TUMBAL PENGANTIN
Beraroma harum seperti wangi terapi sehingga mengundang penasaran pada isinya.
Lantas, Edwin membukanya dan menemukan setumpuk daun kering berwarna hijau kecoklatan.
"Teh?" Gumam Intan
"Jangan-jangan ini dari--"
"Siapa?"
Edwin beranjak ke kamar, tak lama kemudian dia membawa jaket hitam dan tas kecil.
"Mang Jajang, anterin saya nyusul pengirim teh ini," pinta Edwin.
"Ya buat apa? Dia serem banget, kayak preman pake tatoo lagi. Takutnya ngapa-ngapain," protes Mang Jajang seperti menolak ajakan Edwin.
Hot Chapters