Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Memperhatikan dengan wajah cemas.
“Kalau capek, istirahat dulu, Sayang,” katanya.
“Dikit lagi jadi nih,” jawab Jingga tanpa menoleh.
Beberapa menit berlalu. Bola salju pertama berhasil dibuat oleh Jingga. Kemudian disusul bola kedua. Meski bentuknya tidak sempurna, Jingga tetap tersenyum puas.
“Mas, bantuin angkat yang ini,” pintanya.