Lusia
Lusia semakin panik dan meronta makin kuat, tangannya kini sudah di cengkeram dan ia tak bisa menyerang pria yang mendominasi di atas tubuh lemahnya ini.
Dengan sekali sentak, gaun yang Lusia kenakan di sibakan dan tak lagi bisa menutupi apa yang harusnya di tutupi.
“Tolong jangan.... “ rintih Lusia untuk yang terakhir kalinya, karena penghalang itu di sobek dengan mudahnya. Air mata Lusia menetes saat permintaan penuh keputus asaanya tak di dengar, pria itu malah mulai melepaskan kancing kemeja yang ia kenakan. Membuka penutup tubuhnya sendiri dan memperlihatkan tubuh yang terpahat sempurna. Otot otot liat layaknya laki – laki gagah.
Hot Chapters