Lusia
gumam Aaron sembari mendekatkan diri, tanganya terulur mengusap dahi Lusia.
“Tidak demam...... “
Alis Aaron bertaut memikirkan apa yang terngah terjadi pada Lusia, detik selanjutnya, Lusia mengiggau.
“Tolong...... takut..... “ isak Lusia dengan mata yang masih tertutup.
Sepertinya, badai di Rose Hill telah membawa mimpi buruk untuk Lusia. Aaron berusaha membangunkan Lusia dari mimpi buruknya, tapi Lusia terlalu larut dalam mimpi buruknya.
Hot Chapters