SANG MENANTU TERBUANG
Ketika Arya melepaskan ciuman itu, ia menatap Aruna sejenak pandangan yang masih dingin, tetapi ada sedikit pertanyaan tersembunyi.
Aruna menanggapi dengan senyum tipis, sombong, dan berbahaya. "Itu efektif," bisiknya.
Arya tersenyum tipis, sebuah seringai yang mematikan. Ia menoleh ke Kinanti, yang kini diseret pergi oleh Daniel.
"Pesan telah disampaikan," kata Arya, kembali ke mode bisnisnya. "Selesaikan penyerapan saham Atmadja. Malam ini, kau mendapatkan separuh pembalasanku."
Hot Chapters