Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Aku Orangnya

Bukan Aku Orangnya

      Aku tidak pernah menyangka akan berada di titik ini. Menikah dan menjalani rumah tangga tanpa adanya rasa cinta di dalamnya. Pernikahan yang kujalani karena dijodohkan oleh wanita yang katanya melahirkanku. Wanita yang selalu memperlakukanku layaknya robot dan dia yang memegang kendalinya.  Seperti aku yang masih berusaha melepas rasa untuk seseorang yang sekarang entah dimana,  begitu juga dengan Mas Zayn, suamiku, yang tak pernah kurasakan kehangatan cintanya. Awalnya kukira, aku tidak merasakan cinta itu karena hatiku yang masih dibelenggu masa lalu. Namun, ternyata aku salah. Aku tidak merasakan cinta itu bukan karena diriku, melainkan karena memang dia tidak mencintaiku.  Malam itu aku mendapati Mas Zayn  menangis sambil memandangi sebuah foto yang aku tak tau itu siapa. Hingga aku bertekad mencari tahu segalanya. Satu persatu kenyataan mulai terungkap, dan aku sempat menyalahkan diri sendiri. Ada keinginan untuk menyerah, tetapi …apa dayaku? Aku tak bisa mengambil keputusan besar itu, jika dia si Pemegang Remot tak memberi izin untuk robotnya ini. Rasa panas menjalar di pipiku ketika lima jari mendarat indah di sana. Gesekannya meninggalkan bekas merah, sama persis dengan apa yang dulu kurasakan setiap kali menyebutkan keinginanku. “Jangan bikin malu keluarga!” Teriaknya kala itu. “Kamu kira menjadi janda itu menyenangkan? Kalau kamu cerai sama Zayn, siapa yang bakal membiayai kehidupan kita, ha? Siapa yang akan membiayai kuliah dan sekolah adik-adikmu?” Tatapannya nyalang, mengunci pergerakanku. Dadanya naik turun bersamaan dengan mengetatnya rahang membuat nyaliku ciut seketika. Dia, wanita yang kupanggil Ibu itu tak pernah berubah, dan aku tahu seperti apapun aku berusaha baginya aku tak seberharga itu. Aku tak akan diberi celah sedikit pun. Lalu aku harus apa? Bertahan membuatku semakin terluka. Tuhan … sebegitu buruknya kah aku, sampai aku tak pernah layak dicintai? Aku hanya ingin bahagia, meski tak ada yang menaruh cintanya untukku. Apa itu mungkin?
Rumah Tangga
10237 viewsOngoing
Read
Add to library
Déjame y cría a su bebé

Déjame y cría a su bebé

Mi esposo, Cesare Ferrante, el Don más temido de la familia, siempre había detestado a los niños. Pero todo dio un giro cuando mi hermanastra, Bianca Moretti, se instaló en la casa de al lado con su bebé de seis meses. De pronto, mi esposo se obsesionó con ese niño. Él mismo le preparaba los biberones, le cantaba canciones de cuna y lo llevaba a todas partes. Cada día regresaba a casa agotado al amanecer, pero su cara brillaba de alegría, como si ese bebé ocupara toda su alma. Me volví invisible para él. Hace tres días, un auto me cerró el paso y me sacó de la carretera hasta que terminé estampada contra la mediana. Sentía la sangre caliente escurriéndome por la frente mientras la vista se me nublaba. Desesperada, llamé a Cesare cincuenta y cinco veces. No se dignó a contestar ni una sola vez. En su lugar, prefirió presumir una foto del bebé en sus redes: "¡Mi angelito sonrió hoy!" No aguanté más. Esta noche, en el banquete familiar, con todos los miembros de la familia sentados a la mesa, levanté mi último brindis y posé la copa. —Quiero el divorcio. El silencio fue instantáneo. Todos se quedaron de piedra. —¿Te volviste loca? —gritaron mis padres al mismo tiempo. Cesare me apretó la muñeca, sin poder creerlo. —Giulia, ¿hablas en serio? ¿Me pides el divorcio solo porque estaba pendiente del bebé y no te contesté? ¿Vas a armar este lío por celos de un niño de seis meses? No le sostuve la mirada. En su lugar, me quedé fija viendo la marca de un beso, clara y reciente, detrás de su oreja. —Como amas tanto a ese niño —dije con calma—, te lo voy a poner fácil. Ve a ser su padre.
Short Story · Mafia
344 viewsCompleted
Read
Add to library
Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]
Short Story · Realistis
3.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Terlahir Kembali Untuk Jadi Jurnalis Perang

