Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lest Love Stain the Spring

Lest Love Stain the Spring

When my father's business collapsed, he racked up an astronomical debt to the Andor family. And when they finally came knocking, he did what no loving parent should ever do—he collateralized me, his only daughter, handing me over to Cassian before vanishing off the face of the earth. For ten long years, I stayed by Cassian Andor's side. He treated me with a tenderness so indulgent it bordered on worship. There was nothing I asked for that he would not give; there was no whim of mine he would not entertain. Everyone in our world knew me as his princess. I grew up believing with certainty that once I came of age, he would sweep me into his arms, march me down the aisle, and make me his wife. But reality—cold, brutal, and as dazzlingly cruel as the world we lived in—had other plans. Instead of the ring I had dreamed of, Cassian gifted a breathtaking pink diamond—the very symbol of eternal devotion—to his assistant, Heidi Torres. As if that wasn't betrayal enough, he threw a lavish celebration in her honor, a veritable explosion of flowers. He knew I was deathly allergic to pollen. Yet he still left me stranded there, drowning in a sea of blossoms. Eventually, I collapsed in a violent asthma attack, gasping and clawing for air, teetering on the edge of consciousness. And Cassian? He merely tightened his hold around Heidi in his arms and cast me a cold glance. "Your allergies have been fine for ages," he said with a sneer. "Why the sudden drama today? Don't tell me you're faking it." At that moment, as I lay there humiliated and struggling to breathe, I realized there were exactly seven days left until my twentieth birthday since when I could register a marriage.
Baca
Tambahkan
After I Was Gone

After I Was Gone

My mom and dad died heroically in a fire rescue, trying to protect an orphan. Afterward, my brother brought the orphan, Audrey, home. To make her smile, he'd throw away photos of me and our parents. He even kicked me out in front of everyone. For Audrey's coming-of-age celebration, he took her to Cranburn—the place I'd always dreamed of going. In his eyes, I had nowhere else to go. He believed that once I realized I was wrong, I'd come back on my own. But what he didn't know was—I had joined an overseas rescue team. This might be the last time we ever see each other.
Baca
Tambahkan
Thanks for Taking Out the Trash

Thanks for Taking Out the Trash

This Thanksgiving, Elmer Fuller finally agrees to go on a trip with me. But when I wake up in the hotel, I don't see him anywhere. I spend the entire day desperately searching for him, only to stumble across a social media post from his first love. It's a selfie of her and Elmer having a cozy family dinner with her parents. The caption reads, "Someone's finally meeting the parents on Thanksgiving night. Mom and Dad can stop pressuring me to get married now!" Around her neck is the scarf my mother knitted for me before she passed. I left a comment. "Stop using my things to flirt with my husband. Take the scarf off—you can have him." Not long after, she posts an update. The scarf is shredded into pieces and tossed into a dog bed, with the caption, "What trash—too filthy even for a dog!" Elmer likes the post.
Baca
Tambahkan
A Silhouette of Love

A Silhouette of Love

I arranged a lavish dinner cruise in Alpha Lucien Grimfang's honor. However, I mistakenly wore the ceremonial gown that had once belonged to his late Luna, Sylvia Wilder. In front of all the guests, his ten-year-old son, Rhett Grimfang, suddenly rammed me into the champagne tower. The shattered crystal glasses left deep cuts across my skin. "Don't think that you can replace my mother just because you're wearing her sacred gown! You're nothing but a dog—obedient and always at my father's beck and call! Don't you dare dream of claiming a Luna's honor!" His cold, scornful expression mirrored Lucien's perfectly. "I can make you leave anytime I want!" I forced myself to look up at the pup I had raised. "Don't trouble yourself. Tomorrow, I'll submit my resignation to the Elder Council and leave for good."
Baca
Tambahkan
Persona

