Devil Beside You
“Jika kehidupan kedua benar-benar ada, aku tidak akan ragu memilihmu, Sayang. Atau jika aku sudah tiada di dunia ini, aku ingin berada di surga bersamamu. Aku berharap keturunan kita akan menjadi orang yang baik dan bijaksana.”
Arthur mengecup bibir Bianca dengan penuh kelembutan. “Entah kehidupan kedua, ataupun kita berada di surga, satu hal yang kau harus ingat, cintaku padamu akan selalu bertambah besar. Mungkin waktu kita tidak akan lama lagi di dunia, tapi cinta kita akan abadi. Selamanya.”
Air mata Bianca jatuh membasahi pipinya mendengar ungkapan tulus dari sang suami. Dia memeluk erat suaminya itu sambil berkata, “Kau benar. Cinta kita akan abadi. Selamanya.”