Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Cantel neng lintang Sampir neng mbulan P**e neng srengenge (gantungkan di bintang Sampirkan di bulan Jemur di matahari) Ana bocah….. Ana bocah… Bocah cilik… Bocah cilik gambar jagad (ada anak Ada anak Anak kecil melukis dunia).
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai pantun jenaka contoh
Baca
+Pustaka
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

' 'Ja-ngan sam-pai ga-gal. Taja terus memperhatikan sekumpulan dadu bergerak lagi dan lagi membentuk kalimat. 'Sa-at men-je-lang fa-jar.' 'Ja-ngan ter-le-na a-lu-nan nya-nyi-an.' 'I-tu man-te-ra si-rep ma-sal.' 'A-ku a-kan mem-buat se-mu-a o-rang ter-ti-dur.' 'Te-ta-pi i-tu ti-dak a-kan la-ma.'
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai pantun jenaka contoh
Baca
+Pustaka
PERJAKA MENIKAHI JANDA

PERJAKA MENIKAHI JANDA

(Menyebut masak, candaan perkatannya) "Seneng, seneng ... Oh iya, Nis rumah kamu jauh gak dari sini," aku bertanya. "Deket kok, Mas, naik angkot 10 menit," ujarnya. "Loh, tadi kamu naik angkot?" Tanyaku. "Iya Mas, emang kenapa, kalau naik onlie gak enak ah, takut ditaksir pengemudinya, heee," jawaban Nisa becanda.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai pantun jenaka contoh
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Tamparan pelan tapi tenaga besar, tak heran membuat Kadal Ginting terjungkal ke samping sambil mengerang keaakitan. "Lain kali kalau bikin pantun harus ada artinya!" hardik Resi Pakar Pantun. "Misalnya begini: 'Celana kolor dibungkus pisang daun, robek daunnya tinggal pisangnya. Biar kecewaku sampai ke ubun-ubun, tapi masih ada pikiran untuk tugas lainnya'. Begitu, Tolol!" "O, jadi begitulah contoh pantun tolol, Eyang Resi?"
1030.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai pantun jenaka contoh
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Jentra menekankan kata 'balasan' seperti tukang jual obat yang menawarkan harga paling tidak masuk akal. Jentra mendesis, meluapkan rasa perih atas patah hati sahabatnya yang ikut merayapi dirinya. Sepertinya melihat Rukma patah hati lebih menyakitkan daripada tergores samurai tumpul. "Pengorbananmu," lanjutnya, menunjuk ke arah serpihan perkamen yang kini seperti serpihan daun kering sisa pesta serangga yang kacau balau, "dibacakan oleh Balaputradewa di balutan gaun pengantin sutra terbaik Medang di Poh Pitu. Pengkhianatan! Itu jelas pengkhianatan dalam gaun pengantin! Di Poh Pitu pula, tempat biasanya orang-orang jatuh cinta, bukan jatuh ke lubang penipuan!"
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai pantun jenaka contoh
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Jetro terlihat bersemangat dan menikmati masa-masa saat ini. “Sebuah puisi romantis yang gayanya sedikit mendekati abad pertengahan sekitar 15 atau 16, tepatnya. Tapi sayangnya, satu hal yang tidak diperhatikan dengan terperinci oleh si peniru membuat puisi itu tidak sempurna. Adikku tidak lahir pada dunia modern. Dia tidak sempat mengalami tenarnya istilah bahasa Inggris dengan penulisan singkat, Jetro. Seperti Because menjadi Cause. Jadi tolong katakan pada Dueve palsu itu untuk berhenti menjadi bayangan dari Putri bangsawan terhormat keluarga Quincy!”
1088.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai pantun jenaka contoh
Baca
+Pustaka
DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE

tanya Jenar. "Kamu ngusir aku?!" balas Jaka tanpa basa-basi. Jenar mendecakkan lidah, lalu dia menyeruput pelan teh di dalam cup keramik miliknya. Sekarang Jaka malah sudah asyik berbaring di lantai dengan memakai tas kerjanya sebagai bantal. Serasa di rumah sendiri, Jaka sesekali tergelak menyaksikan adegan lawak di televisi.
1032.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pantun jenaka contoh
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

ngaran talaga di cai sabulan meunang ngaherang dua mana ngalenggang tilu mana gumulung opat mangrupa, limana usik genep bulan kumuruloh tujuh bulan jaga nata dalapan bulan conggeang nu larang malik ka handap salapan bulan godebag godebag ka mata sare ao tandana rupana Si Risih Si Marangasih Si Rasah Si Manaranewa seuweu ratu komo irut seuweu menak sacakan sewa dewata komo lulut komo anut komo welas komo asih ka awaking awaking gejleg sorangan “Ngan ieu anu bisa Nini bere cu. (Hanya ini yang bisa Nenek kasih Cu. )” “Incu anaking Ujang. (Cucuku Ujang. )”
9.8683.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.2K kali sebagai pantun jenaka contoh
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

jawab Nenek Uban sambil tersenyum dan membelai rambutku. “Tapi bukankah Nenek pernah bilang, kalau Nenek tidak ingin ada makhluk lain datang dan menunggu batu besar di tengah sungai itu menggantikan Nenek, kalau Nenek ikut pindah bersamaku ke Jakarta, Nenek akan jauh dari batu besar yang Nenek tunggui. Jakarta itu jauh dari sini Nek,” terangku menjelaskan, karena kupikir mungkin Nenek Uban tidak tahu jarak dari desa ini ke Jakarta sangatlah jauh butuh setengah hari di perjalanan. Seketika itu Nenek Uban tertawa cekikikan mendengar penjelasan, tentu saja membuat aku kebingungan apa yang ditertawakan Nenek Uban kenapa dia tertawa setelah mendengar perkataanku.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai pantun jenaka contoh
Baca
+Pustaka
GADIS PENEBUS HUTANG MR. A

GADIS PENEBUS HUTANG MR. A

Maka, budaya tersebut dapat menjadi ketetapan atau ciri khas bagi masyarakat Jawa. Di dalam mitoni terdapat beberapa macam jenang yang bisa dijadikan pelengkap, yakni jenang abang, jenang putih, jenang kuning, jenang ireng, jenang waras, dan jenang sengkolo. Selain itu, mitoni juga menggunakan sajian tumpeng, lauk pauk pelengkap, buah-buahan, kembang setaman, serta berbagai jenis dedaunan.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai pantun jenaka contoh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status