Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tidak Akan Diremehkan lagi Oleh Kamu

Tidak Akan Diremehkan lagi Oleh Kamu

Di hari pernikahan, pacarku Hubert menyuruh orang mengusirku dari aula pernikahan, lalu masuk sambil bergandengan tangan dengan sahabat masa kecilnya. Aku terduduk di lantai dengan tak percaya, bunga pernikahan yang tadinya ada di tanganku hancur lebur di lantai, tapi dia bahkan tidak melirikku. "Anak Yuna butuh seorang ayah. Setelah situasi lebih tenang, aku akan menikahimu." Semua orang mengira aku yang begitu setia akan rela menunggunya sebulan lagi. Bagaimanapun juga, aku sudah menunggu pernikahan ini selama tujuh tahun. Tapi malam itu, aku melakukan sesuatu yang tak terbayangkan .... Aku menyetujui pernikahan yang diatur orang tuaku, lalu segera pergi ke luar negeri. Tiga tahun kemudian, aku pulang ke negara ini untuk menjenguk orang tua. Suamiku Leandro kini adalah presiden perusahaan multinasional. Karena mendadak ada rapat penting, dia khusus menyuruhku pergi ke kantor cabang dalam negeri dulu. Dia bahkan menyuruh bawahannya untuk menyambutku. Tak disangka, bawahan itu ternyata Hubert yang sudah tiga tahun tidak bertemu. Sekilas saja Hubert melihat cincin yang berkilauan di jari tanganku. "Itu 'kan model tiruan dari cincin yang dibeli Pak Leandro dengan harga 10 miliar untuk istrinya? Tak disangka setelah beberapa tahun tak jumpa, kamu malah jadi begitu mengejar gengsi." "Kamu sudah ngambek cukup lama, harusnya sudah puas. Pulanglah! Anak Yuna sudah masuk usia sekolah, pas sekali bisa kamu yang antar makanan tiap hari." Aku tidak mengatakan apa-apa, hanya mengusap cincin itu dengan perlahan. Hubert tidak tahu, ini adalah cincin dengan permata paling murah dari sekian banyak permata yang pernah Leandro berikan padaku.
Baca
Tambahkan
Stuck With Mr. Devil

Stuck With Mr. Devil

(Dark Romance) Zora Kaureen tak menyangka akan bertemu kembali dengan Nevano Abraham yang menjadi CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Kehadiran Nevano benar-benar membuat hidup Zora bagai mimpi buruk. Penyesalan Zora yang dulu rela ditiduri Nevano 9 tahun silam karena terdesak uang demi keluarganya, membuat Zora tak bisa berkutik saat Nevano yang brengsek memanfaatkan kelemahannya untuk mengintimidasinya. Entah karena dendam ataupun obsesi, Nevano seolah tak ingin melepaskan Zora dari genggamannya. Bagi Nevano, melihat gadis keras kepala itu menderita dan tampak tak berdaya di hadapannya merupakan hal terindah yang Nevano rasakan. Namun, Nevano tak sadar alasan terbesar penyiksaannya terhadap Zora sebenarnya bukanlah karena dendam atau obsesi gilanya semata, melainkan karena sebuah perasaan cinta. Sayangnya, ketika Nevano menyadari hal itu. Semuanya sudah terlambat!
Romansa
1017.2K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
The Choice of Us

The Choice of Us

His hot breath fanned my ear and I nearly died the moment the straps of my dress fell away. Revealing a part of myself that left me vulnerable to his hungry gaze that moved over me. I pride myself on decency, to always be appropriate but the way he clenched his jaw and ran his large hands on my thighs made me go. . . to hell with decency. Reaching out, the need to touch him no longer bearable, I traced the outline of his torso through the fabric of his shirt. But even that wasn't enough as my hands moved underneath the fabric to trace the muscles there. He shifted slightly away triggering a fear in me that I had done something wrong. However, the fear diminished when he removed the fabric- granting my eyes the chance to feast on seeing more of his skin. He moved forward peppering light kisses all over my neck and torso only to latch onto my nipple tugging gently on the hard nub. I cried out at the movement of his teeth and tongue as his hands kept me close hindering any chance to reduce the contact to damn near impossible. Reducing the contact was the last thing I wanted, especially considering how far we had come. . .
Romance
106.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
99 Letters and Still Cheated

