Short
Terlahir Kembali Untuk Jadi Jurnalis Perang

Terlahir Kembali Untuk Jadi Jurnalis Perang

Oleh:  SecretTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
23Bab
8Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Alya Sebastian mulai menjalin kasih dengan Justin Fabian di usia 20 tahun. Pada usia 22 tahun, mereka mengikat janji seumur hidup. Setelah lima tahun menikah, mereka belum juga dikaruniai anak. Meski mendapat tekanan besar dari Keluarga Fabian, Justin tetap berbisik bahwa dia mencintai Alya. Saat itu, semua orang mengatakan bahwa Alya adalah orang terpenting bagi Justin. Alya pun memercayai Justin tanpa ragu sedikit pun. Sampai akhirnya, kabar tentang anak haram Justin terbongkar. Hari itu, Justin berlutut seharian penuh di tengah guyuran hujan lebat. Justin berkata, "Malam itu cuma kecelakaan. Davina mencekokiku obat. Aku kira, Davina itu kamu. Alya, seumur hidupku, aku cuma mencintaimu. Aku mohon, jangan tinggalkan aku." Alya memercayai ketulusan cinta suaminya, lalu menerima usulan Keluarga Fabian untuk mengambil anak tersebut dan mendepak ibunya. Namun, kemudian, saat Davina Ganendra tinggal di kediaman Keluarga Fabian untuk menjaga kandungannya, pria yang mengatakan akan terus mencintainya, rela meninggalkan rapat internasional demi menemani Davina. Bahkan, ketika gairah mereka berdua sedang memuncak dan hanya kurang satu langkah terakhir, Justin langsung mencampakkan Alya begitu saja demi menemani Davina sepanjang malam, saat Davina di balik pintu berkata bahwa dia takut gelap. Alya menyadari perubahan pada diri Justin. Untuk pertama kalinya, Alya menyodorkan surat cerai kepada Justin. Hari itu juga, Justin memotong pergelangan tangannya di kamar mandi sambil masih mengenakan cincin kawin. CEO dengan kekayaan senilai ratusan miliar itu hanya menuliskan satu kalimat pada surat wasiatnya: [Kalau nggak bisa menua bersama Alya, lebih baik aku mati saja.] Kali kedua, saat Alya baru saja angkat bicara, Justin langsung mematikan telepon dari Davina. Justin membawa Alya mengunjungi kembali setiap tempat yang pernah mereka datangi saat pacaran dahulu, lalu Justin mengatakan bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Alya seumur hidup ini. Akan tetapi, sekali, dua kali, tiga kali … lama-kelamaan, sikap Justin mulai berubah menjadi acuh tak acuh. Pada kali ke-99, mereka bertengkar hebat. Saat Alya pergi membawa koper-kopernya, Justin tidak lagi mengejarnya untuk memohon ampun seperti yang biasa dia lakukan sebelumnya. Justin berkata, "Alya itu cuma terlalu dimanja. Sekalipun sudah bertengkar berkali-kali, kapan dia benar-benar mau cerai? Tunggu saja. Setelah beberapa hari, pikirannya menjadi tenang, dia pasti akan pulang dengan sendirinya." Namun, Justin tidak tahu, bahwa Alya sudah meninggal dunia pada malam hujan saat Alya pergi dari rumah itu .... Saat kembali membuka mata, Alya ternyata kembali ke hari di mana dia pertama kali mengetahui bahwa Justin memiliki anak di luar nikah ….

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Pak." Suara Alya terdengar tenang. "Mengenai tawaran menjadi jurnalis perang yang Anda ajukan sebelumnya, aku sudah memutuskan …."

Hening selama beberapa saat di ujung telepon. "Alya? Kamu yakin? Tempat itu bukan untuk main-main. Di dalam perjanjian disebutkan bahwa selama masa tugas di luar negeri, kamu nggak bisa berhubungan dengan dunia luar. Suamimu Justin, dia …."

"Aku yakin," potong Alya dengan cepat.

Sambil menatap pekatnya malam di luar jendela, Alya memberikan penegasan yang meyakinkan si pemimpin redaksi.

"Aku akan menceraikannya. Dalam satu minggu, aku akan berangkat sesuai jadwal." Justru klausul "putus komunikasi" itulah yang diincar Alya.

Alya ingin memastikan Justin tidak akan pernah lagi bisa melacak keberadaannya.

Semua orang berpikir bahwa Justin begitu mencintai Alya hingga mati.

Jika bukan karena semua yang sudah dilaluinya nantinya, Alya sendiri juga akan memercayai ketulusan Justin sampai napas terakhirnya.

Namun, kenyataan selamanya jauh lebih kejam dari bayangan.

