Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Asmara Terlarang di Kereta Api

Asmara Terlarang di Kereta Api

Di atas tempat tidur empuk gerbong kereta, aku ditindih pacar sahabatku sendiri hingga kulit kami bersentuhan erat. Seluruh tubuhku terasa lemas tak bertenaga dan aku hanya bisa pasrah membiarkan dia berbuat sesuka hati di atas tubuhku sambil menyulut gairah. Dari ranjang atas terdengar suara dengkuran berat suamiku, sementara telapak tangan besar dan kasar milik kekasih sahabatku menyelinap masuk ke dalam selimutku dan perlahan-lahan menyingkap gaun tidurku ke atas. "Kok kamu sudah basah banget begini ...."
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Sosok yang Spesial

Sosok yang Spesial

Tahun kelima setelah kami berimigrasi, suamiku, Kevin Indrawan, tiba-tiba membawa pulang wanita yang selalu ada di hatinya beserta anaknya kerumah. “Nikita dan anaknya baru saja datang. Mereka akan tinggal di sini sementara waktu.” katanya. Karena itu, aku dan dia bertengkar hebat. Di hari ulang tahunku, Kevin menyerahkan surat cerai di depanku dan mendesakku, “Cepat tanda tangan. Nikita butuh kartu izin tinggal menetap disini. Kita hanya cerai sementara.” Aku mengernyitkan dahi, ingin meminta penjelasan. Namun, Kevin justru menunjuk wajahku dan memaki, menuduhku tidak punya belas kasihan. Tak lama kemudian, aku melihat unggahan Facebook dari Nikita Winata. “Kevin menceraikan istrinya demi aku dan anakku! Akhirnya kami punya tempat untuk bernaung.” Aku diam-diam memberi ‘like’, lalu menandatangani surat cerai itu. Setelah itu, aku mengajukan permohonan untuk kembali ke negara asal.
26.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Influencer Licik Berkedok Pembantu

Influencer Licik Berkedok Pembantu

Pembantu di rumahku mengklaim dirinya sebagai wanita mandiri generasi baru. Setiap hari, dia mendorongku untuk menjadi lebih independen. Memintaku mencuci baju, memasak, dan merawat anak. Dia bahkan menyarankan agar aku bercerai dengan suamiku. Belakangan, aku menyadari bahwa dia ternyata seorang influencer. Tanpa seizin dariku, dia membuat serangkaian video yang menjelekkan diriku dengan tema "melatih istri manja," lalu mengunggahnya ke internet. Bukan hanya itu, dia juga mencuri perhiasan dan pakaian dariku. Setelah aku memecatnya, dia malah menyerangku di dunia maya dan menuduhku sebagai wanita yang membenci sesama wanita, tetapi bersikap baik terhadap lelaki. Lebih parah lagi, seorang penggemar fanatiknya berhasil menyusup ke rumahku dan memberiku racun pestisida dalam air minumku. Dalam kehidupan kedua, aku kembali ke hari di mana aku pertama kali mengetahui bahwa dia memiliki akun dengan jutaan pengikut. Kalau dia memang suka siaran langsung, aku akan membuat semua orang melihat wajah asli dari "wanita mandiri" ini.
12.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Salju Turun, Kita Tak Menua

Salju Turun, Kita Tak Menua

Di hari ulang tahun pernikahan kami, pada saat ledakan terjadi di aula, Kenan malah menyelamatkan cinta lamanya yang datang untuk menantangnya. Sedangkan aku tidak di sana karena sedang melakukan operasi darurat. Saat aku kembali bertemu Kenan, ia sudah menjadi sosok yang berlumuran darah dan tak sadarkan diri di atas meja operasi. Setelah kejadian itu, ada yang bertanya mengapa ia rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang yang tak ada hubungannya dengannya. “Karena istriku adalah malaikat berbaju putih yang menyelamatkan nyawa. Dia pasti tidak akan menyukai pria pengecut.” Orang-orang pun terharu mendengarnya. Namun di saat ia paling mencintaiku, aku memilih mundur dalam diam, pergi tanpa suara. Sebulan kemudian, di upacara pelepasan tim medis internasional, seorang wartawan mewawancaraiku. “Dokter Jennie, apa hal yang paling tidak sesali dalam perjalanan karier Anda?” Aku menatap kamera dan menjawab dengan tenang, “Meski tahu suamiku menahan gelombang ledakan demi cinta lamanya, aku tetap berdiri di meja operasi dan menyambung kembali tulang-tulangnya yang patah dengan tanganku sendiri.”
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali: Menyelamatkan Anakku Dari Sahabatku