Terlahir Kembali Untuk Jadi Jurnalis Perang

Alya Sebastian mulai menjalin kasih dengan Justin Fabian di usia 20 tahun. Pada usia 22 tahun, mereka mengikat janji seumur hidup. Setelah lima tahun menikah, mereka belum juga dikaruniai anak. Meski mendapat tekanan besar dari Keluarga Fabian, Justin tetap berbisik bahwa dia mencintai Alya. Saat itu, semua orang mengatakan bahwa Alya adalah orang terpenting bagi Justin. Alya pun memercayai Justin tanpa ragu sedikit pun. Sampai akhirnya, kabar tentang anak haram Justin terbongkar. Hari itu, Justin berlutut seharian penuh di tengah guyuran hujan lebat. Justin berkata, "Malam itu cuma kecelakaan. Davina mencekokiku obat. Aku kira, Davina itu kamu. Alya, seumur hidupku, aku cuma mencintaimu. Aku mohon, jangan tinggalkan aku." Alya memercayai ketulusan cinta suaminya, lalu menerima usulan Keluarga Fabian untuk mengambil anak tersebut dan mendepak ibunya. Namun, kemudian, saat Davina Ganendra tinggal di kediaman Keluarga Fabian untuk menjaga kandungannya, pria yang mengatakan akan terus mencintainya, rela meninggalkan rapat internasional demi menemani Davina. Bahkan, ketika gairah mereka berdua sedang memuncak dan hanya kurang satu langkah terakhir, Justin langsung mencampakkan Alya begitu saja demi menemani Davina sepanjang malam, saat Davina di balik pintu berkata bahwa dia takut gelap. Alya menyadari perubahan pada diri Justin. Untuk pertama kalinya, Alya menyodorkan surat cerai kepada Justin. Hari itu juga, Justin memotong pergelangan tangannya di kamar mandi sambil masih mengenakan cincin kawin. CEO dengan kekayaan senilai ratusan miliar itu hanya menuliskan satu kalimat pada surat wasiatnya: [Kalau nggak bisa menua bersama Alya, lebih baik aku mati saja.] Kali kedua, saat Alya baru saja angkat bicara, Justin langsung mematikan telepon dari Davina. Justin membawa Alya mengunjungi kembali setiap tempat yang pernah mereka datangi saat pacaran dahulu, lalu Justin mengatakan bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Alya seumur hidup ini. Akan tetapi, sekali, dua kali, tiga kali … lama-kelamaan, sikap Justin mulai berubah menjadi acuh tak acuh. Pada kali ke-99, mereka bertengkar hebat. Saat Alya pergi membawa koper-kopernya, Justin tidak lagi mengejarnya untuk memohon ampun seperti yang biasa dia lakukan sebelumnya. Justin berkata, "Alya itu cuma terlalu dimanja. Sekalipun sudah bertengkar berkali-kali, kapan dia benar-benar mau cerai? Tunggu saja. Setelah beberapa hari, pikirannya menjadi tenang, dia pasti akan pulang dengan sendirinya." Namun, Justin tidak tahu, bahwa Alya sudah meninggal dunia pada malam hujan saat Alya pergi dari rumah itu .... Saat kembali membuka mata, Alya ternyata kembali ke hari di mana dia pertama kali mengetahui bahwa Justin memiliki anak di luar nikah ….
Short Story · Romansa
4.1K viewsCompleted
Read
Add to library
El Alfa De Las Dos Lunas Llenas

El Alfa De Las Dos Lunas Llenas

Tenía nueve meses de embarazo cuando el Consejo de Lobos envió un reporte de recursos a las habitaciones de la Luna. En él aparecían los gastos mensuales de mi compañero. Durante dos años seguidos, mi compañero del destino, el Alfa de la manada, le había estado entregando en secreto a una loba acceso al territorio, protección y suministros. Sin falta, cada mes. El primer registro era de hace dos años, el mismo mes en que perdí a mi primer cachorro. De pronto apareció una notificación: una solicitud de contacto. El nombre decía: “La compañera del Alfa”. Me sentía extrañamente tranquila; puse una mano sobre mi vientre abultado y acepté. Me escribió. “Ya viste el reporte, ¿no?” No le respondí; en su lugar, abrí su perfil. La publicación más vieja era del 21 de abril de hace dos años. Una loba aparecía apoyada en el pecho de un Alfa. Le habían recortado la cara en la foto, pero la marca en su hombro era clara. La reconocí: era la marca de Alfa de mi compañero. El texto decía: “Gracias por elegirme en mi noche de mayoría de edad”. El 21 de abril. Esa fue la noche en que me quedé desangrándome en la sala de curación, perdiendo a mi bebé. Él me había dicho que estaba fuera por asuntos de la manada. Seguí revisando sus fotos. Entrenaba libremente en áreas exclusivas para Alfas. Usaba recursos reservados para su Luna. La cuidaban como si ya fuera la pareja que debía estar a su lado. Cada publicación transmitía el mismo mensaje: él la eligió a ella. Fijado hasta arriba había un reporte médico: estaba embarazada del cachorro del Alfa. Dejé el celular y regresé a nuestra recámara. Entonces me llegaron más cosas: fotos y videos. Me los mandó a propósito, para presumir que el amor del que yo antes estaba tan orgullosa ya no era para mí. Me senté despacio mientras sentía a mi cachorro moviéndose dentro de mí y dolor me recorría. Solo entonces lo entendí: me había traicionado por completo. No quiero un amor así. No me quedaré en esta manada. Cuando nazca mi cachorro, me iré y me llevaré a su heredero conmigo. Que el Alfa busque en cada territorio, y aunque recorra cada frontera y destruya la manada por arrepentimiento, nunca nos va a encontrar.
Short Story · Hombres Lobo
1.4K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
252627282930
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status