Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah
"Cing sabar, hayu cerita sama Nenek."
Kami semua duduk di ruang tamu. Hanya air teh yang bisa Nenek sediakan, mengingat terlalu malam untuk mencari atau membuat suguhan. Setelah aku merasa sedikit tenang, akhirnya aku mulai bercerita kejadian aneh di rumah sampai perubahan Bapak dan Ibu.
"Astagfirullah, sampai kayak gitu. Innalillahi." Nenek memegangi dada, sementara aku menenangkannya dengan cara memeluk.