99 Letters and Still Cheated

There's this unspoken rule in werewolf high society: no matter how tight the mate bond is, business banquets mean booking a hostess. Six years into our bond, my Alpha mate—Brian Stormclaw—met one. Louise. A scrappy Omega with too much pride and not enough sense. When he offered her his black card, she pushed it back and said, "I'm not some Alpha's pampered pet." Brian? Instantly hooked. Like the Moon Goddess herself had dropped her in his lap. He chased her like he wanted her mark on every pack crest. But he forgot something—I was the Luna he wrote ninety-nine love letters to before I said yes. I didn't beg. Didn't snap. Every time he chose her over me, I lit another letter. First one burned on our anniversary—he bailed to wait outside Louise's flower shop, just to walk her home. Letter thirty-four? He left me stranded in a dangerous hunting ground to keep her company. Said she was scared of the dark. Fifty-two? Torched the second he replaced our wedding photo with some sketch she made on. ... And when the ninety-ninth turned to ash, so did whatever was left of us. I walked away. For good.
Baca
Tambahkan
Persalinan yang Terpaksa Ditunda

Persalinan yang Terpaksa Ditunda

Ketika kandunganku menginjak sembilan bulan dan hampir siap melahirkan, suamiku, Arga Baskara, justru memerintahkan orang mengunciku di gudang bawah tanah dan menyuruhku menahan agar bayi itu tidak lahir. Karena istri almarhum kakaknya, Indri Magani, juga diperkirakan akan melahirkan hari ini. Arga pernah berjanji pada kakaknya bahwa anak pertama yang lahir dalam Keluarga Baskara akan dididik sebagai penerus dan menerima warisan keluarga. "Anak Indri harus lahir lebih dulu," kata Arga dengan tenang. "Dia kehilangan suaminya dan nggak punya apa-apa. Sementara kamu sudah memiliki semua cintaku, memberikan harta kepada anaknya adalah hal yang seharusnya." Kontraksi membuatku kesakitan sampai berguling-guling, aku menangis memohon padanya untuk membawaku ke rumah sakit. Arga mengusap air mataku dengan lembut, suaranya rendah dan mengandung bahaya. "Jangan berpura-pura! Aku sudah lama tahu kamu sama sekali nggak mencintaiku. Satu-satunya yang kamu pedulikan adalah kekayaan dan kedudukan." "Kamu sengaja mau melahirkan prematur hanya untuk merebut hak keponakanku... Bagaimana bisa kamu begitu kejam?" Wajahku pucat dan seluruh tubuhku gemetar. Aku berkata dengan suara pelan, "Aku nggak bisa mengendalikan kapan anak ini akan lahir, kelahiran prematur hanyalah kebetulan! Aku bersumpah, aku nggak peduli sama harta, aku hanya mencintaimu!" Arga tertawa sinis. "Kalau kamu mencintaiku, kamu nggak akan memaksa Indri menandatangani kontrak untuk melepaskan hak waris untuk anaknya. Oke, setelah dia melahirkan, aku akan kembali menemuimu. Bagaimanapun juga, yang ada di perutmu adalah darah dagingku sendiri." Arga menunggu di luar ruang bersalin Indri. Setelah melihat bayi yang baru lahir itu, barulah dia teringat padaku. Dia menyuruh sekretaris menjemputku ke rumah sakit, tetapi sekretaris itu dengan suara gemetar berkata, "Nyonya... dan bayinya... sudah meninggal..." Pada saat itu, Arga menjadi gila.
Cerita Pendek · Romansa
36.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Pada malam hari jadi pernikahan kami yang keenam, aku tersipu dan menghindari ciuman panas suamiku, Arga, lalu mendorongnya untuk meraih pengaman di meja samping tempat tidur. Di dalamnya, ada kejutan yang aku siapkan, alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Aku membayangkan senyum seperti apa yang akan dia tunjukkan saat menemukannya. Namun, tepat saat dia hendak meraih laci, ponselnya berdering. Suara sahabatnya, Omar, terdengar dari gagang telepon, berbicara dalam bahasa Jerman. “Pak Arga, semalam bagaimana rasanya? Apa sofa erotis baru dari perusahaan kita nyaman?” Arga terkekeh pelan dan menjawab dalam bahasa Jerman, “Fungsi pijatnya berfungsi dengan baik, jadi aku tidak perlu memijat punggung Hanna lagi.” Dia masih memelukku erat, tapi tatapannya seolah menembusku, menatap seseorang yang lain. “Hanya kita berdua yang tahu tentang ini. Kalau istriku tahu aku tidur dengan adiknya, mampus aku.” Hatiku serasa ditusuk dengan keras. Mereka tidak tahu kalau aku mengambil mata kuliah minor Bahasa Jerman di perguruan tinggi, jadi aku mengerti setiap katanya. Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, tetapi tanganku yang melingkari lehernya sedikit gemetar. Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk menerima undangan dari proyek penelitian internasional. Tiga hari kemudian, aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia Arga.
Cerita Pendek · Romansa
13.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
The One Night Stand With Mr. CEO

