Di Ujung Senja
gumannya ramah, lalu kembali menyalami teman-temannya yang lain.
"Sini," Yanven menarik Redita dan mereka duduk di depan meja bar, "Jujur ya aku agak malas kumpul sama gerombolannya si Janice, cuma karena dia baik banget sama aku makanya aku mau datang," bisik Yanven di telinga Redita.
"Janice?" Redita mengerutkan keningnya, siapa pula si Janice ini?
"Yang ulangtahun itu lho," jawab Yanven gemas, "Pesan apa nih?"