Suami Lansiaku Ternyata CEO
celetuknya lagi, tanpa Meri tahu bahwa ucapannya sudah menyentil perasaan di hati Sova.
“Karena kamu shalat, kita mulai dari kepribadian dulu ya. Aku kira, kamu cerdas cantik, bisa langsung mengerti apa yang boleh dan apa yang tak boleh untuk menjadi wanita elegan, pendamping bos besar,” ucapnya panjang lebar. “Habis kepribadian, kita aplikasiin make up dan fashion. Huh, jadi enggak sabar buat mempercantik orang secantik dan seayu kamu. Wajah yang enggak bosenin kalau dipandang, sedap!” Meri begitu bersemangat. Penampilannya saja yang tomboy, tapi bawelnya mirip kereta yang enggak nemu stasiun.
***
Hot Chapters