidak sabar, "Kalau bukan ketemu klien di hotel, mau ketemu di mana? Di rumah? Jangan bersikap nggak masuk akal!" Aku segera mengeluarkan uang untuk menekan berita itu. Dua jam kemudian, aku malah mendapat panggilan darurat. Ketika tiba, jasad putraku sudah dingin. Tangannya memegang kartu karyawan sekretaris suamiku. Aku menangis hingga sekujur tubuhku bergetar. Nomorku diblokir Charlie, jadi tidak bisa dihubungi. Setelah mengurus prosedur di rumah sakit, Charlie akhirnya meneleponku. Suaranya dipenuhi amarah. "Kamu bawa anak kita pergi? Kenapa nggak mengabariku? Kami semua menunggunya mengambil kontrak! Cepat bawa dia kemari!" Selesai mengatakan itu, Charlie mengakhiri panggilan dan memblokirku lagi. Aku terkekeh-kekeh melihat pesan yang kukirim tidak bisa masuk. Aku bisa memberimu klien, juga bisa menghancurkan masa depanmu!
Cerita Pendek · Romansa
8.8K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Suamiku Tidak Memiliki Gaji

Suamiku Tidak Memiliki Gaji

Ayu_Kusuma20
Suamiku tak memiliki gaji. "Duh saya senang banget kalau udah akhir tahun gini," Ucap Bu Narti saat kami sedang berkumpul menunggu jam pelajaran anak selesai. "Emang kenapa Bu?" Bu Yomi menimpali ucapan Bu Narti. "Ya senang lah, akhir tahun kan suamiku dapat bonus, gaji ke 13, lumayan, terus bulan depannya gajinya naik kan." "Oh gitu, kalau di pabrik suami saya gak ada tuh namanya bonus akhir tahun, tapi gak apa-apalah yang penting punya kerjaan." "Makanya suruh kerja di pabrik yang bonafide kayak suami saya, jangan kerja dipabrik kecil gitu, tahun depan juga kayaknya pabriknya bangkrut hahaha." Ucap Bu Narti dengan tawa terbahak-bahak, padahal menurutku tidak ada yang lucu dari ucapannya itu. Aku hanya diam tidak ikut berbicara apapun. "Ehhh tapi ada yang lebih kasian loh dari Bu Yomi," Bu Narti kembali berbicara. "Siapa?" "Tuh Bu Sofi, suaminya kan cuma pengangguran gak punya gaji hahaha," Bu Narti kembali tertawa.
Rumah Tangga
103.1K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Seratus Kali Janji Palsu

Seratus Kali Janji Palsu

Hari pendaftaran pernikahan, aku menunggu di Kantor Catatan Sipil sejak pagi hingga langit gelap. Sementara itu, pacarku Soni malah menemani cinta pertamanya naik gunung. Aku meneleponnya belasan kali, tapi semuanya ditolak. Sampai telepon ke-20 baru dia mengangkat. "Sehari nggak ketemu aku saja kamu harus menelepon puluhan kali, mau nyawa aku diambil, ya? Kamu sebenarnya segitu kekurangan lelaki, ya?" "Yeni lagi nggak enak badan, jantungnya kambuh. Aku harus jagain dia di rumah sakit. Urusan nikah, lain kali saja." Sepuluh tahun bersama, ini sudah ke-100 kalinya Soni meninggalkanku sendirian di depan Kantor Catatan Sipil demi perempuan itu. Untuk ke-101 kalinya, dia hanya meninggalkan pesan. [Sayang, jam sepuluh ketemu di Kantor Catatan Sipil.] Aku menahan tawa dingin, mengabaikan pesannya, lalu melangkah naik ke pesawat menuju luar negeri. Soni, kali ini aku tidak akan memilihmu lagi. Pria yang biasanya selalu terlihat tenang itu, begitu tahu aku pergi, benar-benar kehilangan kendali menggila.
Baca
Tambahkan
L’esclave du Cheikh

L’esclave du Cheikh

mitchel Zing
Sadia avait du mal à ouvrir les paupières, au prix d'un effort, qui lui paru sur humain elle parvint enfin à les ouvrir. Elle ne reconnaissait pas l'endroit où elle se trouvait. La douleur qu'elle ressentait au niveau de la tête l'empêchait de réfléchir. - Mais où suis je ? -Mauvaise question chaton. S'exclama une voix d'homme rocailleuse et grave. Tu devrais te demander plutôt ce qui t'attend. Elle tourna la tête pour voir d'où venait la voix, mais l'obscurité de la pièce l'empêchait de discerner quoi que se soit. - Je vais éclairer ta lanterne. Tu es ici pour servir, obéir et te soumettre au moindre caprice de sa majesté. Nous avons débourser une petite fortune pour t'acheter. Alors on ne saurait toléré le moindre écart de conduite. Sache qu'ici ta vie ne vaut pas plus que celle d'un chien de rue. Tu es une esclave! Finit elle par dire d'une voix pleine de méchanceté et d'aigreur. - Mais... Euh... C'est... Absurde. Je ne suis pas un animal, ni un objet, on n'achète pas un être humain. S'exclama t'elle révolté. -Et pourtant on t'a purement et simplement acheté. Tu devrais nous en être reconnaissant d'ailleurs. dit il d'une voix pleine de cynisme, avant de s'en aller!
9.33.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
The Ruthless Mafia King's Possession

