Wonderstruck
Levi mengalihkan tatapan ke arahku “Tuh, kan? Marco memang makhluk spesial. Mabok dan hura-hura, bukan gayanya. Dia anak muda yang punya prinsip. Nggak jauh beda sama kami. Yang anomali mungkin Yuma. Karena dia punya hobi spektakuler. Malas mandi.”
“Dasar gila,” maki Marco. Namun cowok itu tak menyembunyikan senyumnya. “Jangan dengerin semua omongan Levi ya, Nef. Di antara sepuluh ucapannya, sembilan setengah di antaranya adalah bohong. Ingat, itu.”
“Akan kucatat supaya nggak sampai lupa, bakalan kubikin folder khusus,” ucapku sambi berpura-pura mengetikkan sesuatu di ponselku.