Terlahir Kembali: Menyelamatkan Anakku Dari Sahabatku

Ketika sahabatku mulai mengalami masalah rambut rontok parah, dia mendengar kabar bahwa mencuci rambut dengan ASI bisa mengaktifkan folikel rambut. Oleh karena itu, dia memintaku untuk meminjamkan ASI. Aku merasa hal itu sangat menjijikkan dan dengan alasan bahwa ASI-ku hanya cukup untuk anak perempuanku, aku menolaknya. Temanku tidak menyerah, dia akhirnya membeli ASI dari internet dengan harga tinggi. Sayangnya, ASI yang dia dapatkan mengandung virus dan dia terinfeksi sifilis. Alih-alih menerima akibat dari tindakannya sendiri, dia malah menyalahkan anak perempuanku. Pada suatu malam, dia diam-diam masuk ke rumahku dan menggunakan rambutnya sendiri untuk mencekik anakku hingga tewas. Setelah mengetahui kebenarannya, aku benar-benar kehilangan kendali. Aku mencabut semua rambut di kepalanya dan kemudian membunuhnya dengan sebilah pisau dapur. Namun, saat aku membuka mata, aku mendapati diriku kembali ke hari ketika dia pertama kali meminta meminjam ASI dariku.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Kesetiaan yang Kadaluwarsa

Kesetiaan yang Kadaluwarsa

"Bu Regina, usia kandunganmu sudah hampir enam minggu. Mengingat kondisi fisikmu yang kurang baik, aku cuma bisa kasih kamu waktu setengah bulan untuk mempertimbangkan apakah akan menggugurkan kandungan ini atau nggak." Mengingat Rafael Davanka, kekasihnya selama lima tahun, Regina Kalingga pun mengangguk tanpa ragu sedikit pun. "Dua minggu lagi, aku akan datang untuk operasi." Melihat Regina sama sekali tidak bimbang, dokter itu pun merasa sedikit terkejut. "Apa kamu nggak perlu membicarakannya dulu dengan kekasihmu?" Regina tersenyum pahit sambil menggelengkan kepalanya. Pria yang dulu bersumpah setia sehidup semati dan berjanji akan menikahinya itu, kini justru menanti dengan penuh semangat kelahiran anaknya dari wanita lain, tiga bulan lagi.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Ganjaran Nafsu

Ganjaran Nafsu

Aku mati, tapi tidak mati total. Aku tidak tau bagaimana keadaanku sekarang, aku tidak perlu makan, ataupun tidur. Aku sadar, tapi tidak bisa menggerakkan tubuhku. Sekelilingku gelap gulita, tidak ada yang bisa kuajak bicara. Aku hampir gila! Aku tidak tau keadaan seperti ini berlangsung berapa lama. Ketika aku kira keadaan bakal terus begini, tiba-tiba terdengar suara ketukan.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Kau Bukanlah Mempelai Pengantin Prianya!

Kau Bukanlah Mempelai Pengantin Prianya!

Tiga hari sebelum pernikahanku, Angga membatalkannya untuk yang ke lima puluh dua kalinya. Dia datang ke rumah mode di Paleris untuk menyetujui bordiran lambang pada gaun pengantinku, tetapi begitu aku melangkah keluar dari tirai ruang ganti, dia langsung mengambil sarung pistol dan radionya. “Bajingan Torino itu menghancurkan kebun anggur Bella, mereka mengepung perkebunannya. Luna ketakutan, jadi aku harus pergi sekarang. Pernikahannya kita tunda.” Dulu, aku pasti akan menghentikannya dan menuntut jawaban siapa yang lebih penting baginya, aku atau Bella. Kali ini, aku hanya membiarkannya saja. Tiga puluh menit kemudian, Bella mengunggah momen di media sosialnya: [Kaulah satu-satunya tempat berlindung bagiku dan putriku.] Foto itu menunjukkan gambar Angga yang sedang memeluk Bella erat-erat, dengan Luna di gendongannya dan memanggilnya papa. Mereka tampak seperti sebuah keluarga sungguhan. Orang tuaku menghela napas. “Sephia, apa pernikahanmu kali ini dibatalkan lagi? Kita sudah mengirim undangan ke setiap keluarga ternama di kota ini. Bagaimana dampaknya nanti terhadap kehormatan Keluarga Bundari?” Aku menggelengkan kepala, lalu mengetuk undangan cadangan. "Pernikahan ini tetap berjalan. Tiga hari lagi, aku akan tetap menjadi pengantin. Hanya saja, bukan dengan Angga."
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Malam Tahun Baru yang Liar di Kapal Pesiar

Malam Tahun Baru yang Liar di Kapal Pesiar

"Kak, aku cuma mau gesek-gesek saja, kok, nggak akan masuk. Sini, aku bantu lepaskan pakaian dalammu dulu." Di momen Tahun Baru, suamiku yang seorang pelaut, menyiapkan perjalanan mewah dengan kapal pesiar pesisir untuk kami. Namun, gairahku yang meledak-ledak setiap saat justru membuat suamiku ketakutan dan tidak berani kembali ke kamar. Di tengah rasa kesepian dan dahaga yang membuncah, adik dari rekan kerja suamiku, seorang pemuda bertubuh kekar, mengambil kesempatan. Dia memaksa ingin memeluk dan menenangkanku, berjanji hanya akan bergesekan saja. Namun, lama-kelamaan ....
19.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 795 kali sebagai catherine plot
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
1213141516
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status