The Ruthless Mafia King's Possession

★Be careful who you trust. Because, even your bestfriend can also become your greatest enemy★ Don't come close to me !" I yelled on top of my lungs, taking two step backwards. My gaze fixated on his hand, dripping with blood. He had just cut off a man's hands like it meant nothing. What kind of human is he? No! No! No! He is no human, he is an animal. A bloody filthy animal. "I won't hurt you, baby girl." He took a couple of step towards me and I kept moving backwards, until my rear back collided with the wall, trapping me with him. I whimpered in fear. Unable to utter a single word as his bloodied hand caressed my chin. Somebody please save me! I cried inwardly. "You're so fucking beautiful." He complimented me but I returned the favor by spitting on his face. "And you're an animal!" I retorted. He wiped his face with his bloody hand. Then, he shot me a daunting glare. I braced myself for what could come next. I was ready to bear the brunt of my action. He could run a slap across my face. or perhaps, he might even kill me too. But instead, his handsome face brightened with a devilish smirk and he claimed my lips. -----★----★----★----★---- Janie's father took her to a big mansion under the guise of going there to borrow money for her tuition fee. Unknown to her, he was going to sell her to the ruthless and dangerous mafia king, Luciano Pavarotti. The man whom she trusted all her life wasn't really who she thought he was. Her father just betrayed her! what happens after Janie suffers that betrayal from her father? How will she cope living with the most dangerous person on Earth as his possession?
Mafia
104.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Aku Menikah di Depan Pria yang Hancurkan Aku

Aku Menikah di Depan Pria yang Hancurkan Aku

Pada malam ketika geng musuh keluargaku menyerbu pesta dansa, aku dijadikan sandera. Pacarku, Nathan, dan sahabat terdekatku, Rudi, berdiri cuma beberapa langkah dari aku. Namun mereka malah pilih lindungi sepupuku, Ayu. Beberapa jam kemudian aku diselamatkan oleh seorang pria misterius dalam keadaan memar, gemetar, dan seolah telah dilupakan. Nggak ada seorang pun yang tanya ke aku apa yang telah terjadi. Nathan cuma bilang, “Ayu ketakutan. Dia lebih butuh kami.” Beberapa hari kemudian, Ayu undang aku ke pesta ulang tahunnya. Aku datang demi sopan santun, cuma untuk saksikan dia jadikan aku penjahat dalam kisah versinya sendiri. Nathan dan Rudi berdiri di sisinya lindungi dia lagi. Malam itu, aku pun ucapkan “Oke” pada perjodohan yang telah disiapkan keluargaku sejak bertahun-tahun lalu. Saat aku tinggalkan kota, Nathan akhirnya kirim pesan, marah, terluka, tersinggung. [Kamu beneran pergi?] Aku balas hanya dengan satu kalimat: [Silakan datang ke acara pernikahanku.]
Cerita Pendek · Mafia
2.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
La Maldad De Esa Cabeza

La Maldad De Esa Cabeza

Después del accidente de auto, la tía Lore se confió demasiado porque creía que yo estaba mal de la cabeza. Jamás se cubría frente a mí y, cuando me aprovechaba de ella, solo le quedaba intentar calmarme con cariños. Poco a poco fui sobrepasando los límites, tentando el terreno para ver hasta dónde podía llegar con ella. Por fin, un día, aproveché que el tío Roberto estaba profundamente dormido y me metí en su cama para gozar de ese cuerpo que tanto me hacía babear. Ella temblaba entre mis brazos, muerta de miedo de que el tío Roberto nos descubriera. No tuvo más remedio que tragarse sus gemidos y tratarme como loquito; se fue quedando sin fuerzas, atrapada entre el placer y la culpa que sentía. Pero lo que ella no sospechaba era que yo ya estaba bien de la cabeza desde hace mucho tiempo.
Baca
Tambahkan
His Sinful Possession

