Sang Pewaris Arogan
Ia menatap Raka dengan senyum tipis, senyum penuh kemenangan.
Clara menggoyangkan kakinya di bawah meja, jelas tak betah. “Aku beneran gak ngerti kenapa harus makan di sini. Aku malu, tahu gak? Kita biasanya dinner di hotel, restoran fine dining. Lalu sekarang… ini?”
“Tenanglah,” jawab Farel, masih dengan nada puas. “Kadang, yang jelek pun bisa menyenangkan. Seperti melihat seekor singa yang dulu garang, kini jadi kucing jinak yang hanya bisa melayani.”
Hot Chapters