The One Night Stand With Mr. CEO

Napailing c Jillian Ng titigan Ang lalaki sa kanyang tabi Saka dahan dahang tumayo at kinuha Ang mga damit na NASA ibaba Saka nagbihis sa banyo.
Romance
521 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
One Step Ahead

One Step Ahead

The day my sister slipped away from her engagement party, she was certain Marshall Patton could never truly fall in love with me. Confident in her belief, she left the country without hesitation, leaving me behind to hold her place and secure the title of Mrs. Patton in her stead. I didn't cry or make a fuss. Instead, I played the part of the obedient stand-in, giving everyone the courtesy of maintaining appearances while I quietly bided my time. Then, I poured every ounce of effort into making Marshall fall for me, bit by bit. And when my sister finally returned, I made sure to walk away.
Cerita Pendek · Romance
7.5K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Diriku Seutuhnya

Diriku Seutuhnya

Di malam peringatan sembilan tahun pernikahan kami, suamiku yang bernama Felix Tosa, pria yang di siang hari menguasai keluarga mafia dan di malam hari menguasai hatiku, tidak memberiku setangkai mawar pun. Dia malah memberikannya pada Celine, asisten pribadinya. Di bawah lampu gantung tempat kami pernah berdansa saat baru menikah, dia menoleh padaku dengan pesona dingin yang dulu pernah membisikkan kata cinta di telingaku. “Dia hamil,” katanya, seolah itu sudah cukup sebagai penjelasan. “Dan dia sangat pilih-pilih soal makanan. Mulai sekarang, kamu yang harus menyiapkan makanan tiga kali sehari untuknya, nggak boleh ada menu yang berulang.” “Dia juga sensitif, nggak suka tidur sendirian. Jadi, kamu harus pindah ke kamar tamu.” Ruangan itu sunyi senyap. Aku tidak berteriak, tidak juga menangis. Aku hanya mengambil koper yang sudah kubereskan, lalu berjalan menuju pintu. Kepala pelayan mencoba menahanku, tapi Felix bahkan tak berkedip sedikit pun. “Dia pasti balik lagi,” katanya malas, sambil menggoyangkan gelas anggur. “Dalam waktu tiga hari, dia akan menangis dan memohon padaku.” Tamu-tamu pun tertawa terbahak-bahak. Mereka bertaruh satu juta dolar di depan mataku. Bertaruh bahwa aku bahkan tak akan sanggup melewati malam ini dan akan kembali memohon seperti anjing jalanan yang kehilangan harga diri, memohon agar Felix membiarkanku masuk ke rumah. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku sudah menerima lambang keluarga dari ayah kandungku yang sebenarnya dan tiket pesawat pun sudah kupesan. Kali ini, aku benar-benar akan pergi.
Cerita Pendek · Mafia
6.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
De la sombra a su luz

De la sombra a su luz

El día que íbamos a casarnos, mi novio, Damián Cruz, envió a unos hombres para que me echaran del registro civil y entró del brazo de Luna Mendoza. Al verme sentada en el suelo, paralizada por la incredulidad, ni siquiera pestañeó y dijo: —El hijo de Luna necesita un apellido presentable para el futuro, para que pueda acceder a los círculos de élite y los mejores colegios. Es solo un trámite. Una vez que solucionemos esto, me caso contigo. Todo el mundo pensó que yo, la siempre devota, aceptaría esperarle obedientemente otro mes más. Después de todo, ya lo había esperado durante siete años. Pero esa noche, hice algo impensable: Acepté el matrimonio que habían arreglado mis padres y me fui del país directamente. Tres años después, regresé a visitar a mis padres. Mi marido, Vicente del Toro, era ahora el presidente de una corporación multinacional. Como tenía una reunión urgente de última hora, envió a un empleado de la sucursal local a recogerme al aeropuerto. Y para mi sorpresa, ese subordinado era nada más y nada menos que Damián, a quien no veía desde hacía tres años. Sus ojos se clavaron al instante en la deslumbrante pulsera de mi muñeca: —¿Esta es la copia barata de la pulsera por la que el señor del Toro pagó cinco millones para su esposa? Nunca pensé que te volverías tan superficial estos años. —Ya basta de rabietas. Vuelve. El hijo de Luna ya está en edad escolar, serás perfecta para llevarlo y traerlo. No dije nada, solo acaricié la pulsera. Él no sabía que esta era la más barata de todas las que Vicente me había regalado.
Cerita Pendek · Romance
14.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
123456
...
15
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status