Cucuku yang berusia 4 tahun merengek ingin main game komputer. Aku tidak sengaja mengklik sebuah video. Tampak dua insan bermain dengan sengit di ranjang. Setelah menutup mata cucuku, aku menatap pria yang terengah-engah di video. Suamiku yang impoten itu tampak bermain beberapa ronde dengan cinta pertamanya!
Lihat lebih banyakSejak saat itu, tidak ada yang melihat Hera lagi. Hanya saja, karena dia tidak punya keluarga, tidak ada yang melapor polisi untuk mencarinya.Kemudian, ada orang yang mengatakan pernah melihat seseorang seperti Hera di desa. Orang itu diikat di halaman layaknya binatang.Finn dipenjara karena membuat onar di tempat umum. Istrinya langsung meminta cerai. Keduanya sama-sama tidak menginginkan hak asuh anak.Finn mencoba mencari pengacara supaya bisa bebas. Namun, ketika orang-orang melihat informasi pribadi Finn, tidak ada yang berani menerima karena takut reputasi mereka ternodai.Finn yang dipenjara pun bersikeras meneleponku. "Suruh ibuku datang untuk menjaminku! Ibuku nggak mungkin mengabaikanku!"Aku benar-benar pergi, tetapi untuk melakukan tes DNA.Finn berteriak, "Ibu! Kamu nggak boleh mencampakkanku begitu saja! Sekarang aku sudah tahu cuma kamu yang bisa kuandalkan! Kamu baru sandaranku dan ayahku!"Aku meliriknya dengan jijik. "Jangan sembarangan panggil. Aku bukan ibumu. Sia
Meskipun video itu sangat singkat, semua orang bisa melihat ekspresi Hart dan Hera yang terbang ke awang-awang.Sebelum orang-orang bereaksi, video itu telah hilang dan digantikan oleh audio saat Hart dan Finn meneleponku.Segera, orang-orang memahami apa yang terjadi. Pada saat yang sama, orang-orang yang hadir di sini menerima tautan di ponsel mereka. Begitu diklik, ternyata itu adalah video yang sangat jernih tanpa sensor apa pun.Para mahasiswa yang berteduh di rumahku mengenal mahasiswa jurusan komputer. Mereka tahu Hart telah memindahkan datanya. Jadi, saat aku menemukan laptop Hart hari itu, aku diam-diam mencolok USB. Hanya dalam beberapa detik, semua data yang pernah ada berhasil diretas.Setelah itu, mudah saja untuk membuat tautan. Yang dikatakan orang memang benar. Masa depan ada di tangan generasi muda.DI tengah-tengah kekacauan, aku memarahi mereka tidak tahu malu. Aku juga menceritakan pengalaman hidupku selama puluhan tahun ini. Setiap adegan seolah-olah ada di depan m
Orang-orang mengatakan sayang sekali pria sebaik Hart menikah dengan wanita picik sepertiku.Ketika masalah ini mencapai puncaknya, Hart datang untuk mengobrol denganku. Ini pertama kalinya dia datang ke rumahku. Dia melihat sayuranku yang tumbuh dengan sehat serta ayam dan bebekku yang montok. Kemudian, dia langsung duduk."Ruth, sudah cukup ngambeknya? Aku bakal mengalah sekali lagi. Ikut aku pulang, maka aku akan melupakan semua yang terjadi dan kita bisa hidup bersama seperti sebelumnya lagi.""Aku dan Hera sudah tua. Kami nggak ingin buang-buang waktu dan energi untukmu. Pulanglah. Hera adalah wanita yang murah hati, nggak sepertimu."Kemudian, Hart menarik napas dalam-dalam dan meneruskan, "Aku bisa pindah ke desa kalau kamu mau. Aku dan Hera juga sudah bekerja keras selama ini. Kalau kamu nggak cocok dengan kehidupan di kota, kami yang pindah ke desa."Aku menatap pria tua beruban yang duduk di hadapanku. Saking kesalnya, aku tergelak. "Hart, maksudmu aku harus lanjut melayani k
