Cinta Dan Kematian
Pada akhirnya dia hanya pasrah, tapi raut wajahnya bukanlah seperti orang yang kalah.
“Ternyata itu memang sifat aslimu, anak muda. Satu hal yang bisa kuberitahu. Cepatlah bangun, waktumu sudah tiba.”
Malaikat kematian itu melepaskan cengkramannya, membuat Adra terjatuh pada sebuah lubang hitam yang tiba-tiba saja muncul. Dalam kegelapan yang tiada akhir Adra merasa melayang. Telingannya berdengung, lalu ucapan mahkluk itu kembali terdengar lirih. Berulang-ulang seperti teror yang mendalam.
Hot Chapters