AMBISI IBU MERTUA
“Habisnya, saya sudah tidak sabar ingin merasakan punya ibu lagi. Kalau menunggu bapak melamar Bu Nadya sampai lebaran monyet juga belum tentu dilamar. Bapak, sih banyak pertimbangan. Seperti Wahyu, dong. Gercep, meski hanya dengan modal gorengan sudah bisa menarik simpati anak Bu Nadya, ucap Reza sambil melirik Wahyu.
“Apa? Jadi kamu juga memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan Wahyu?” Sepertinya Bude Ijum benar-benar tidak marah pada mereka berdua. Ia masalah tertawa dengan ulah kedua pemuda itu.
“Namanya juga usaha, Bude. Sekali jalan dua pulau terarungi. Selain dapat ibu siapa tahu dapat calon istri,”ujar Wahyu dengan senyum menyeringai.