Hera ditahan oleh polisi, teriakannya memenuhi seluruh gedung. "Atas dasar apa kalian menangkapku?"Hera sungguh panik. "Aku nggak memasuki rumah orang sembarangan! Aku ini ... aku ini ...."Hera sulit mengungkapkan hubungannya dengan Hart. Dia menggertakkan gigi sambil meneruskan, "Pemilik rumah ini adalah temanku! Dia memanggilku kemari untuk ngobrol!"Aku masih merekam obrolan kami. Aku berdecak, lalu membantah, "Jangan bicara omong kosong! Suamiku adalah profesor! Dia nggak mungkin punya teman yang nggak berwawasan sepertimu! Mana mungkin ada orang berwawasan memakai pakaian seperti itu untuk mencari teman lawan jenisnya! Kamu pasti mau merayu suamiku, 'kan?"Hera seolah-olah ingin melahapku hidup-hidup. "Ruth! Jangan pura-pura bodoh!"Polisi tidak memberinya kesempatan lagi. Bagaimanapun, aku punya akta nikah. Aku baru pemilik rumah ini.Sementara itu, Hera yang tidak punya keluarga hanya bisa meminta bantuan dekan untuk menjaminnya.Ketika Dekan tiba, dia menatap Hera yang rambut
"Pokoknya aku mau cerai dari pria nggak tahu malu sepertimu!"Selama bertahun-tahun ini, aku tidak pernah berbicara sekasar ini. Aku selalu berhati-hati karena takut salah berbicara dan Hart akan makin meremehkanku.Selama ini, aku merasa Hart adalah pria yang berpendidikan. Dia tidak pantas untuk orang rendahan sepertiku. Namun, kini aku sadar. Hart sudah tua, tetapi masih begitu mesum? Apa bedanya dia dengan binatang?Manusia memang unik. Setelah sadar, Mereka tidak akan pernah kembali lagi. Sekarang, aku selalu merasa mual setiap kali teringat pada Hart.Selesai memaki, aku langsung mengakhiri panggilan supaya Hart tidak punya kesempatan untuk membalas. Ternyata menutup telepon duluan begitu memuaskan.Aku menoleh, lalu melihat para mahasiswa itu bertatapan. Sepertinya suaraku terlalu keras tadi.Ponselku ini awalnya adalah milik menantuku, lalu diberikan kepada putraku dan akhirnya menjadi milikku. Pengeras suaranya memang kencang. Hart pun sering menceramahiku karena hal ini. Aku
Aku berdecak seperti yang biasa dilakukan ayah dan anak itu. "Tsk! Aku lagi makan. Kamu malah bahas berak. Nggak sopan sekali. Padahal, ayahmu profesor!"Finn termangu sejenak sebelum naik pitam. "Kamu sudah makan? Kami kelaparan!"Selama bertahun-tahun ini, aku selalu melayani mereka terlebih dahulu. Setelah mereka makan, aku akan makan sisanya. Hari ini, akhirnya aku masak sarapan untuk diriku sendiri.Aku jadi merasa hidup sendirian lebih menyenangkan. Aku nggak perlu peduli pada pemikiran orang lain."Aku dan ayahmu sudah mau cerai. Kamu ikut dia saja," sahutku yang menggigit telur. Lezat sekali. Semalam, tetangga memberiku acar. Buburku makin enak dimakan bersama acar."Cerai? Kamu sudah gila ya?" pekik Finn dengan suara nyaring. "Nggak masalah kalau kamu nggak mampu menghasilkan uang untuk keluarga. Tapi, jangan buat onar! Kami semua sangat sibuk! Kami nggak punya waktu bermain denganmu!"Di ujung telepon, aku mendengar menantuku berteriak, "Finn, cepat kemari! Cebok anakmu!"Aku
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Komen