Saat kembali membuka mata, Alya sudah terlahir kembali di momen tepat sebelum dia mendorong pintu besar vila itu.

"Kak …. Kak Alya? Kenapa Kakak tiba-tiba datang?" Miko Haikal berdiri dari sofa dengan raut wajah panik karena takut.

Tatapan Alya melewati pria itu dan tertuju ke arah taman. Justin suaminya, tengah menyuapkan sesendok sup ayam ke mulut sahabat baik Miko, Davina Ganendra. Gerakannya begitu lembut dan tatapan matanya penuh kasih sayang.

Miko mengikuti di belakang Alya dan berkata dengan panik, "Kak Alya, jangan salah paham. Ini nggak seperti yang Kakak bayangkan. Kak Justin … dia melakukan semua ini demi Kakak!"

Demi dirinya?

Alya tertawa sinis di dalam hati.

Betapa lucunya alasan itu. Namun, kata-kata Justin tidak berbeda sedikit pun dari kehidupannya yang sebelumnya.

Di kehidupan sebelumnya, saat Davina muncul dengan perut buncit itu, Justin juga mengatakan hal yang sama.

Pada saat itu, Alya memercayainya.

Namun, yang didapatkan Alya sebagai balasannya, justru adegan Justin yang tersenyum lembut di sisi Davina dan anaknya, sementara hubungannya dengan Alya sendiri makin lama, makin menjauh. Hingga akhirnya, Alya tewas dalam perjalanan untuk meminta cerai dari Justin.

"Kak Alya …."

"Diam." Alya menatap sepasang kekasih yang tampak serasi itu, melemparkan cincin kawinnya ke lantai, lalu berbalik pergi.

Baru saja Alya sampai di rumah dan lampu teras juga belum sempat dinyalakan, pintu di belakangnya sudah didorong terbuka dari luar.

Persis seperti di kehidupan sebelumnya, kalimat pertama yang keluar dari mulut pria itu adalah, "Alya, dengarkan penjelasanku."

"Penjelasan?" Alya akhirnya angkat bicaranya. Suaranya terdengar serak. "Menjelaskan kenapa Davina masih mengandung anakmu?"

Justin terdiam sejenak. "Ibuku ingin seorang cucu. Asalkan keinginannya terpenuhi, kita bisa bersama selamanya." Justin mencoba menggenggam tangan Alya. Namun, Alya segera menarik tangannya dengan kasar.

Justin pun mengeluarkan sebuah kotak dari saku bajunya. "Alya, aku janji. Meski ada anak itu, kamu akan tetap jadi satu-satunya bagiku selamanya."

Di dalam kotak itu terdapat kalung berlian "Satu-satunya" yang dibeli dengan harga selangit di pelelangan. Alya mencibir dalam hati. Di kehidupan sebelumnya, pemilik kalung ini adalah Davina. Sekarang, Justin malah memberikan barang yang seharusnya untuk selingkuhannya itu kepadanya.

Justin, "Satu-satunya" bagimu itu benar-benar murahan.

Alya membiarkan pria itu memasangkan kalung tersebut di lehernya. Berlian itu terasa dingin saat menyentuh kulit, tetapi hanya memicu rasa mual dalam diri Alya.

Justin mulai merangkai gambaran masa depan tentang "keluarga kecil" mereka. "Begitu bayinya lahir, kita akan langsung memberikannya kepada pengasuh. Aku pastikan dia nggak akan mengusik waktu kita berdua. Kamu akan tetap menjadi wanita satu-satunya bagiku."

Ponsel di atas meja bergetar, menampilkan notifikasi pesan WhatsApp dari Davina: [Kak Justin, baju tidur pemberianmu sudah kupakai. Kapan kamu akan pulang?] Pesan itu disertai sebuah foto seksi kehamilan Davina yang mengenakan gaun tidur tipis berwarna hitam.

Justin langsung mematikan layar ponselnya dan menatap Alya dengan raut wajah ragu. "Alya, ada urusan mendesak di kantor. Aku akan menanganinya sebentar."

Justin pun berdiri. "Cepatlah istirahat. Jangan menungguku."

Pintu tertutup dengan bantingan keras. Menatap punggung Justin yang beranjak pergi, Alya merenggut kalung berlian itu dari lehernya dan melemparkannya ke tempat sampah, seakan sedang membuang sampah yang sama sekali tidak berharga.

"Sayang sekali, Justin. Kalau kamu mengatakannya di kehidupan sebelumnya, mungkin aku akan merasa terharu …. Tapi, sekarang, aku sudah nggak menginginkan status 'satu-satunya' bagimu lagi."
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
23 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status