Persona

Aprillia D
Gilang Angkasa dikenal memiliki kepribadian yang sangat baik, bahkan nyaris tanpa cela. Dia juga memiliki fisik menarik dan wajah yang menawan. Citranya yang demikian membuat orang-orang sekitarnya senang terhadapnya. Tak sedikit kaum hawa yang diam-diam menaruh hati padanya tak terkecuali Safira Riana, gadis lugu yang belum pernah jatuh cinta. Singkat cerita Safira dan Gilang menjalin hubungan. Dan Safira Riana baru mengetahui, di balik pribadinya yang mendekati sempurna itu, Gilang memiliki kebiasaan buruk yang tak diketahui banyak orang. Sikap buruk Gilang itu yang menjadi salah satu masalah yang menjadi penentu sejauh mana hubungan keduanya bertahan. Banyak godaan yang datang dari luar mau pun dari dalam diri keduanya untuk mempertahankan hubungan mereka. Lalu bagaimanakah kisah selanjutnya? Dapatkah Safira mengubah Gilang? Bisakah Gilang meninggalkan kebiasaan buruknya itu? Mampukah hubungan keduanya bertahan? Ini bukanlah cerita yang kalian harapkan. Seperti kisah dua remaja yang saling mencintai dan berakhir bahagia atau kisah persahabatan yang indah dan penuh warna-warni. Tapi mereka juga memiliki kisah persahabatan dan cinta segitiga. (Jangan komentar kalau belum baca sampai habis) Copyright2021, by Aprillia D
Young Adult
106.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Sudah delapan tahun aku menikah dengan Elvin Ginanjar, pemimpin mafia narkoba di Nasara. Namun pada hari ini, tepat pada hari peringatan pernikahan kami, aku menerima sebuah foto dirinya bersama sahabat terbaikku, Lina Malloni, merayakan seolah merekalah yang menikah. Dan dalam pelukannya adalah putraku, Owen Ginanjar. Aku menatap foto itu, lalu mengetik dua kata sebagai balasan. [Betapa sempurnanya] Setengah jam kemudian, Elvin menerobos pintu depan. Suaranya bergemuruh memenuhi lorong. “Kenapa kamu selalu begitu jahat pada Lina?” Owen, anak kandungku sendiri mendorong kakiku sambil menatapku dengan marah. “Ibu jahat,” katanya. “Aku harap Bu Lina jadi ibu asli aku.” Aku tidak terkejut. Aku hanya berjalan menuju lemari, mengeluarkan setumpuk dokumen yang telah kusiapkan sejak lama, lalu menjatuhkannya di meja dengan kepastian yang dingin. “Baiklah,” kataku dengan datar. “Semua salah aku. Sekarang, bolehkah aku pergi?”
Cerita Pendek · Mafia
6.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta dan Ilmu Hitam

Cinta dan Ilmu Hitam

Berat badanku melonjak drastis setelah menikah dengan suamiku. Sehari sudah makan lima kali, tapi tetap saja masih lapar. Namun, tubuhku dinyatakan normal saat menjalani pemeriksaan. Aku melakukan siaran langsung di internet untuk meminta bantuan dari para warganet. Seseorang bilang, "Kamu terus-terusan merasa lapar? Mungkin suamimu memberimu guna-guna." "Guna-guna itu membuat istri sah makin tertekan, sementara wanita yang jadi kekasih gelap lebih diuntungkan."
Baca
Tambahkan
Kisah Kejatuhan Seorang Ibu yang Kesepian

Kisah Kejatuhan Seorang Ibu yang Kesepian

Di tengah malam, aku berlutut lemas di ambang jendela, terengah-engah dengan napas berat, dan air liurku menetes tanpa bisa kucegah. Di belakangku, teman sekelas anakku dari sekolah olahraga itu merobek stoking hitamku dengan kasar, lalu meraba pantatku yang bulat dan montok. Dia mencengkeram rambutku erat dan berbisik dengan nada menggoda, "Tante, apa anakmu tahu, kalau kamu seliar ini?" Tepat saat itu, ayahnya juga masuk. "Nak, kamu masih kecil, banyak hal yang belum kamu pahami. Ayah akan mengajarimu..."
Cerita Pendek · Gairah
4.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Pada hari libur semester, unggahan di status WhatsApp yang paling viral adalah tentang diriku. Judulnya adalah, "Pak Bondan membawa putranya untuk merayakan ulang tahun cinta sejatinya. Apakah dia akhirnya berencana bercerai dengan Sofia Jayadi?" Aku diam-diam menyukai postingan itu. Saat ponselku berdering, aku sedang membongkar balon-balon yang telah disiapkan untuk hari jadi pernikahan. "Sayang," ujar suamiku dengan terburu-buru, ingin memberikan penjelasan. "Anak kita tiba-tiba merengek ingin pergi ke taman bermain, jadi aku ...." Di latar belakang, terdengar suara tawa anak kami. "Ayah, Bibi bilang kalau malam ini aku bisa tidur dengannya!" Aku menatap rumah yang berantakan ini. Balon-balon tampak terkulai lemas, sementara krim di atas kue sudah mengeras. "Kamu nggak perlu menjelaskan." Aku mendengar diriku berkata, "Aku memahami semuanya." Hanya saja, kali ini semuanya akan berbeda. Aku tidak menginginkan ayah dan anak ini lagi.
Baca
Tambahkan
Lima Tahun yang Tiada Artinya

Lima Tahun yang Tiada Artinya

Kami sudah menikah selama lima tahun. Suamiku, Derrick, pergi dinas selama setengah tahun, lalu membawa pulang cinta pertamanya, Syifa. Syifa sudah hamil lebih dari tiga bulan dan Derrick bilang hidupnya tidak mudah, jadi akan tinggal di rumahku untuk sementara waktu. Aku menolak, tetapi Derrick malah memintaku untuk jangan bersikap tidak tahu diri. Nada bicaranya penuh rasa jijik, seolah-olah dia lupa vila ini adalah bagian dari mas kawinku. Selama ini, mereka sekeluarga menggunakan uangku. Kali ini, aku memutuskan untuk menghentikan semua sokongan hidup itu. Sambil tersenyum, aku menelepon asisten. "Segera buatkan aku surat perjanjian cerai. Seorang menantu pecundang saja berani terang-terangan membawa selingkuhan pulang ke rumah."
Cerita Pendek · Romansa
34.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1617181920
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status