Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
99 Kupon Maaf Putriku

99 Kupon Maaf Putriku

Johan Kurniawan tidak mencintaiku dan juga tidak mencintai putri kami. Dia hanya mencintai kekasih idamannya yang ada di dalam hatinya. Demi menjaga citranya di hati kekasih idamannya, dia hanya mengizinkan putri kami memanggilnya “Paman.” Sampai ketika kekasih idamannya hamil dan ke luar negeri untuk menikah, dia mabuk-mabukan, memutuskan kembali ke keluarganya. Setelah pulang ke rumah, putri kami memberinya 100 lembar kupon maaf. Aku memberi tahunya setelah 100 kupon habis digunakan, aku akan membawa putri kami meninggalkannya untuk selamanya. Dia memelukku dan putri kami dengan erat dalam pelukannya, bersumpah tidak akan pernah membuat kami bersedih lagi. Dalam lima tahun pernikahan rahasia, dia melakukannya dengan baik, tidak menggunakan satu lembar pun kupon maaf. Sampai kekasih idamannya kembali ke dalam negeri dengan putrinya. Setiap kali dia meninggalkanku dan putri kami demi kekasih idamannya dan putrinya, aku akan merobek satu lembar kupon maaf itu. Sampai kupon maaf itu... hanya sisa tiga lembar terakhir.
Baca
Tambahkan
Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai

Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai

Aku memohon pada suamiku sebanyak 304 kali. Akhirnya, dia setuju menemaniku membawa Ayah ke laut, menyelesaikan perjalanan terakhir dalam hidupnya. Namun, saat aku berdiri di tepi pantai, suhu tubuh Ayah di kursi roda perlahan-lahan menurun. Aku masih tidak melihat bayangan suamiku. Cinta pertamanya, Kyra, mengunggah foto di media sosial. Mereka sedang melihat awan di padang rumput. [ Jauh dari hiruk-pikuk dunia, asalkan ada kamu. ] Jariku tak sengaja menekan tombol suka. Tak lama kemudian, dia langsung mengirim pesan untuk mempertanyakanku. [ Sudah berapa kali kukatakan, jangan ganggu Kyra. Kalau tanganmu nggak bisa dikendalikan, kita cerai saja! ] Aku sudah tak ingat ini yang keberapa kalinya dia mengancamku dengan perceraian. Aku pun muak mendengarnya. [ Baiklah, kita cerai. ]
Cerita Pendek · Romansa
11.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya

Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya

Tiga hari sebelum pernikahan, mantan pacar Rafi yang mengidap klaustrofobia memblokir mobilku di tepi jurang Jalan Bermera. Dengan kecepatan 100 km/jam, dia menabrak mobilku sebanyak 12 kali. Saat Rafi tiba bersama mobil polisi, aku sudah dikeluarkan oleh petugas pemadam dari kursi pengemudi yang ringsek. Namun, dia malah berjalan menuju mobil sport edisi terbatas yang hanya tergores sedikit catnya, lalu memeluk Nayla yang sekujur tubuhnya gemetaran. "Pak Rafi, dahi Kak Tika berdarah, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk dijahit." Rafi mengangkat tangan menghentikan tandu yang mengangkatku, lalu melirik dahiku yang berdarah dan lenganku yang memar. "Cuma luka ringan. Nayla punya klaustrofobia, di tempat terpencil seperti ini kondisinya lebih berbahaya, bawa dia dulu ke rumah sakit." Saat ditinggalkan, aku mengerahkan sisa tenagaku untuk mencengkeram ujung celananya mati-matian. Dia mengerutkan kening dan melepaskan jari-jariku satu per satu, "Nayla nggak sengaja, dia cuma lagi kambuh. Kamu 'kan pengacara, harusnya paham apa itu keadaan kahar, jangan buat masalah." Setelah itu, dia mengambil sebuah perjanjian damai dari tangan asistennya. Dia menggenggam pergelangan tanganku yang sudah lemas, lalu menekan cap sidik jariku di atasnya. "Nanti ada mobil penyelamat lagi di belakang, tahan sebentar."
Baca
Tambahkan
Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Di hari acara pernikahan, tunanganku dan adik perempuanku, Laura Kusuma berhubungan seks di ruang istirahat dan tertangkap basah di tempat. Aku menjadi bahan tertawaan seisi ruangan. Dulu kekasih masa kecilku, Carlos Luke, malah melamarku di depan umum dan melindungiku dengan cara yang mencolok. Setelah menikah, dia sangat patuh kepadaku. Sayang sekali dia tidak bisa melakukannya dan kehidupan seks tidak berjalan lancar. Sampai tahun ini aku baru hamil setelah menjalani program bayi tabung. Setelah itu, dia semakin memperhatikanku. Aku pikir dialah takdirku. Sampai hari itu, aku mendengar percakapannya dengan temannya. “Carlos, kamu sungguh kejam, Nadya Kusuma begitu baik padamu, bagaimana bisa kamu mengganti sel telur dan membiarkan Nadya menjadi ibu pengganti hanya karena Laura takut sakit dan tidak berani melahirkan?” “Lagipula, anak itu akan lahir dua bulan lagi, lalu apa yang akan kamu lakukan?” Dia terdiam sejenak dan mendesah. “Ketika bayinya lahir, aku akan memberikannya kepada Laura dan memenuhi keinginannya.” “Sedangkan Nadya, aku akan memberitahunya bahwa bayinya sudah tiada.” “Aku akan menemaninya selama sisa hidupnya.” Ternyata begitu. Perhatian lembut yang kukira, semua hanya untuk adikku. Aku berbalik dan membuat janji untuk operasi. Anak kotor ini, aku tidak menginginkannya lagi. Pernikahan palsu ini, aku lebih tidak menginginkannya.
Baca
Tambahkan
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Selama enam tahun menikah diam-diam dengan suami yang seorang direktur, suamiku tetap tak mau putra kami memanggilnya ayah. Saat dia kembali melewatkan ulang tahun putraku karena sekretaris wanitanya, akhirnya aku pun mengeluarkan surat cerai dan pergi selamanya bersama putraku. Pria yang biasanya tenang itu langsung kehilangan kendali, seperti orang gila masuk ke kantor untuk mencari di mana keberadaanku. Hanya saja, aku dan putraku tak akan kembali lagi kali ini.
Cerita Pendek · Romansa
53.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Abang dan Ayah selalu menyayangi kakak perempuanku dan membenciku. Ketika aku diganggu di sebuah pesta, pemimpin mafia Fendi Sucipto yang membantuku dan menyatakan bahwa aku adalah orang paling kesayangannya dan dia tidak akan membiarkan siapa pun yang menggangguku lagi. Fendi membelikanku sebuah kastil di tengah hutan, menanam tulip kesukaanku, dan mengadakan pernikahan di kastil yang menggemparkan seluruh negeri. Untuk sementara, aku menjadi bahan iri semua wanita! Saat hamil tujuh bulan, aku menghadiri pesta ulang tahun Ayahku dan tiba-tiba kebakaran besar. Ayah dan Abangku melindungi kakak perempuan melarikan diri. Aku hampir mati dalam kebakaran itu, tetapi Fendi menyelamatkanku. Ketika aku terbangun di rumah sakit, aku melihat pemandangan yang memilukan. "Siapa yang menyuruhmu menyalakan api?" Wajah Fendi muram. "Dia baru hamil tujuh bulan, dan kalian ingin membuatnya melahirkan prematur. Apa kalian ingin membunuh Linda dan bayi di dalam perutnya?" Abang dan Ayahku menjelaskan dengan suara pelan, "Leukemia Sanny tidak bisa ditunda. Dokter bilang dia perlu dioperasi sesegera mungkin, dan dia membutuhkan sumsum tulang belakang anak itu..." "Aku lebih mengkhawatirkan nyawa Sanny daripada kalian." "Kalau tidak, aku tidak akan menikahi Linda!" "Tapi kalian tidak bisa menyakiti Linda, aku punya rencana sendiri!" Fendi memperingatkan, "Menyelamatkan Sanny adalah tujuan kita, tapi kita tidak bisa mengabaikan hidup dan mati Linda demi menyelamatkan Sanny! Aku tidak akan setuju!" Aku buru-buru pergi dari tempat kejadian. Ternyata dia menikahiku bukan karena mencintaiku, tapi untuk menyelamatkan Kakakku! Ternyata dia baik padaku karena Kakakku. Ternyata dia sama dengan Ayah dan Abangku, menyukai Kakakku bukan aku. Karena tidak ada yang menyukaiku, aku akan pergi saja.
Cerita Pendek · Romansa
22.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat

Memendam Cinta Bertahun-tahun Pada Om yang Memikat

"Bu Stacy, kamu yakin ingin menggugurkan anak ini?" Stacy masih agak linglung. Menghadapi pertanyaan dokter yang diulang berkali-kali, dia tiba-tiba tersentak dan sadar. Dia membelalakkan mata, seolah-olah tak percaya dengan semua yang ada di hadapannya. Baru ketika dokter kembali mendesaknya, dia menyadari bahwa dirinya telah terlahir kembali. Di kehidupan sebelumnya, tepat pada hari ini, dia mengetahui bahwa dirinya hamil, lalu membuat sebuah pilihan yang membuatnya harus membayar harga yang sangat mahal. Dokter kembali mendesak, "Bu Stacy?" "Ya!" Jawaban Stacy kali ini sangat tegas, meskipun suaranya sedikit bergetar. Kali ini, dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Baca
Tambahkan
Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Hanya karena aku membuka jendela untuk mengangin-anginkan ruangan, sahabat masa kecil suamiku terserang flu. Dalam murka yang memuncak, suamiku langsung memerintahkan orang-orangnya untuk mengikat dan membawaku yang sedang hamil ke dalam gudang es. "Jangan pikir kamu bisa seenaknya membuli Aruni hanya karena kamu mengandung anakku." "Kalau satu helai rambutnya pun terluka, aku akan membalasnya seratus kali lipat padamu!" Tubuhku menggigil hebat. Sambil menangis, aku berlutut di hadapannya, memohon maaf, dan berjanji akan setia melayani sahabat masa kecilnya itu sebagai tebusan, tidak akan membiarkan wanita itu terluka sedikit pun. Namun dengan dingin, ia memerintahkan pintu gudang es itu ditutup, berkata bahwa ia ingin memberiku pelajaran yang akan terukir seumur hidup. Seminggu berlalu. Flu kekasih masa kecilnya sudah sembuh. Barulah ia teringat padaku yang masih terkurung di dalam gudang es. "Reni, apa kamu sudah benar-benar menyesal? Asalkan kamu berjanji akan langsung pergi berlutut meminta maaf pada Aruni, aku akan memaafkanmu." Namun ia tidak tahu ... di dalam gudang es itu, tubuhku sudah lama membeku. Begitu pula anak yang ia anggap harta paling berharga. Sudah lama tak ada tanda-tanda kehidupan ....
Baca
Tambahkan
Menyelusuri Jalan Hidupku

Menyelusuri Jalan Hidupku

Saat aku hamil delapan bulan, suamiku yang bekerja sebagai polisi inspeksi akhirnya sempat meluangkan waktu, untuk pertama kalinya menemaniku ke rumah sakit menjalani pemeriksaan kehamilan. Namun baru saja melangkah masuk ke rumah sakit, ponsel satelit terenkripsi miliknya tiba-tiba berdering darurat. Nama penelepon hanya sempat melintas sekilas, tetapi suamiku yang biasanya tenang justru segera panik. "Sayang, ada pemberitahuan merah darurat, ada buronan internasional masuk ke wilayah kita lagi, aku ... maaf ...." Dia sangat cemas, sikapnya penuh dominasi seperti seorang atasan yang tak bisa ditolak. Setelah buru-buru meminta maaf, dia pun segera pergi. Aku menatap tajam mobil off-roadnya yang melesat pergi, sementara lembaran hasil tes kehamilan di tanganku sudah kuremas hingga kusut. Dengan perut besar, aku menghentikan sebuah taksi dan cepat berkata, "Pak, ikuti mobil di depan itu." Heh, buronan tingkat tinggi? Bohongnya benar-benar terdengar konyol. Bahkan Badan Keamanan Nasional milik ayahku saja tidak menerima pemberitahuan, dia yang hanya petugas inspeksi pendamping, mana mungkin punya 'buronan' sepenting itu untuk dikejar? Aku ingin melihat sendiri, sebenarnya 'atasan' macam apa, yang begitu tergesa-gesa memberinya 'perintah'.
Baca
Tambahkan
Menjadi Ibu Untuk Anak Pelakor

Menjadi Ibu Untuk Anak Pelakor

Cucuku yang berusia 4 tahun merengek ingin main game komputer. Aku tidak sengaja mengklik sebuah video. Tampak dua insan bermain dengan sengit di ranjang. Setelah menutup mata cucuku, aku menatap pria yang terengah-engah di video. Suamiku yang impoten itu tampak bermain beberapa ronde dengan cinta pertamanya!
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
3435363738
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status