SHANIA
Pria itu memoles cerita karangannya dengan mengatakan bahwa dia mendapatkan nomor ponsel Shania dari sang keponakan—narasi yang sudah barang tentu dusta, karena meski Zidan memang memegang nomor Shania, peninggalan dari sang Nyonya, namun nuraninya yang jernih telah membisikinya untuk tidak membagikan nomor itu pada sang paman.
"Maaf beribu maaf, Nyonya," ujar Adrian memelas melalui telepon, "saya sebenarnya tak enak hati menghubungi Anda seperti ini. Tapi ... sudilah kiranya Nyonya berkenan memikirkan kembali betapa besar kemalangan keponakan saya yang kini tak berdaya karena kondisinya yang lemah. Patah tulang, Nyonya! Ah! Dia tidak bisa apa-apa, saat ini." Adrian meratap sedih. Suaranya t
Hot Chapters