His Sinful Possession

Completely frozen and horrified, her watery eyes were staring at that bleeding dead body in front of her. She couldn't just believe he had just killed someone in front of her so brutally, just because she dared to talk to that person and not any person, but his own wife's brother. "Now, you will forever remember…never to get closer to any other man," she heard him whispering those words in her ear. His blood stained hands gripped her waist more firmly which made her finally look at him. "He was your wife's brother. H..he was your family," she stuttered, disgusted by this brutal monster on whose embrace she was captured now. A feral smirk ghosted on his face. "You needed to think about this before getting closer to him," he brought his face closer to her. Her glossy eyes filled with more disgust, hatred and anger for this barbaric animal before her. "You shouldn't have forgotten that…." Sensually grazing his lips against hers, he peered into her watery eyes. "You are my possession," his words made her fists her palms, especially when she felt his hand opening the zip of her gown. He would again taint her by claiming her body as his. "I am your sole possessor, cara mia," he grinned, sadistically before completely undoing her gown's zipper. She just helplessly stood in his embrace. "Now be a good girl and let me have you again…." hotly murmuring that, he captured her mouth in his and freed her from her clothes and she was not capable of doing anything to stop that sinner from committing that sin with her again because she was…..HIS SINFUL POSSESSION……. Why was she committing that sin of letting a married man have his sinful possession over her? Read to find out…
Mafia
9.8172.0K DibacaTamat
Tampilkan Ulasan (54)
Baca
Tambahkan
Pearl
How can you make a rapist the ML? Riccardo raped her not once many times threatening her daughters life & she still fell in love with him? Disgusting!! Aniya is the biggest doormat I've ever read. Spineless & weak. Please don't normalize rape. No girl can fall for her rapist. Pathetic!!
Medical Prevent Brasov
I think this is the best book of Taevya. It is my favourite . I ve read it twice. The most credible encounter of the two main characters and all the actions and all that happens is very natural and exciting, leading them to discover the best and the worst in them. Deep and well explaned feelings
Baca Semua Ulasan
I Hate You, Mr Billionaire.

I Hate You, Mr Billionaire.

“Give me your hands,” he ordered, coldly. I froze, watching him loosen his tie as he walked closer. Something about him felt… off. Mean. Distant. My throat went dry, but I gave him my hands anyway. He gripped my wrists—tight enough for my pulse to throb under his fingers. He wrapped the tie around them and pulled, dragging me up the bed like an animal on a leash. My back hit the headboard. Before I could react, he tied the other end of the tie to the frame. Then he reached for the veil on the nightstand. “What are you doing?” I asked, heart racing. He didn’t answer….just placed the veil over my head like I was a doll. “Making sure I don’t see your face and wish it was hers,” he said, unbuttoning his shirt. I blinked. “Hers?” He leaned in. His jaw clenched. “Your twin sister,” he said. “I wanted her. Not you.” His words felt like someone yanked the floor right under me. “I should be with her,” he added cruelly. “Loving her. Worshiping her. Not stuck with a knockoff pretending to be my wife.” I couldn’t breathe. My hands fought the tie, but it was useless. I was trapped, veiled and bound. Lucian didn’t want me. He wanted ‘her’ instead. —------------- Losing her clinic was devastating. Facing eviction was worse. But accepting a mysterious nursing job? That was desperation at its finest. What Scarlett Ashford didn’t expect was that her patient would be her terminally ill twin, the same sister she’d cut ties with. And Lucian Montgomery, her sister’s cold billionaire husband, offered her a proposition far beyond medical care. He wanted her to be his surrogate. Scarlett wonders—what twisted melodrama has she gotten herself into?
Romance
1.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Sudah lima tahun menikah, tiba-tiba cinta pertama suamiku mengunggah foto sertifikat rumah di instagram. Dia menulis, "Terima kasih Kak Boni sudah memindahkan kepemilikan rumah ini untukku." Aku terkejut melihat alamat di sertifikat itu adalah rumah kami, jadi aku memberikan komentar, "?" Tak lama kemudian, suamiku langsung meneleponku dengan nada marah, "Dia itu ibu tunggal, kasihan sekali. Aku hanya memindahkan kepemilikan rumah supaya anaknya bisa lebih mudah untuk daftar sekolah nantinya. Itu nggak akan mengganggu tempat tinggal kita!" "Kenapa kamu nggak punya hati nurani? Masa nggak bisa sedikit bersimpati?" Di balik telepon, terdengar suara tangisan lembut dari cinta pertamanya. Setengah jam kemudian, cinta pertamanya mengunggah lagi, kali ini menandai aku di unggahannya. Dia memamerkan sebuah mobil mewah seharga dua miliar, lengkap dengan catatan, "Dibayar lunas, seperti kata pepatah, pria yang mencintaimu akan rela menghabiskan uang untukmu." Aku tahu itu hadiah dari suamiku untuk menenangkannya. Tapi kali ini, aku sudah memutuskan untuk bercerai. Bukankah hanya memberinya sertifikat rumah?
Cerita Pendek · Romansa
13.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
4445464748
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status