Berhenti Memaksakan Cinta yang Melelahkan
Emran yang sedang perang dingin denganku mengunggah sebuah postingan di media sosial.
[ Seratus orang pertama yang like dapat uang karena aku baru putus! ]
Dalam sekejap, sudah ada 99 repost dan like.
Aku tahu dia sedang menungguku mengalah, seperti sepuluh kali sebelumnya, memohon padanya untuk menghapus postingan itu.
Namun kali ini, aku langsung repost dan memberi komentar.
[ Aku juga mau! ]
Kemudian, aku memblokir semua kontaknya.
Tiga hari kemudian, adiknya mengirim pesan.
[ Tiket untuk pertunjukan kelulusan Kak Emran sudah disisakan buat kamu. Katanya asal kamu datang, dia mau memaafkanmu. ]
Aku melirik tiket pesawat di atas meja, lalu membalas.
[ Nggak sempat. ]
Aku memang benar-benar tidak sempat, karena aku lulus seleksi dan diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di Universitas Bajira. Malam itu juga, aku akan terbang untuk mendaftar ulang.
Sejak saat itu, aku dan dia terpisah ribuan kilometer, tak pernah bertemu lagi.