Aku Istri yang Tidak Dianggap
Selain itu semalam aku baru tiba di rumah sekitar jam dua pagi, jadi sangat wajar jika aku terbangun dengan kondisi tidak fit.
Sayup-sayup aku mendengar seseorang mengetuk pintu kamarku, siapa lagi jika bukan bi Minah, dia pasti heran mengapa aku belum keluar kamar untuk membuat sarapan pagi ini. Segera aku melepas mukena yang masih kugunakan, entah mengapa aku begitu nyaman ketika tidur dengan menggunakan mukena, mungkin karena sejak dulu saat ayah dan ibuku baru saja meninggal, aku sering tertidur setelah menunaikan sholat isya, biasanya karena kelelahan menangis karena ditinggalkan mereka, makanya jadi tertidur di atas sajadah masih dengan mukena lengkap.